Tampilkan postingan dengan label Curhat - Aku Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat - Aku Indonesia. Tampilkan semua postingan
Label: ,

Renungan Hari Uang Internasional, Aku Cinta Rupiah

Terlepas dari kenyataan rupiah yang tengah terpuruk, hari ini sangat bersejarah bagi Indonesia, karena pada tanggal ini pertama kalinya menerbitkan mata uang rupiah. Sejak 1610 hingga 1817, Indonesia telah menggunakan mata uang Belanda, Gulden. Sejarah uang Republik Indonesia sendiri dibagai dalam dua periode, yang pertama adalah periode ORI (Oeang Republik Indonesia), kemudian periode Rupiah. Mata uang rupiah menggantikan mata uang Jepang dan Javaasche Bank pada tanggal 30 Oktober 1946 dengan nama Oeang Republik Indonesia.

SEJARAH HARI OEANG 
Aktualita.co – Selama ini uang seringkali hanya kita maknai sebagai alat pembayaran. Tetapi jika merunut sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, uang juga merupakan bagian dari pernyataan untuk merdeka dan berdaulat penuh sebagai bangsa.


Pada malam tanggal 29 Oktober 1946, Muhammad Hatta selaku wakil Presiden berpidato melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta.

“Besok tanggal 30 Oktober 1946 adalah suatu hari yang mengandung sejarah bagi tanah air kita. Rakyat kita menghadap penghidupan baru. Besok mulai beredar Uang Republik Indonesia sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Mulai pukul 12 tengah malam nanti, uang Jepang yang selama ini beredar sebagi uang yang sah, tidak laku lagi. Beserta dengan uang Jepang itu ikut pula tidak berlaku uang De Javasche Bank. Dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Sejak mulai besok kita akan berbelanja dengan uang kita sendiri, uang yang dikeluarkan oleh Republik kita.” ujar Bung Hatta dalam pidatonya.

Atas pernyataan tersebut maka pada esok harinya, 30 Oktober 1946 mata uang rupiah mulai berlaku. Uang yang beredar pada periode 30 Oktober 1946 ini disebut sebagai ORI (Oeang Republik Indonesia) yang dicetak di percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang.

Selain sejarah tentang hari uang, pernyatan yang juga kerap hadir adalah mengapa mata uang Indonesia disebut Rupiah. Atas hal ini, Adi Pratomo, salah satu sejarawan uang Indonesia seperti dikutip Wikipedia menyebutkan bahwa rupiah diambil dari kata rupia dalam bahasa Mongolia. Rupia sendiri berarti perak.

ORI (Oeang Republik Indonesia) merupakan uang pertama yang dimiliki oleh negara kita setelah merdeka. Presiden pertama RI, Soekarno adalah tokoh yang sering muncul dalam desain uang kertas ORI yang resmi beredar pada 30 Oktober 1946. Kemudian uang kertas Seri ORI II terbit di Jogjakarta pada 1 Januari 1947. Selanjutnya seri ORI III terbit di Jogjakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Jogjakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950. Sebagai sebuah negara, pemerintah Indonesia saat itu memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri selain sebagai alat tukar jual beli, juga sebagai simbol negara Indonesia.

Rupiah merupakan mata uang resmi Indonesia hingga kini (kodenya adalah IDR). Menurut sejarah, nama Rupiah diambil dari nama mata uang India Rupee. Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya mata uang rupiah jaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa, pelopor Bank Indonesia, mengeluarkan Rupiah.

Sehubungan dengan itu mari kita sebagai warga negara Indonesia yang terus menerus berkejaran dengan kemiskinan, krisis akibat nilai tukar rupiah yang lemah mulai belajar mencintai uang dengan benar. Mencintai uang bukan dalam artian materialis akan tetapi cara kita memperlakukan uang sebagai salah satu simbol identitas negara kita.

Uang merupakan kebutuhan yang kebanyakan kita bekerja demi mendapatkannya, tidak bisa dipungkiri uang adalah kebutuhan umat manusia demi kelangsungan hidupnya. Maka tak heran jika banyak yang bekerja keras demi mengumpulkan pundi-pundi persediaan uang dalam hidupnya. Dengan uang banyak, manusia percaya akan menikmati kehidupan yang menyenangkan, dengan uang manusia bisa memiliki segalanya.



CINTAI PENGHASILAN
Uang berasal dari hasil kita setelah bekerja, dan untuk mendapatkan pekerjaan dan ketika akan bekerja kita juga menggunakan uang untuk sekolah, kuliah, beli kendaraan, dami menunjang pekerjaan kita. Kemudian kita kembali mendapatkan uang. Dengan menyadari bahwa kita membayar mahal demi mendapatkan uang, maka baiknya kita juga dengan bijak menggunakan uang yang ada. Menggunakannya sesuai dengan kebutuhan, bukan menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

MENABUNG DAN INVESTASI
Banyak orang yang bekerja keras demi mendapatkan uang yang banyak bukan karena ada sesuatu yang direncanakan di kemudian hari, melainkan karena utang yang banyak, sehingga untuk menutupinya maka kita bekerja keras. Uang menjadi pengendali atas pekerjaan kita, bukan kita yang mengendalikannya. Kehadiran banyak tawaran barang dan jasa dewasa ini memang menggiurkan, banyak orang yang tidak tahan untuk tidak memilikinya, dimana-mana kita selalu ditawari banyak keindahan yang mendorong hasrat kita membuat hal tersebut menjadi kebutuhan dan terpaksa kita beli.

MELATIH ANAK MEMAKAI UANG
Tidak ada yang tidak mengenal uang, bahkan anak-anak sudah mengenal uang sejak mereka mengenal nilai. Memperkenalkan uang kepada anak cukup penting sehingga lambat laun ia akan mengerti nilai yang terdapat dalam uang. Mengajarkan hidup hemat dan sederhana kepada anak dimulai dengan teladan dari orang tua kepada mereka, serta memberitahu mereka betapa tidak mudahnya mendapatkan uang. Dewasa ini anak-anak sudah tidak asing lagi dengan barang-barang mewah yang sebenarnya bukanlah kebutuhan usia mereka. Hal ini menyebabkan budaya konsumerisme semakin merebak di kalangan anak-anak dan remaja. Maka tak heran banyak diantara remaja yang melakukan banyak cara demi mendapatkan uang, termasuk menjual diri. Memberikan uang yang secukupnya kepada anak dan mengajar mereka menyisihkan sebagaian dari yang kita berikan akan melatih mereka untuk berhemat.

MENDAPATKAN UANG DENGAN CARA HALAL
Kebutuhan akan uang tidak ada yang memungkiri, namun nyatanya uang sepertinya sudah memperbudak banyak orang dewasa ini. Meski memiliki uang yang banyak dari penghasilan sebagai pegawai pemerintah atau swasta ternyata tidak membuat manusia mengatakan cukup untuk penghasilannya. Selalu saja tidak puas dengan penghasilan saat ini, sehingga ada yang membuka usaha sampingan untuk menambah penghasilan, hal ini tentu baik karena akan bisa membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang pengangguran. Akan tetapi banyak yang menggunakan cara-cara yang tidak benar demi uang, korupsi menjadi hal yang tidak asing lagi. Mendapatkan uang dengan cara yang tidak benar adalah cara yang sangat hina dan secara tidak langsung menghina uang sebagai simbol negara. Karena uang telah seolah menjadi penyebab para pejabat menghianati negara sendiri demi uang.

BERBAGI KEPADA SESAMA
Dari pada menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting, lebih baik kita menggunakannya untuk menolong orang yang tidak beruntung di sekeliling kita. Sering kita membeli makanan mewah dan terbuang pada akhirnya sementara di sekitar kita banyak orang yang kelaparan. Sering kita membeli pakaian tiap minggu kemudian menumpuk di gudang saat di sekeliling kita banyak yang berpakaian compang-camping. Sering kita menggunakan uang untuk gonta-ganti kendaraan sedangkan disekeliling kita banyak orang yang tinggal di gerobak.

Banyak orang yang membutuhkan uang untuk kebutuhan mereka yang sangat mendesak sementara kita membuang-buang uang hanya untuk sesuatu yang sangat tidak penting namun kita lakukan demi gaya dan demi gengsi.

Pastinya masih banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai wujud kecintaan kita akan Rupiah dan kecintaan kita akan Indonesia. Selamat mencintai uang Rupiah. 

[]Lovalia - Berbagai Sumber 

Saya sih pastinya cinta rupiah pak, tetapi rupiah kelihatannya nggak betah berlama-lama ada di tangan saya. :D

0 komentar
Label: , , ,

Wisata Jawa Timur : Tugu Pahlawan dan Museum 10 Nopember, Surabaya


 Tugu Pahlawan dan Museum 10 November di Surabaya bisa menjadi destinasi wisata yang bisa memberikan pelajaran bernilai akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Jadi bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Surabaya, maka jangan lupa untuk berkunjung ke tempat yang berada di pusat Kota Surabaya ini tepatnya terletak di depan kantor Gubernur Jawa Timur.


Mungkin bagi Anda yang belum pernah mengunjungi tempat paling bersejarah di Kota Surabaya ini akan bertanya-tanya, mengapa tugu tersebut dibangun? Berdasarkan catatan sejarah, Tugu Pahlawan dibangun untuk menghormati para prajurit Surabaya yang gugur di medan perang, kala itu dengan gagah berani berjuang melawan tentara sekutu yang hendak kembali menjajah Indonesia pada tanggal 10 November 1945. Maka dari itu, setiap tanggal 10 November Tugu Pahlawan menjadi pusat 
perhatian untuk mengenang jasa mereka dalam perang kemerdekaan.

Selain itu, jika Anda berkunjung ke tempat ini juga bisa menikmati wisata sejarah lainnya, yaitu 
Museum 10 November. Dalam museum yang sebenarnya dibuka pada tahun 2000 ini tersimpan benda-benda bersejarah terkait dengan perjuangan rakyat Surabaya kala melawan penjajah. Keunikan dari museum tersebut adalah bangunannya yang berbentuk menyerupai piramida, dimana pada bagian tengahnya terdapat tiga patung pemuda yang sedang membawa bambu runcing, sebuah alat perang tradisional yang dipakai saat melawan penjajah.

Saat masuk ke dalam museum, Anda akan disuguhkan dengan suasana yang menggambarkan perjuangan arek-arek Surabaya saat itu. Kemudian akan terdengar rekaman suara Bung Tomo yang sedang berpidato untuk memberikan semangat perjuangan kepada rakyat Srabaya, disana terdapat juga benda koleksi milik Bung Tomo seperti peta dan senjata yang digunakan saat perang melawan para sekutu dan Belanda.

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke Tugu Pahlawan untuk menelusuri peristiwa sejarah yang terjadi kala itu, Anda tidak akan dipungut biaya. Sementara apabila Anda mengunjungi Museum 10 November akan dikenakan tarif untuk tiket masuk.

Sejarah Berdirinya Tugu Pahlawan 
Monumen Tugu Pahlawan terletak di pusat kota Surabaya, tepatnya ditengah-tengah antara Jl.Tembakan, Jl. Pahlawan, Jl, Kebun Rojo dan Jl Bubutan. Monumen dibangun dalam bentuk "Paku Terbalik" yang menggambarkan filosofis monumental.
Monumen Tugu Pahlawan didirikan sebagai simbol semangat kepahlawanan Arek-arek Surabaya dalam menghadapi penjajah serta sebagai simbol cagar budaya yang perlu dilestarikan. Monumen Tugu pahlawan memiliki Tinggi 41,15m, diameter bawah 3,1m dan diameter atas 1,3m.
Batu Peletakan pertamanya dilakukan oleh Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno tanggal 10 November 1951 dengan mengambil lokasi tepat diatas areal bekas Gedung Road Van Justice Belanda, yang pada masa pendudukan jepang  di gunakan sebagai Gedung Kempetai, tempat dimana Kempetai Jepang menahan, mengadili, menghukum dan menyiksa para pejuang. Gedung ini hancur saat terjadi perlawanan Arek-arek Suroboyo melawan pendudukan sekutu, akibat terkena tembakan artileri sekutu.

Latar Belakang Museum 10 November
Museum didirikan sebagai pendukung keberadaan Monumen Tugu Pahlawan dan melengkapi fasilitas sejarah yang ada didalamnya. Bangunan berbentuk pyramid yang di tenggelamkan sedalam 7m di bawah permukaan dan 10 meter diatas permukaan tanah, dengan maksud bangunan museum tidak mendominasi Tugu Pahlawan. 
Musem 10 November resmi dibuka secara soft opening pada tanggal 10 Nopember 1998 oloeh walikota Surabaya Bpk. Sunarto Sumaprawira, sedangkan Grand Opening tanggal 19 Februari 2000 oleh Bpk Presiden Abdurakhman Wahid.

Koleksi yang dipamerkan :
1. Gerbang Bentar
Berupa Candi Bentar sebagai gerbang masuk Utama dengan ketinggian 4,5 m dan lebar 1,7 m

2. Relief
Pada dinding sepanjang areal parkiran terdapat 1 sampai 8 relief yang menggambarkan peristiwa kota surabaya dari masa Hujung galuh hingga masa penyerahan kedaulatan kembali dari tangan Belanda.

3. Patung Proklamator.
Patung Dwi Tunggal Sukarno-Hatta terletak diantara lapangan upacara dan gerbang bentar, pada pedestrial terdapt prasasti berbunyi "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai Pahlawannya."

4. Lapangan Upacara
sebagai tempat untuk memperingati hari 10 November dan 17 Agustus hari proklamasi Bangsa Indonesia.

5. Koleksi Paung Areal Barat
a.) Gubernur Soeryo adalah Gubernur pertama Jawa Timur tahun 1945 yang berperan pada tanggal 10 November 1945.
b.) Doel Arnowo adalah Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Surabaya yang ikut berperan pada tanggal 10 November 1945 tersebut.
c.) Bung Tomo adalah tokoh pencetus BPRI (Barisan Pemberontak Republik Indonesia) yang sangat menonjol mengobarkan semangat  juang arek-arek Suroboyo.

6. Monumen Tugu Pahlawan
Jika diperhatiakan secara detail Tugu Pahlawan yang berdiri kokoh dengan ketinggian mencapai 41,15 meter itu seperti bentuk lingga atau paku terbalik, dimana tubuh tugu berbentuk seperti lengkungan sebanyak 10 lengkung yang terbagi atas 11 ruas. Jadi jika digabungkan antara ruas, tinggi dan jumlah lengkungan maka mengandung makna tanggal bersejarah yakni 10-11-1945.

7. Batu Prasasti
Batu ini berasal dari malang bertuliskan "Padamu generasi, tanpa pertempuran Surabaya, Sejarah Bangsa dan Negara Indonesia akan menjadi lain.

8. Areal Patung Pahlawan tak dikenal.
Terletak dibelakang Tugu Pahlawan dikelilingi kolam, dibawahnya terdapat tulang belulang para pejuang yang gugur tanpa nama.

9. Koleksi Museum
Koleksi Museum 10 November bagian dalam terdiri dari: 
a. Ruang Bawah I
Terdapat nama tokoh dan organisasi yang terlibat pertempuran 10 November dan maket tugu Pahlawan.
b. Ruang Bawah II
Terdapat diorama patung, sociodrama pidato Bung Tomo dan koleksi-koleksi tempo dulu.
c. Ruang Auditorium
d. Ruang Diorama Elektronik
Digambarkan peristiwa pertempuran arek-arek Surabaya melawan sekutu hingga sekutu kalah.
e. Ruang Atas I 
- Vitrin I Gambaran Surabaya Tempo Dulu.
- Vitrin II Gambaran Perlawanan Rakyat Surabaya melawan sekutu
- Vitrin III Gambaran akibat pertempuran Rakyat Surabaya melawan sekutu.
- Vitrin IV Gambaran prosesi peletakan dan pendirian  tugu pahlawan
- Senjata : Berbagai macam senjata yang dipakai dari mulai pistol hingga senjata otomatis.
- Radio : Hasil sumbangan keluarga Bung Tomo
- Lukisan : 

f. Ruang Atas II 
- Diorama Statis I : Pembentukan KNI, BKRI, dan TKR serta inseden di hotel Yamato, penyerbuan markas Kempetai.
- Diorama Statis II : Ekspedisi Pulau Nyamuk, Pertempuran 3 hari, perundingan Soekarno dan Hawthorn (30 Okt 1945) dan penolakan arek-arek surabaya terhadap sekutu.

Foto selengkapnya di sini
[]Lovalia - Berbagai 

2 komentar
Label: ,

SEJARAH KEMERDEKAAN INDONESIA ( 17 AGUSTUS 1945 )

17 Agustus 1945 merupakan hari besar kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Pada tanggal tersebut, merupakan hari paling bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, karena di hari itulah awal dari sejarah rakyat Indonesia dalam memproklamasikan kemerdekaannya setelah ratusan tahun lebih di dalam naungan penjajahan, sekaligus pertanda awalnya revolusi Indonesia.
Namun, dibalik itu semua, menyimpan misteri-misteri yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya. Dan sebagai rakyat Indonesia, yang mencintai akan sejarah bangsanya, sudah sewajarnyalah untuk mengetahui misteri-misteri apa saja yang terkandung di dalamnya.
Berikut ialah misteri-misteri tentang kemerdekaan Republik Indonesia yang sakral tersebut :
1. Alasan Soekarno Menetapkan Tanggal 17 Agustus Sebagai Hari Proklamasi Indonesia
Dua hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi percakapan antara Soekarno dengan Sukarni.”Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17,“ ujar Soekarno kala itu.
”Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?” tanya Sukarni.
”Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi, saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama, kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia,“ Soekarno menerangkan alasannya.

2. Bung Karno Menantang Para Pemuda Radikal Untuk Memotong Lehernya
AM Hanafi, tokoh Angkatan ’45 dan mantan dubes RI di Kuba, dalam buku Menteng 31 menulis, ”Tanggal 14 Agustus 1945 pukul 15.00 beberapa pemuda radikal berkumpul di sebuah pekarangan yang banyak pohon pisangnya, tidak jauh dari lapangan terbang Kemayoran. Mereka adalah Chaerul Saleh, Asmara Hadi, AM Hanafi, Sudiro, dan SK Trimurti. Kami menantikan kedatangan Bung Karno dan Bung Hatta dari Saigon. Kami pikir keduanya diiming-imingi Jepang dengan janji kemerdekaan kelak di kemudian hari. Janji yang kami anggap menghina bangsa Indonesia. Kami para pemuda tidak mau kemerdekaan hadiah.”
Ketika Bung Karno dan Bung Hatta hendak masuk mobilnya, Chaerul Saleh menghampiri mereka, dan berkata, ”Proklamirkan kemerdekaan sekarang juga.” Bung Karno yang tidak senang di desak lantas mengatakan, ”Kita tidak bisa bicara soal itu di sini. Lihat itu, Kempetai mengawasi kita.” Lalu ia masuk ke mobil, dimana Bung Hatta sudah berada di dalamnya.
Jakarta kala itu sangat tegang. Golongan tua termasuk Bung Karno dan Bung Hatta berpendapat, sebaiknya kemerdekaan dicapai tanpa pertumpahan darah. Ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan pihak Jepang. Sebaliknya, kelompok pemuda sudah tidak sabar lagi. Kemerdekaan harus segera diproklamasikan, tanpa bantuan dan melibatkan bangsa asing mana pun.
Pada 15 Agustus 1945 pukul 20.00, di salah ruangan Lembaga Bakteriologi, di Pegangsaan Timur 17 (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat UI), para pemuda dan mahasiswa mengadakan pertemuan di bawah pimpinan Chaerul Saleh. Hasilnya, pukul 23.00 mereka mengutus Wikana dan Darwis mendatangi Bung Karno dan mendesak agar esok hari (16/8) memproklamasikan kemerdekaan. Bung Karno menolak. Alasannya ia dan Bung Hatta tidak ingin meninggalkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Apalagi PPKI esoknya akan rapat di Jakarta.
Mendengar penolakan itu, Wikana mengancam, ”Kalau Bung Karno tidak mau mengumumkan proklamasi, esok akan terjadi pertumpahan darah di Jakarta.” Bung Karno pun naik pitam, ”Ini batang leherku. Potonglah leherku malam ini juga.” Wikana terkejut melihat kemarahan Bung Karno itu.

3. Tanpa Kehadiran Bung Hatta, Maka Proklamasi Tidak Akan Pernah Ada
Ancaman para pemuda rupanya bukan omong kosong belaka. Pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00, setelah sahur, mereka menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Di sini sekali lagi para pemuda di bawah pimpinan Sukarni gagal memaksa keduanya untuk memproklamasikan kemerdekaan.
‘Perdebatan’ kelompok muda dan tua terjadi kembali pada menit-menit menjelang proklamasi. Meski proklamasi diputuskan akan dibacakan pukul 10.00 di kediaman Bung Karno, para pemuda tetap gelisah. Mereka khawatir tentara Jepang akan menggagalkannya. Mereka mendesak Bung Karno agar segera membacakannya, tanpa menunggu kehadiran Bung Hatta.
”Saya tidak akan membacakan teks proklamasi, kalau Bung Hatta tidak ada. Jika Mas Muwardi tidak mau menunggu, silahkan baca sendiri,” kata Bung Karno dengan lantang. Tak lama kemudian terdengar teriakan, ”Bung Hatta datanggg… Bung Hatta datanggg...!!!” Maka, tepat pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan RI pun diproklamasikan.

4. Bung Karno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi, dan sangat lelah setelah begadang bersama para penyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah-tengah bulan puasa Ramadhan.
'Pating greges', keluh Bung Karno setelah dibangunkan Dr. Soeharto, dokter pribadi kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati.
Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat dan khidmat itu selesai, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya (masih dalam kondisi meriang), akan tetapi sebuah revolusi telah dimulai.

5. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun.

6. Bendera dari Seprai dan Kain Tukang Soto
Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi Republik Indonesia. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat pertama kalinya? Warna putihnya diambil dari kain seprei tempat tidur, dan warna merahnya dari kain tukang soto.

7. Perintah Pertama Presiden Soekarno Saat Pertama Kali Menjadi Presiden RI adalah Memanggil Tukang Sate
Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekrit, melainkan memanggil tukang sate. Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki).
“Sate ayam lima puluh tusuk!” perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya, sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.

8. Soekarno Memandikan Penumpang Pesawat dengan Air Seni
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Bung Karno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat, dan Dr. Soeharto (dokter pribadi Bung Karno), menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda.
Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang termasuk dirinya.

9. Bung Hatta Berbohong Demi Proklamasi

Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia.
Bung Hatta memakai paspor dengan nama 'Abdullah - co-pilot'. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi.
Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an, dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa 'Abdullah' itu adalah Mohammad Hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya.'You are a liar !' ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru.

10. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan Di Bawah Pohon

Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat di dokumentasikan dan di saksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka.
Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar, padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang saat itu?

11. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah

Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah. Dan anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah.
Diah menemukan draft proklamasi itu di dalam keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun, 9 bulan, 19 hari.

12. Indonesia Mungkin Saja Punya Lebih Dari Dua Proklamator

Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya 'lebih dari dua' proklamator. Pada saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat dini hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya.
Tetapi, usul ditolak oleh Soekarni, salah seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta, dan "calon proklamator yang gagal" : Achmad Soebardjo, Soekarni, dan Sajuti Melik. 'Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau', gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.

13. Gelar Proklamator Hanyalah Gelar Lisan
Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun. Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.

14. Tidak Ada Nama Jalan Soekarno-Hatta

Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang memproklamirkan kemerdekaan, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia.
Sampai detik ini, tidak ada 'Jalan Soekarno-Hatta' di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.

15. Soepeno Satu-Satunya Menteri Yang Tewas Ditembak Belanda

Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda.
Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun.

16. Jenderal Soedirman Tidak Pernah Duduki Jabatan Resmi
Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet Republik Indonesia. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun.

17. Sutan Sjahrir Memiliki Prestasi “Luar Biasa”
Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi “luar biasa” dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat, 1966 di Zurich, Swiss, statusnya ialah sebagai "tahanan politik". Tetapi, waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai "Pahlawan Nasional Indonesia".

18. 17 Agustus Merupakan Tanggal Kematian Bagi Pencetus Pilar Indonesia
Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR. Soepratman (wafat 1937), dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894).

19. Hubungan Antara Revolusi Indonesia dan Hollywood Memang Dekat.
Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut “hampir secara kebetulan” dirayakan di sebuah hotel Hollywood.
Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris, Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS).
Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan “Mr. President” atau “Your Excellency”, tetapi dengan “Prince Soekarno”.

20. Setting Revolusi di Indonesia Diangkat Ke Dalam Film
Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, 'Tahun Vivere Perilocoso' (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film 'The Year of Living Dangerously'.
Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan ke Indonesia pada 1960-an, pada detik2 menjelang peristiwa berdarah th 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing.

21. Bendera Merah Putih dan Perayaan Tujuh Belasan Bukan Hanya di Indonesia
Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.
Selain itu, masih menjadi perdebatan apakah lagu Indonesia Raya benar-benar merupakan karya asli WR Supratman, ataukah 'terinspirasi' oleh lagu Perancis, 'Les Marseilles', yg memiliki nada-nada yg sangat mirip?

22. Kalimantan Dipimpin 3 Kepala Negara

Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, terdapat 3 kepala negara yang memerintah. Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak, Malaysia), serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam).

23. Ibukota Negara Indonesia Berpindah Sampai Tiga Kali
Belum ada negara di dunia ini, yang memiliki ibukota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibukota, yakni : Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948), dan Bukittinggi (1948-1949).

24. Akbar Tanjung Jadi Menteri Pertama “Orang Indonesia Asli”
Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar 'orang Indonesia asli'. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu.
'Orang Indonesia asli' pertama yang menjadi menteri adalah Ir. Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993), era pemerintahan Soeharto.

[] Lovalia - Berbagai Sumber

0 komentar
Label:

PRAGMATISME PENDIDIKAN INDONESIA

Ketika saya menulis artikel ini saya sedang berada di arena Rapat Koordinasi Bidang Advokasi & Seminar Pendidikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah. Kegiatan yang mengangkat tema : "Pendidikan Indonesia antara Ideal dan Pragmatis" ini mengusik hati dan pemikiran saya.

Pragmatis, sebuah kata yang masih terasa "ngambang" dalam pemahaman saya. Hingga akhirnya setelah saya searching apa itu pragmatis dan pragmatisme, saya menemukan sedikit pencerahan.

Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.
( Wikipedia - Indonesia )
Berbicara pendidikan Indonesia , banyak sekali pihak yang mengeluhkan dunia pendidikan Indonesia semakin semrawut dan ruwet. Mulai dari Ujian Nasional yang menjadi momok menakutkan bagi siswa, kurikulum yang tidak efisien penerapannya karena sering berganti-ganti, sampai pada kecurangan dan kebohongan oleh siswa yang difasilitasi pihak sekolah sendiri.

Kasus-kasus kecurangan dan kebohongan tersebut mencerminkan mental bangsa yang semakin memprihatinkan. Orientasi pendidikan yang menekankan pada tingkat kelulusan, tingginya nilai akademik, dan kualitas sekolah dengan embel-embel RSBI dan SBI membuat bangsa kita terancam tidak mempunyai generasi yang berkualitas ( untungnya sudah dihapus ). Minimnya pendidikan karakter di Indonesia juga mengakibatkan bangsa ini berjalan tanpa ideologi dengan hilangnya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dimiliki tiap-tiap daerah.

Pengaruh kapitalisme dan rendahnya pendidikan karakter yang masuk di dunia pendidikan mengubah masa depan dunia pendidikan hanya menjadi sebuah proses alat reproduksi produksi, di mana hilangnya mental bangsa dan hanya fokus pada penekanan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar (kapitalisme). Pragmatisme pendidikan ini terlihat dari kasus-kasus kecurangan di atas, di mana murid maupun guru berlomba-lomba untuk (hanya) lulus dan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau hanya mendapat pekerjaan.

Institusi pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi dewasa ini lebih menekankan bagaimana menciptakan alat produksi (baca: tenaga kerja) dan menyiapkan calon tenaga kerja (proses reproduksi) untuk kebutuhan kapitalis yang hanya mengejar keuntungan dengan pengoptimalan sumber daya alam yang terbatas. Globalisasi di dunia pendidikan di Indonesia membuat negara ini seakan tidak mempunyai kemampuan dan sekuritas untuk melindungi warga negaranya, karena tidak memiliki aspek strategi dan lemahnya legitimasi yang ada.

Masa depan generasi yang akan datang ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ditentukan oleh kualitas pendidikan, dan hal ini mutlak menjadi peran negara. Konstitusi mengamanahkan kepada negara untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Amanat pasal 31 UUD 1945 yang mengharuskan negara wajib membiayai pendidikan dasar bagi seluruh warga negara dan tujuan besar pendidikan nasional yang tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam UU Sisdiknas pasal 12 ayat 1 poin d yang menyebutkan bahwa, “Peserta didik mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orangtuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.”

Kemudian hal tersebut tidak sejalan dengan fakta dari data Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2010 yang mengungkapkan, bahwa jumlah anak Indonesia yang terancam putus sekolah saat ini mencapai 13 juta yang terdiri dari usia 7 sampai 15 tahun. Dan hal ini tidak sejalan dengan program wajib belajar 9 tahun yang digalakkan pemerintah karena usia anak yang putus sekolah adalah usia anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian berdasarkan data Human Development Indexs (HDI) tahun 2009, Indonesia menempati urutan ke-111 dari 180 negara mengenai standar pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup untuk semua negara di dunia.

Belajar dari Taman Siswa
Taman Siswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-citanya. Bagi Taman Siswa, pendidikan bukanlah tujuan tetapi media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya. Merdeka lahiriah, artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik, dll. Sedangkan merdeka secara batiniah adalah mampu mengendalikan keadaan.

Konsepsi dasar Taman Siswa untuk mencapai cita-citanya adalah kebudayaan, kebangsaan, pendidikan, sistem kemasyarakatan, dan sistem ekonomi kerakyatan. Pokok pikirannya adalah bahwa bangsa ini tidak boleh kehilangan jati diri, menjaga keutuhan dalam berbangsa, menjalankan pendidikan yang baik untuk mencapai kemajuan, terjadinya harmonisasi sosial di dalam bermasyarakat, serta menghindari terjadinya kesenjangan ekonomi yang terlalu tajam antarwarga negara.
Pendidikan Taman Siswa mempunyai ciri khas Pancadarma, yaitu kodrat alam (memperhatikan sunatullah), kebudayaan, kemerdekaan (memperhatikan potensi dan minat masing-masing individu dan kelompok), kebangsaan (berorientasi pada keutuhan bangsa dengan berbagai ragam suku), dan kemanusiaan (menjunjung harkat dan martabat setiap orang).

Sistem Among menjadi dasar pendidikan Taman Siswa, yaitu suatu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersendikan kodrat alam dan kemerdekaan. Dalam sistem ini setiap pendidik harus meluangkan waktu sebanyak 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kepada anak didik sebagaimana orangtua yang memberikan pelayanan kepada anaknya.

Melihat konsep Taman Siswa dengan realitas sekarang telah terjadi disorientasi pendidikan yang berawal dari proses kapitalisme membuat pelaku pendidikan, mulai dari murid, orangtua, maupun guru dan pemangku kewenangan, berpikiran sempit, menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk mendapat pekerjaan. Yang terjadi kemudian tersedianya lumbung-lumbung tenaga kerja bukan lumbung intelektualitas di satu sisi dan personalitas di sisi yang lain.
Lovalia : Berbagai sumber

0 komentar
Label:

NEGARA SEDANG KACAU... KAMU DILARANG GALAU !!!

Add caption

GALAU. Lima huruf yang sejak tahun 2012 ( seinget saya ) never die banget di kalangan anak muda. Diputusin pacar, GALAU. Nggak bisa ngerjain tugas GALAU. Sampe-sampe nggak bisa buka tutup botol pun GALAU. Mereka yang seperti ini, sebut saja namanya Galauers.

Saya menulis seperti ini bukan untuk menjustifikasi, bukan. Sama sekali bukan. Saya sangat menghargai kamu yang sedang jatuh cinta. Saya pun turut bersimpati kepada kamu yang sedang patah hati. Saya juga jomblo, mungkin sama dengan kamu yang di sudut sana. Saya juga sedang pusing dengan tugas yang bertumpuk, sama dengan kamu yang di sudut sini. Saya  juga sedang kena kantong kering , mungkin sama dengan kamu yang di sono. Saya juga ehmm.... sedang diam-diam mengagumi seseorang ceiliiieeeeee.... ( just kidding ). Tapi bukan lantas saya harus install galau everytime, everywhere.

Setiap orang pasti pernah atau mungkin sering merasakan perasaan ini. Seiring berkembangnya kecanggihan teknologi yang memanjakan kita dalam fitur ‘status update’, kita sering lupa diri dalam menggunakan fitur tersebut. Termasuk untuk melampiaskan kegalauan yang dirasakan. Berkat canggihnya fitur tersebut kita ga perlu pusing lagi saat menghadapi teman atau rekan yang moodnya lagi jelek. Ga perlu lagi susah-susah nyari kalimat yang tepat untuk menanyakan penyebab jeleknya mood dia hari ini, tanpa harus menyinggung atau terdengar usil. Cukup cek timeline dia di Twitter atau liat status terbarunya di Facebook, maka kemungkinan besar jawabannya bisa didapat.

Itulah yang membuat saya menuliskan curhat saya ini. Karena malam ini , ternyata facebook dan twitter masih jadi media favorit para galauers yang didominasi dengan tema : CINTA . Sumpah nyesek banget melihat deretan status para anak muda ini yang menunjukkan seolah-olah dirinya lebih merana dari Rama yang ditinggal Shinta. Sebagian lagi berusaha mengekspresikan cinta yang bertepuk sebelah tangan sampai-sampai tangannya keseleo. Dan di sudut sana ada pula yang mengekspresikan kejamnya sahabat ibarat pagar makan tanaman, saya nggak tau gimana pagar itu bisa tiba-tiba hidup. Dan yahh masih banyak lagi yang lainnya, saya yakin kamu juga tau.

Di sisi lain saya salut kepada mereka yang konsisten memiliki label Galauers.Meskipun politik negara sedang kacau, meskipun banyak orang panik BBM mau naik, meskipun pemerintah meluncurkan tiga Kartu Ajaib, meskipun sinabung meledak lagi, tapi mereka tetap saja menggalau. Saya tidak tau apakah kawan-kawan ini memang tidak mau terlibat hal-hal rumit macam issu negara atau memang tidak memiliki kepedulian pada sekitar (saking sudah tingginya level galau ).

Galau masalah kenaikan BBM sah sah aja. Kamu bisa share opinimu tentang permasalahan di negeri yang semakin galau ini. Tapi please, kalau melulu tentang cintamu negara nggak bakal ngurusi keleess...  Kecuali kalau nanti ada parlemen yang khusu menampung galauers.

Update status memang asik. Nge-junk di Facebook juga enak. Tapi sebetulnya sesumbar di dunia maya ngak bagus loh. Kenapa?

Yaiyalah .. ruang privasi semakin sempit. Udah nggak ada lagi istilah ‘rahasia’ karena siapapun bisa tahu suasana hati kamu lewat status yang kamu update. Dan dari status itu juga bisa menguntungkan para stalker—yang bisa saja punya maksud jahat ( ngga maksud suudzon sih).

Terus kamu juga bakal kehilangan sisi misterius kalau keseringan "jujur" lewat bahasa status. Ga bakalan ada rasa ‘greget’ lagi kalo semuanya serba diketahui. Politikus aja main rahasia-rahasiaan , masa iya kamu nggak punya rahasia ?

Anak muda kok galau melulu ? No Respon ,,, Move On guys. Kalau ada orang yang nggak bisa menghargai kamu,paling tidak kamu punya banyak hal untuk kamu HARGAI SENDIRI. Diri kamu contohnya. Karena logikanya :

Analogi 1:

Jika ada seorang sering sesumbar di dunia maya bahwa ia kesepian karena ga punya pacar, maka orang lain yang membacanya akan berkesimpulan bahwa dia cewek nggak laku. Dan bisa saja berpikir bahwa mungkin ada sesuatu yang salah dengannya makanya ga laku-laku.

Beda lagi dong sama yang bertahun-tahun menjomblo ( mungkin dari lahir ) tapi dia lebih suka update status cerdas dan berkualitas. Dia paham apa yang terjadi di sekitarnya. Dia peka, dia punya kepedulian dan dia bukan korban perasaan karena dia pandai menjaga perasaan. Hmmm ini baru anak muda pilihan bangsa..

Analogi 2:
Jika ada seorang sering sesumbar di dunia maya bahwa ia masih kangen atau sayang sama mantannya—walaupun secara implisit, maka bisa menutup kemungkinan ada laki-laki lain yang mendekatinya. Siapa juga yang mau macarin orang yang masih terbayang-bayang masa lalu bersama sang mantan? Padahal laki-laki tersebut bisa jadi jauh lebih baik daripada mantan pacarnya. Who knows?

100% beda dong sama anak muda yang rindu kedamaian dan kesejahteraan di tanah air ini. Anak muda yang selalu terbayang untuk menjadikan dirinya sukses dan berkarya untuk negeri, bukankah itu lebih hebat ?

Analogi 3: Jika ada seorang  sering sesumbar di dunia maya bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, ehm..paling-paling cuma mengundang reaksi orang usil untuk bilang “Yaaaah. Kasian deeh!”

Beda lagi dengan orang yang always update pemikiran-pemikirannya yang berkemajuan. Pastinya akan dapat teman sharing yang juga berfikir berkemajuan.

Jadi gimana caranya bias GALAUMU ITU BERMANFAAT ?

May be kamu harus Punya diary! Itulah kenapa si Boy punya catatan harian. Itulah kenapa ada The Princess Diaries, The Diary of Anne Frank, dsb. Writing on a diary is like a medication. Tuliskan apa yang kamu rasakan dengan bahasamu sendiri. Tuliskan dan terus tuliskan. Nggak perlu hal-hal rahasia, cukup apa adanya yang kamu rasakan. Kamu juga bisa menuliskan solusimu sendiri. Kamu bisa menuliskan apapun yang kamu rasakan. Siapa tahu suatu ketika ada yang mengalami kisah sepertimu, kamu bisa memberikan catatanmu kepada orang tersebut. Manfaat kan ? Motivator itu nggak harus Mario Teguh kok.

Tapi diary kesannya kan kuno banget. Gimana kalo susah buat konsisten nulis di catatan harian pribadi? Gimana kalo terlanjur enjoy dengan update status or twit ?

Ya pelan-pelan "pindah lapak kegalauan" . Diary nggak harus buku kan ? Kamu bisa menuliskan semua itu di blog, atau bahkan CATATAN Facebook. Siapa tau aja kamu jadi favorit para pembaca blog kayak mbak HANA di sinetron CHSI haha :D

Ya saya sih cuma saran aja. Karena eman banget kalau anak muda sekeren kamu cuma peduli sama perasaannya sendiri, cuma peduli sama kegalauan dan tidak pernah memikirkan kemajuan. Heloo guys pacaran itu nggak wajib tapi sukses itu wajib. Gimana mau sukses dan berguna kalau galau melulu kamunya ? Yang ada sukses menggalau iya.

[]Lovalia






0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters