Tampilkan postingan dengan label Blora - Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blora - Wisata. Tampilkan semua postingan
Label: , , , , , , , ,

Wisata Blora - Monumen Nol Kilometer Cepu Pertamina



Aku memohon perlindungan baginya (Ayatuz Zidni Everesta Apriyonia) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk." (HR. Abu Daud) , Amiin

Moment piknik pertama untuk Zii di tanggal 22 Februari 2021. Piknik tipis-tipis di Kilometer 0 Cepu Pertamina.

Kilometer 0 Cepu Pertamina adalah sebuah objek wisata sejarah berupa monumen yang terletak di Kecamatan Cepu, kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tepatnya di Jl. Gajah Mada, Mentul,  Kelurahan Karangboyo, dekat dengan lapangan Bina Patra.

Monumen ini merupakan pengingat bahwa sejarah dunia industri perminyakan di Indonesia yang dikelola oleh Pertamina itu dimulai dari sebuah sumur minyak yang ada di Cepu ini.

Seperti namanya, Monumen Kilometer 0 Cepu Pertamina ini memang dibangun oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, untuk mengingatkan sejarah perminyakan di Cepu. Karena itu pula, Pertamina EP Aset 4 melengkapi Monumen Kilometer 0 dengan monumen Pompa Unit karena arti tersendiri bagi pergerakan bisnis Pertamina.


Selain itu, Pompa Unit ini bisa dijadikan wahana edukasi bagi masyarakat agar mengetahui tahu proses pengangkatan minyak bumi menuju penampungan menggunakan unit pompa ini. Monumen Kilometer 0 Cepu Pertamina juga memberikan pesan untuk senantiasa mengawali hidup ini, untuk terus belajar dan hidup benar. 

Selain monumen, di sini juga ada taman yang dilengkapi tempat bersantai dan beberapa koleksi burung. Sebelum pandemi mendera, setiap malam minggu sering ada pertunjukan seni di sini lho. Semoga pandemi ini lekas berakhir ya, amiin...


Sudah pernah ke sini kak?

 #PesonaIndonesia

#IndonesiaIndah 

#WonderfulIndonesia 

#IndoTraveller 

#TrueClimber 

#TheROKer

#BloraTheExplorer 

#MyShafarMySyiar 

#DiaryPendaki 

#CatatanPerjalanan 

#BackpackerIndonesia 

#HijabTraveller

#Wisatakuliner

#wisatablora

#Cepueksis

#WisataBelanja

#Kulinerblora

#EksploreBlora

#PasarBlora

#PasarTradisional

#Pertamina

#Patuhprotokolkesehatan

#LawanCorona

#Kedungtuban 

#Blora

#JawaTengah 

#VisitIndonesia 

#Indonesia

#Bayilucu

#MyBaby

0 komentar
Label: , , , ,

Wisata Blora : Puncak Suroyudan , Pesona Kebun Matahari

Matahariku

Satu lagi destinasi wisata lokal Blora yang layak masuk daftar rekomendasi kamu saat hendak berpetualang di Kabupaten Blora. Wisata ini terletak di wilayah utara kecamatan Jepon yang pastinya seru banget untuk dikunjungi. Wisata tersebut digugusan Pegunungan Kendeng dan berada diketinggian sekitar 300 mdpl. 

Lokasi ini merupakan Kebun Bunga Matahari di Puncak Suroyudan. Tepatnya terletak di  Ds Soko di seberang jalan pemandian Sayuran. Tidak perlu bingung mencarinya karena menuju lokasi ada papan penunjuk jalan Lur.

Berasa di negeri dongeng
Murah meriah, cukup bayar parkir Rp 2.000,- anda bisa jalan kaki menyusuri lereng bukit. Jalan menanjak sekitar ketinggian 20 meter dan bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 10 menit. Bunga Matahari yang berada di kebun seluas 3000 meter persegi ini tampak syahdu menyambut kedatangan pengunjung. Lokasi yang indah untu kamu para pecinta fotografi atau yang ingin pre wedding di sini. :D

Bila hendak  berlibur ke Kebun Bunga Matahari nan cantik ini tidak perlu repot bawa bekal aneh aneh. Bila lelah karena kepanasan dan perut kondisi keroncongan, di seberang jalan dari lereng bukit kebun matahari ini ada resto baru yang menawarkan pesona landscape alam Blora yang menakjubkan, yaitu Warung Dhuwur Blora (WDB).

So, selamat liburan Lur ...
Pemandangan Puncak Suroyudan

[]Lovalia 
Berbagai Sumber

0 komentar
Label: , , ,

Seni Budaya Blora : Wayang Krucil

Wayang merupakan budaya khas dan asli dari Indonesia terutama di pulau jawa,sebagian wilayah wilayah yang terletak di pulau Jawa memiliki ciri khas Wayangnya sendiri,terutama Kota Blora.Kota ini memiliki wayang yang unik yaitu Wayang Krucil,wayang yang satu ini memiliki perbedaan dari yang lainnya,yaitu dari bahan dan bentuknya,wayang yang ini cenderung lebih kecil dari wayang lainnya,dan karena bentuknya yang kecil dan bagus,membuat orang yang menontonnya akan tertarik.
Sumber Foto : www.infoblora.com

Selain seni Barongan,Blora masih memiliki seni yang tidak kalah denganny,termasuk adalah Wayang Krucil ini,pementasan wayang ini biasanya dilakukan setiap hari hari besar seperti HUT RI,Sedekah Bumi dan lainnya

Namun banyak masyarakat yang hampir melupakan kebudayaan ini.Wayang ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan wayang-wayang lainnya,dan pada saat di tengah tengah pertunjukan,biasanya terjadi dialog antara dalang,wayang,dan penyinden yang mementaskan wayang ini,dan berikut adalah para tokoh-tokoh pewayangan yang ada di dalam wayang krucil :

  • Damarwulan
  • Menakjingga
  • Layangseta
  • Layang Kumitir
  • Logender
  • Prabu Kencanawungu
  • Patih Udara
  • Wahita
  • Puyengan
  • Adipati Sindura
  • Menak Koncar
  • Ranggalawe
  • Buntaran
  • Watangan
  • Anjasmara
  • Banuwati
  • Panjiwulung
  • Sabdapalon
  • Nayagenggong
  • jaka Sesuruh
  • Prabu brawijaya
  • Angkatbuta
  • Ongkotbuta
  • Dayun
  • Melik
  • Klana Candrageni
  • Klanasura
  • Ajar Pamengger
  • Dewagung Walikrama
  • Dewagung Baudenda
  • Daeng Marewah
  • Daeng Makincing
Tokoh yang digunakan termasuk tokoh yang sangat unik dan sangat banyak,serta tokoh yang ada di dalam wayang krucil ini memiliki sifat atau karakter yang berbeda beda dan beragam,maka dari itu wayang yang satu ini tidak mudah membuat bosan orang yang menontonnya.Namun sekarang ini sudah sangat menurun yang meminati pementasan Wayang Krucil  ini,mungkin hanya sebagian saja yang masih berminat untuk menonton pertujukan ini.Serta para pengerajin wayang krucil ini juga sudah berkurang tahun demi tahun,hal ini bisa jadi disebabkan oleh menurunnya para peminat wayang krucil sehingga para pengerajin sudah tidak lagi membuat atau menghasilkan wayang wayang krucil.

Wayang ini mempunyai sejarah yang sangat besar,jenis wayang ini adalah jenis yang digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk berdakwah diwilayah pulau jawa terutama pada Jawa Tengah dan sangat berkembang pesat dari zaman ke zaman,namun belakangan ini kesenian wayang sudah tidak lagi diminati serta telah tergeser oleh budaya budaya asing dari luar negeri.Marilah kita lestarikan budaya budaya Indonesia salah satunya adalah Wayang Krucil.

Sekian ulasan yang dapat saya berikan,semoga bermanfat bagi anda.Terima kasih sudah membaca ulasan ini dan marilah kita lestarikan budaya Indonesia.
[]Lovalia : Berbagai Sumber

0 komentar
Label: , , ,

Wisata Blora : Dipo Lokomotif Tua, Cepu

gerbong kereta minyak dan batubara
Kalau kamu berkeliling Kota Cepu, kamu pasti akan menemukan banyak jalur rel yang sudah tidak terpakai. Jika kebetulan kamu penasaran dan mengikuti jalur rel tersebut, kamu akan sampai ke Pusat Diklat Pertamina. Bekas jalur ini dulunya merupakan jalur rel untuk mengangkut minyak dari kilang, tetapi sudah tidak dipakai lagi sejak lama.

ini salah satu kereta yang masih terawat dengan baik
Kemudian kalau kamu ikuti terus, kamu akan menemukan jalur rel lain di sekitar tempat itu. dan tak lama kemudian kamu akan menemukan tempat yang di dalamnya terdapat banyak kereta. Yaps kamu akan tiba di Dipo Loko milik Perhutani yang terkenal hingga mancanegara itu. Dipo ini tepatnya berada di kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. 

Roda-roda kereta tua
Di tempat itu kamu mungkin akan menjumpai beberapa tukang kayu yang sedang mengerjakan pesanan. Sapalah mereka dan mintalah izin masuk ke dipo untuk melihat-lihat apa saja di dalamnya. Terlihat kondisi loko-loko di sini cukup memprihatinkan dan kotor, mungkin karena mahalnya biaya perawatan. Selain itu sudah lama tidak beroperasi karena masih sepi peminat dan kurangnya promosi.

Ini milik kita, bangsa Indonesia
Pak Eko, salah serang pengurus dipo ini mengatakan, “Dulu ada orang dari Jerman datang ke sini, mereka bahkan melepas kaosnya untuk membersihkan loko-loko uap ini, mungkin karena begitu cintanya dengan loko buatan nenek moyang mereka,” beliau bercerita. Bahkan dari beliau kami mendapat info bahwa dulunya loko-loko ini sempat mau diambil oleh orang Jerman, mereka menuntut mau dikembalikan ke sana. Namun, kereta ini khan sekarang sudah menjadi milik bangsa Indonesia, khususnya Perhutani. Akhirnya tidak terjadi karena mereka kalah di pengadilan.

Rel tua yang masih utuh, luar biasa
Sebagaimana Dipo kereta tua lainnya, tempat ini pun konon menyimpan cerita mistis. Tak heran beberapa waktu lalu sempat dijadikan lokasi syuting Mister Tukul Jalan-jalan. Wow...

Pohon beringin yang penuh aura mistis
Tapi, di samping cerita mistisnya, di tempat ini kamu akan merasakan sensasi Indonesia di zaman perjuangan dan mungkin membawa kamu pada nuansa film Kereta Api Terakhir hihi... Tidak usah takut, tempatnya adem, asri dan cocok untuk hunting foto. Ingat ya , tetap jaga kesopanan dan jangan merusak apa yang ada di sini. 

Mari lestarikan aset berharga ini
Naiklah kereta uap ini, karena selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah hutan jati di Cepu, Anda juga ikut serta menjaga kelestarian loko uap ini. 

[]Lovalia

0 komentar
Label: , , ,

KESENIAN BLORA : TAYUBAN

Tayuban merupakan kesenian yang tradisional lainnya dari seni Barongan dan Wayang Krucil,seni ini sangat dominan dengan tarian tarian penari yang sangat teratur dan para penabuh gendang yang mengiringi iramanya dengan serempak sehingga terciptanya kesenian yang sangat dinamin san sangat indah untuk disaksikan.Seni Tayuban mempunyai arti tersendiri yaitu Tayub,tayub menurut bahasa artinya "ditoto guyub" dan dalam seni ini sangat kental dalam pelaksanaanya,arti kental disini adalah dalam proses kesenian tayuban tidak pernah berubah sejak dulu hingga sekarang,jadi tidak ada perbedaan dalam proses pelaksanaannya tidak ada yang berbeda dari dulu.

Dalam Kesenian Tayuban ini,sifat kekeluargaan dan persaudaraan sangat dijunjung tinggi jadi salah satu manfaat dari kesenian ini adalah mempererta tali persaudaraan dan kekeluargaan masyarakat Blora.Biasanya kesenia Tayub akan dilaksanakan pada saat menerima tamu tamu besar dan terhormat serta para wanita yang menjadi penari akan menyerahkan sampur atau selendang yang dikenakan atas petunjuk pengarih,para tamu akan menari bersama dengan para penari,Tamu ini disebut juga "ketiban sempur" yang berarti orang yang akan diserahi sampur oleh para penari wanita
Bapak Bupati sedang menari tayub pada Hari Jadi Kota Blora.

Sifat yang paling meninjol dari Tayuban sendiri adalah sifat kekeluargan dan persaudaraannya,dan juga sangat merakyat dikalangan orang dewasa sampai anak anak,dan juga kaum orang kaya dan kamu orang miskin,semuanya mengenali seni Tayub ini.Seni Tayub ini merupakan acara penghormatan kepada para tamu tamu besar dan terhormat,para wanita menarikan tarian tarian khas dari tari ini mulai dari gayanya yang lemah lembut dan krancak,dan yang paling unik dari seni ini adalah turut menarinya para penonton atau tamu yang menghadiri, sehingga menimbulkan sifat persaudaraan yang kuat.

Namun,seiring perkembangan zaman dan arus globalisasi yang sangat deras,sama seperti kesenian Wayang Krucil dan Barongan,kesenian ini mulai perlahan terkikis dari hati masyarakat,hanya orang tertentu saja yang masih meminati kesenian ini,karena seni Tayub sendiri sudah tergeser dengan budaya budaya asing dari luar negeri,kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya turut melesatrikan kesenian ini,jangan sampai seni Tayub ini punah dan tidak bisa dinikmati oleh anak cucu kita,mari kita lestarikan seni ini.

Sekian ulasan saya mengenai Seni tayuban Dari Blora,semoga berguna bagi anda dan mari lestarikan budaya ini.Terima kasih sudah membaca ulasan saya kali ini.
 
[]Lovalia
Berbagai Sumber 

0 komentar
Label: , , , , ,

Wisata Blora : Museum Mahameru Blora

Blora sebenarnya memiliki beberapa objek wisata yang mengagumkan. Namun hanya segelintir orang yang tahu, salah satu adalah Museum Mahameru ini yang dekat dengan lokasi alun-alun Blora yang sangat mudah dijangkau oleh transportasi. Sempat miir sih kenapa namanya museum Mahameru, kenapa bukan museum Mustika ya biar terasa mBlora tenan, haha sudahlah ...

Bernama lengkap Museum Mahameru Kabupaten Blora, berdiri di tengah riuh rindang daun-daun pohon glodogan di tepi Jembatan Kaliwangan. Museum sendiri menempati bangunan berlantai dua yang relatif sederhana dengan aneka koleksi asal Kabupaten Blora. Dari pecahan batu meteor yang jatuh di Desa Menden hingga arca-arca asal abad X-XIII temuan penggarap sawah Desa Kamolan di kedalaman satu meter.

Hasil gambar untuk museum mahameru blora
Koleksi paleontologi terdiri dari fragmen fosil gajah purba, maupun kerbau purba yang merupakan nenek moyang banteng jawa dan kerbau sekarang. Kabupaten Blora memang kondang sebagai salah satu daerah sebaran fosil di Jawa Tengah. Oleh sebab itu ditetapkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional sebagai kawasan studi purba.

Terbaru dari cerita fosil Blora adalah penemuan fosil gajah purba di Desa Medalem oleh Tim Vertebrata, Museum Geologi, Bandung pada tahun 2009. Boleh dibanggakan karena ini temuan terlengkap selama seratus tahun terakhir. Satu dari dua replika diserahkan kepada Pemkab Blora pada saat peringatan ulang tahun Museum Geologi ke-85 baru-baru ini.

Selain gajah dan kerbau purba, juga dipamerkan beliung persegi berusia 20.000 tahun ditemukan di Hutan Bogo, Randublatung mengungkap jejak manusia purba. Bagaimana yah caranya mengetahui usia beliung persegi. Terus alat ini digunakan untuk apa oleh manusia purba.

Sebuah replika tulang tengkorak manusia purba asal Ngandong tentu akan memantapkan Koleksi Blora di Museum Mahameru. Mengapa. Karena Desa Ngandong termasuk Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora alias manusia purba yang kini diidentifikasi sebagai Homo erectus soloensis berasal dari bumi Blora.Tengkorak yang sempat ikut GHR von Koenigswald melalang buana, kini disimpan di Universitas Gajah Mada. Carl Swisher dan kolega dari Berkeley Geochronology Center, Universitas California, memperkirakan manusia ngandong berumur 53.000-27.000 tahun. Artinya, mereka pernah ada bersama Homo sapiens di Pulau Jawa?

Koleksi keris disertai penjelasan tahapan pembuatan keris. Dimulai dari membesot (membersihkan besi dengan cara pembakaran dan penempaan), mencampur besi dan nikel menjadi lapisan pamor, membuat kodokan bilah keris, membentuk bakalan keris, grabahi yaitu membuat ricikan dan cembung cekungnya bilah keris, menghaluskan keris, menyepuh yaitu membuat besi menjadi kelihatan tua dan menjadi keras, terakhir adalah marangi agar keris tidak mudah berkarat.

Tentang keris sekali diceritakan Pram yang ternyata lahir di Blora. Saat pendudukan, keris dan pedang dirampas Jepang. Dia lalu disuruh ayahnya menyerahkan keris ke kantor asisten wedana. 'Di sana aku lihat satu ruangan telah penuh dengan keris,' tutur Pram. Namun ketika 'Keris Tuan Toer' diserahkan, si pejabat menyuruh Pram membawanya kembali. 'Kyai Bedor tidak disita,' kenangnya dalam Nyanyi Sunyi Seorang Bisu.

Koleksi dari Negeri Tiongkok yang jauh adalah guci masa Dinasti Song (960-1279). Sebuah dinasti yang berakhir karena ditaklukkan oleh Kubilai Khan, selanjutnya mendirikan Dinasti Yuan yang berkuasa sekitar satu abad (1271-1368). Sejarah kita pernah berhampiran dengan Khan. Pada tahun 1293, Khan mengirim seribu kapal perang ke Jawa sebagai jawaban atas tantangan dan penghinaan yang dilakukan Kertanegara, raja terakhir Singasari, terhadap utusan sebelumnya yang menuntut upeti tanda takluk. Sebuah ekspedisi yang tak dinyana mengambil bagian dari berdirinya Majapahit oleh Raden Wijaya. Kerajaan besar di masa lalu Indonesia yang mampu bertahan selama 234 tahun (1293-1527). Toh seperti lahir-mati, jaya dan runtuh itu.

Sebuah patung Dewa Shouxing (The Old Man of the South Pole) adalah satu-satunya koleksi yang mewakili hutan jati Blora yang terkenal. 

[]Lovalia
dengan memadukan berbagai sumber yang ada 

0 komentar
Label: , ,

WISATA BLORA : SURGA KEDUNG BANYU BIRU

banyu biru todanan(1) copy
Kecamatan Todanan tidak habis-habisnya memanjakan wisatawan dengan keindahan alam. Selain keberadaan Goa Terawang yang begitu eksotis dengan masih banyaknya hewan-hewan yang membuat indah suasana, kali ini wisatawan dimanjakan dengan keberadaan Kedung Banyu Biru.

Meski kemarau melanda keindahan danau yang terletak di kawasan persemaian bibit jati BKPH Kalonan KPH Blora di Desa Gayam tak luntur. Terlebih, dilokasi itu terdapat sungai yang airnya tak mengering dalam kondisi apapun.

Bagi yang ingin ke sana aksesnya cukup mudah. Apalagi jalan desa yang menjadi akses utama sudah sudah. Bagi yang berasal dari arah Semarang bisa langsung mengambil arah Purwodadi-Wirosari menuju ke Kunduran dan berhenti di pertigaan gagakan depan Puskesmas Kunduran. Dari situ Kadung Biru bisa ditempuh dengan jarak kira-kira 8 kilometer.

Kawasan Banyu biru atau banyu biru persis pada sebelah persemaian jati milik BKPH Kalonan KPH blorayang berjarak 150 meter dari BKPH Kalonan KPH blora.

Sementara bagi wisatawan yang berasal dari Blora, bisa mengambil arah menuju ke pertigaan Pasar Ngawen, kemudian belok ke kanan melintasi jalan menuju ke Japah, Padaan, Ngapus, hingga tiba di Todanan.

Hampir tiap hari, terutama hari libur dipastikan banyak orang yang ingin menikmati pesona keindahan alam gunung pencu. Hanya dengan membayar parkir 10000/orang pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Blora bagian barat itu.

Di sisi lain, keramaian banyu biru memang baru dikenal masyarakat luas sekitar pertengahan Juni lalu. Berawal dari pemuda Blora yang advanture kelokasi itu. Kemudian, para pemuda itu mengabadikan gambar sungai tersebut dan mengupload-nya ke media sosial.

Sontak, para nitizen penasaran dengan gambar itu dari foto itulah pengunjung mulai banyak. Bahkan, jika hari libur pengunjung sampai 500 orang lebih. Pengunjung lebih didominasi oleh kaum remaja.

Saat mengunjungi banyu biru itu suara gemericik air sudah terdengar 50 meter sebelum titik lokasi. Gemericik air dan hijaunya tumbuhan di sekitar lokasi membuat suasana semakin adem. Apalagi, ditambah dengan semilir angin alam yang bersih menambah para pengunung betah untuk menikmati ciptaan sang kuasa.

Sungai yang lebarnya kurang lebih 5 meter dan bebatuan khas sungai menjadikan suasana tampak indah. Selain itu hal yang menarik terdapat air terjun kecil yang menjadi sumber gemricik air itu. Dengan ketinggiannya, sekitar satu meter dan aliran air tak begitu deras membuat pemandangan di banyu biru terlihat indah.

Untuk masuk ke banyu biru hanya ada retribusi parkir di dekat area penyemaian. Lalu, pengunjung menyusuri jalan setelah sekitar 150 meter untuk sampai disungai tersebut.

Nah, kebayang bukan indahnya pesona alam yang ada tersebut. Bahkan, para remaja tentunya tak akan lengkap jika belum menikmati indahnya pesona alam tersebut sambil mengabadikan momen bersama keluarga maupun bersama teman-teman sebaya.

[]Lovalia - Berbagai Sumber

2 komentar
Label: , ,

Wisata Blora - Kracakan "Melintas Dasar Bengawan Solo"

Wisata dasar Bengawan Solo perbatasan Jateng Jatim yg hanya bisa dinikmati d musim kemarau ‪#‎DolanBloraYok‬

BLORA - Masyarakat Kecamatan Cepu dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh untuk memilih lokasi wisata alam di musim kemarau. Sebab di kota ini, masyarakat bisa mengunjungi sungai Bengawan Solo. Adapun pilihan lokasinya ada di Desa Ngloram dan Desa Jipang. Dari dua desa itu bisa menikmati grojogan air Bengawan Solo yang mirip seperti air terjun. Bahkan, para pengunjung sering menyebutnya air terjun Niagara lokal. 

Hal ini lantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu menyimpan keindahan tersendiri. Wisata itu seperti menyatukan dua provinsi sekaligus. Sehingga pengunjung bisa mengunjunginya dari dua arah yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak jarang banyak pula pengunjung yang menyebrang dari satu arah ke arah berlawanan dengan berjalan kaki menerjang arus sungai yang surut. 

Kebanyakan para pengunjung menghabiskan waktunya dengan memancing atau hanya sekadar bermain air. Tak ketinggalan mereka juga mengabadikan wisata itu dengan kamera pribadinya.

Cek koleksi foto selengkapnya di sini


[]Lovalia - Koleksi Foto : Pribadi

0 komentar
Label: , , , , ,

WISATA BLORA : WADUK BENTOLO


Obyek Wisata Waduk Bentolo terletak di wilayah Kecamatan Todanan + 0,5 Km kearah selatan dari Goa Terawang atau + 34 Km kearah barat kota Blora, mudah dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
 
Obyek Wisata Waduk Bentolo adalah obyek wisata alam buatan berupa waduk yang di bangun Pemerintah Kabupaten Blora yang mempunyai fungsi utama yaiut sebagai irigasi tanah pertanian. Luas areal Obyek Wisata Waduk Bentolo + 270.795 m².
 
Karena letaknya yang cukup strategis , dengan alamnya yang indah dan menawan serta tiupan angin yang nyaman membuat Waduk Bentolo mempunyai daya tarik tersendiri , sehingga di samping sebagai fungsi irigasi Waduk Bentolo juga mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai tempat penggondokan bagi pramuka (Lembaga Candika Pancasona) dan juga tak kalah pentingnya sebagai fungsi kepariwisataan. Obyek Wisata ini sering di kunjungi oleh masyarakat/anak-anak muda dari luar daerah untuk sejenak bersantai atau untuk menyalurkan hobi memancing.

Buat kamu yang datang kesini, kamu bisa refreshing atau melepas penat sambil mancing ikan gaes. Pengunjung disini berasal dari Blora dan wilayah sekitarnya. Seperti kawasan wisata Blora pada umumnya, kamu akan menjumpai nuansa hijau di sekitar waduk yang menyebabkan warna air menjadi hijau karena terkena panyulan sinar matahari. 

Nah, buat kamu yang lagi ada di dekat kawasan ini, tidak ada salahnya untuk mampir dan mengabadikan beberapa momen keren disini. Selamat berkunjung !

NOTE :
Waduk ini, pada tahun 2014-sekarang, sempat timbul polemik karena airnya dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan di dekat waduk. Namun warga merasa rugi dan akhirnya mencari solusi bersama pemerintah.
 
 
[]LOVALIA : Berbagai Sumber
 

0 komentar
Label: ,

WISATA BLORA : WATER SPLASH TAMAN SARBINI

Objek wisata menarik lainnya, yakni ”water splash” yang berada di jantung Kota Blora, yakni di Jalan A Yani, tepatnya di Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, Blora. Lokasi objek juga dekat gedung DPRD Blora atau sebelah barat lapangan Kridosono.

Sebelum diubah namanya menjadi “water bluster”, lokasi ini dikenal dengan sebutan Taman Sarbini sebagai objek wisata yang sangat strategis dan cocok untuk bersantai serta melepaskan lelah setelah kesibukan sehari-hari, karena kawasan ini berada di pusat kota yang sangat mudah terjangkau masyarakat local maupun dari luar daerah.

Sarana wisata penunjang di kawasan tersebut saat itu, antara lain mainan anak-anak, sepeda roda tiga, mobil anak-anak, patung binatang, perpustakaan serta gelanggang olahraga yang juga sering digunakan sebagai panggung kesenian. Setelah dikelola swasta, namanya diubah menjadi “water splash” sedangkan nama “Taman Sarbini Blora” masih tetap dicantumkan meski ukurannya lebih kecil.

Kini, wahana bermain yang tersedia juga lebih lengkap dan menarik, di antaranya ”water splash” atau istilah umumnya ”water bluster”, otoped, becak air, bianglala, kereta mini, komidi putar, mobil bertenaga baterai, bioskop tiga dimensi, istana balon, bumper boat, kereta wisata, dan lokasi ”outbound” untuk anak.

0 komentar
Label: , ,

WISATA BLORA : CAGAR BUDAYA GOA PAWON NINGALAN

Goa Pawon, kalau kamu ketikkan dua kata tersebut pada kotak dialog GOOGLE, maka yang akan keluar adalah Goa Pawon di daerah Jawa Barat. Hmmm... tapi kali ini Goa Pawon yang akan saya ceritakan adalah Goa Pawon di dukuh Ningalan desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban.  Awalnya goa ini merupakan lubang kecil saja yang kemudian semakin hari semakin bertambah lorong-lorongnya, hmm kenapa ? :D

Disebut Goa Pawon karena di sinilah terdapat aktivitas warga setempat membuat pawon ( tungku ). Saya pertama kali berkunjung ke Goa Pawon sekitar tahun 2007. Ketika itu saya diajak oleh kawan saya yang kebetulan rumahnya di dekat lokasi Goa Pawon untuk menghadiri acara sedekah bumi. Dan akhirnya saya juga diajak untuk berkunjung ke Goa Pawon.

Nah ... di sinilah gambaran saya tentang pawon selama ini musnah heheh. Bagaimana tidak? Selama ini saya membayangkan cara membuat pawon adalah dengan menggunakan tanah liat/ lempung yang dibentuk sedemikian rupa lalu dikeringkan dan dibakar. Sama seperti pembuatan tembikar, karena memang seperti itulah cara saya membuat prakarya di sekolah. Tapi ternyata tidak demikian kawan. Alih-alih menggunakan tanah liat, pawon dibuat dengan cara memotong batu padas ( kayaknya namanya gitu ) langsung dari asalnya ( bumi lah yaa ). Batu yang sudah diambil tadi lalu dibentuk menjadi pawon dengan cara dipahat. Setelah itu barulah dikeringkan dan dibakar.

Sungai Jernih di bawah Gua Pawon
Kedungtuban
Hmmm memotong batu dari atas seperti itu adalah hal yang sangat berbahaya. Dan memang menurut kawan saya pernah ada kejadian goa itu runtuh. Astagfirullah...

Kegiatan warga membuat pawon dengan memotong batu itu sudah turun temurun. Dan dari batu yang terus menerus diambil itu ternyata menjadikan lorong yang kian sambung-menyambung lho,,, Dan ajaibnya, ada air menetes dari langit-langit dan dinding goa.

Sungai Jernih di bawah Gua Pawon
Kedungtuban
Untuk menyusuri Goa Pawon ini kamu membutuhkan senter ya guys. Karena semakin ke dalam semakin gelap. Goa Pawon ini berada di tepi sungai kecil yang airnya cukup jernih, hmm kebayang kan semakin asyiknya suasana sekitar.

Oh ya Goa ini ramai dengan anak-anak remaja ketika hari libur. Terakhir kali saya ke sana bersama kawan-kawan KOMPPAK ( Komunitas Pelajar Pecinta Alam Kedungtuban ) tahun 2013 kemaren. Kamu mau ke sana ? Hayuukkkk ....



Sungai Jernih di bawah Gua Pawon
Kedungtuban



Sungai Jernih di bawah Gua Pawon
Kedungtuban

Sungai Jernih di bawah Gua Pawon
Kedungtuban

Gua Pawon (Kedungtuban-Blora)

Gua Pawon (Kedungtuban-Blora)

0 komentar
Label: , , , , , ,

LEGENDA BLORA : LEGENDA KEDUNGPUTRI RANDUBLATUNG

Konon ini adalah tempat mandi Putri Citrowati
Kedung Putri adalah suatu situs budaya yang pada masa lalu sampai sekarang banyak menyimpan misteri, bahkan berbau mistik yang konon menurut cerita tempat ini sering dipakai mandi oleh Citro Wati putri raja Purwocarito yang cantik Jelita.
Kedung Putri terletak di sebelah utara Kecamatan Randublatung, kurang lebih 10 km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di hutan petak 52 RPH Gumeng BKPH Temanjang, KPH Randublatung. Secara administrative turut wilayah Desa Tanggel Kecamatan Randubaltung Kab. Blora.
Begitu kentalnya muatan mistik di lokasi ini menjadikannya cukup terkenal di Randublatung. Legenda Kedung Putri dimulai pada jaman dulu dimana terdapat suatu daerah yang bernama Negara Purwocarito (sekarang Desa Gumeng) yang dipimpin oleh seorang raja bernama Dian Gondo Kusumo dengan permaisuri Loro Girah, Pasangan raja dan permaisuri ini dikarunia 3 orang  anak yaitu  Citro Menggolo, Citro Kusumo dan Citro Wati.
Masing-masing keturunan raja Dian Gondo Kusumo diberikan kekuasaan untuk memimpin tiga kerajaan. Masing-masing adalah Citro Menggolo kerajaanya di Mlumpang (sekarang Desa Trembes), Citro Kusumo kerajaannya di Bale Kambang (sekarang Desa Temetes) dan Citro Wati kerajaanya di Purwocarito (sekarang Desa Gumeng).
Salah seorang dari ke tiga anaknya yaitu Citro Wati mempunyai paras yang  cantik jelita. Karena kecantikannya itu maka banyak putra raja yang lain atau dari golongan bangsawan tertarik dan ingin meminang Citro Wati. Sampai pada akhirnya Putri Citro Wati  dilamar oleh 2  raja, yaitu Begede Katong dari kerajaan Pandan (Sekarang Desa Njetak Wanger,Ngawen) dan Jonggrang Prayungan dari kerajaan Atas Angin. Kedua raja tersebut akhirnya perang untuk merebutkan Cito Wati. Keduanya belum ada yang kalah dan menang dalam peperangan tersebut. Akhirnya Citro Wati datang dan menolak keduanya (Begede Katong dan Jonggrang Prayungan).
Karena merasa ditolak, Begede Katong marah dan mendatangkan angin ribut untuk menghancurkan negara Purwocarito. Akibatnya negara Purwocarito luluh lantah rata dengan tanah.
Situs Banyu Tes
Beberapa hari kemudian Begede Katong tidak putus asa walapun cintanya di tolak. Dia tetap berangkat menuju kerajaan Purwocarito untuk melamar Citro wati. Sesampainya di suatu tempat dataran tinggi, Begede Katong melihat Citrowati sedang mandi di sendang, begitu melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Citrowati, birahi Begede Katong memuncak dan meneteslah air maninya, yang sekarang menjadi Banyu Tes, di dukuh Temetes. ”Sendang tetes” tersebut sampai sekarang dipercaya oleh masyarakat bisa menyembuhkan impotensi dan membangkitkan libido bagi kaum pria apabila mandi di tempat tersebut.
Jati Denok
Setelah itu Begede Katong melanjutkan perjalan kembali. Sesampainya di Gunung Serangkang, dia bertemu dengan Jonggrang Prayungan musuh bebuyutannya, dan keduanya saling berperang lagi. Keduanya berperang saling membunuh sehingga menyebabkan semua perangkat untuk melamar yang dibawa oleh Begede Katong berserakan dan terlempar jauh ke tempat lain. Tempat upeti (Bokor Kencono) terlempar ke Desa Pengkol (Kec. Banjarejo) yang dinamakan Kedung Bokor, Sirih (bahasa jawanya Suruh) terlempar ke Desa Banyuurip yang dinamakan Suruhan, Gemblongnya (dodol) yang teriris–iris terlempar ke Desa Temetes yang dinamakan Tiris, sedangkan emban yang membawa Bokor Kencono bernama Denok meninggal dan dikubur dengan di tandai Pohon jati yang sampai sekarang jati tersebut masih hidup dan dinamakan “Jati Denok”. Walaupun Begede Katong memaksa melamar, Cito Wati tetap tidak mau menerima lamaran Begede Katong. Meskipun ditolak cintanya, Begede Katong tidak mau kembali ke negaranya. Gilaaa setia bangeetttt
Citro Wati mempunyai kebiasaan yang setiap hari tidak pernah ditinggalkannya yaitu mandi di sungai (Kedung) yang sekarang dinamakan Kedung Putri. Begede katong memanfaatkan situasi tersebut yaitu dengan merubah dirinya menjadi ikan gabus (Kutuk) dan masuk ke dalam sungai. Pada saat Citro Wati mandi di sungai, ia melihat ikan gabus (kutuk) yang sebenarnya adalah  jelmaan Begede Katong. Citro Wati sangat  senang melihat ikan tersebut dan ia pun bermain di sungai (kedung) itu tanpa curiga sedikitpun akan keberadaan ikan tersebut. Karena seringnya bermain dengan  ikan gabus (kutuk) tersebut, tanpa disadari ia bercinta dengan ikan gabus jelmaan Begede katong yang pada akhirnya menyebabkan Citro Wati hamil.
Citro Kusumo kakak Citro Wati marah melihat adiknya hamil tanpa diketahui siapa yang menghamili adiknya. Citro Wati tidak boleh melahirkan secara normal tetapi harus melalui perut sebelah kiri. Perut Citro Wati ditusuk dengan keris oleh Citro Kusumo dan keluarlah dari perut Citro Wati anak ikan gabus (Kutuk). Keanehan yang terjadi pada anak Citro Wati  menjadikannya sebuah larangan bagi masyarakat dusun Gumeng bahwa mereka tidak boleh makan ikan gabus (kutuk) karena itu merupakan darah dagingnya Citro Wati. Karena ditusuk perutnya, Citro Wati pingsan dan tidak sadarkan diri. Citro Wati diseret oleh Cito Kusumo dan di siram air. Akhirnya Citro Wati sadar dan air yang dipakai untuk menyiram Citro Wati dinamakan Banyuurip.
Banyu Urip
Sampai sekarang banyuurip masih tetap ada dan selalu dijaga keberadaanya karena dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit.
Setelah kejadian itu, Citro Wati berjanji tidak akan kawin sebelum ketemu Joko Sayuto dengan pengapit Joko Santoso. Citro Wati semedi di sungai (kedung Putri) sambil menunggu Joko Sayuto dan Joko Santoso.
Cerita Legenda yang masih melekat pada Kedung Putri, bagi masyarakat dusun Gumeng merupakan salah satu peninggalan sejarah yang harus dijaga, baik lokasi, peninggalan-peninggalannya maupun nilai-nilai spiritualnya.
Saat ini, tradisi yang dilakukan masyarakat dusun Gumeng di Kedung Putri adalah upacara sedekah bumi. Tujuannya adalah untuk meminta berkah dan keselamatan bagi dusun Gumeng dan daerah sekitarnya. Terkadang ada juga yang melakukan ritual khusus di tempat ini yaitu memberikan sesaji yang tujuannya untuk meminta kekayaan (pesugihan)
[]Lovalia : Berbagai Sumber
Note : karena penulis adalah pemuda yang terlahir di era modern jauh sebelum kisah ini terjadi, maka mohon kiranya jika ada kesalahan/ kekurangan dalam penulisan ini pembaca bisa meluruskan dan mengoreksi secara bijak

7 komentar
Label: , ,

LEGENDA BLORA : LEGENDA PUNCAK KERAMAT KEDINDING NGRAHO

Pengukuhan Komunitas Pelajar Pecinta Alam Kedungtuban (KOMPPAK ) 
Nah, kalau tempat wisata yang satu ini kamu bisa baca tulisan saya yang berjudul : Pertilasan makam Purwosuci Kedinding

Dan sekarang saya akan mulai kisahnya ....

Masyarakat sekitar Keramat Gunung Kedinding setiap satu tahun sekali setelah panen pertama selesai, pada hari Jum’at Pahing selalu melaksanakan sedekah bumi yang dilaksanakan di puncak keramat Gunung Kedinding dengan tujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat berupa hasil bumi yang melimpah. Dan didalam pelaksanaan sedekah bumi tersebut selalu ada pada saat diadakan sedekah bumi, masyarakat mengadakan hiburan berupa pementasan wayang krucil yang merupakan kesenian khas pada saat pemerintahan Sultan Hadiwijoyo. ( Sampai sekarang wayang krucil dikenal sebagai kesenian khas Kabupaten Blora ).

Sejarahnya berawal dari Adipati Jipang bernama Aryo Penangsang yang ingin memisahkan diri dari Kesultanan Pajang yang dipimpin oleh Sultan Hadiwijoyo. Karena melihat adanya pemberontakan yang dilakukakan oleh Aryo Penangsang maka Sultan Hadiwijoyo yang didampangi oleh Kijuru Mertani dan pejabat kerajaan lainnya turun ke daerah Jipang dengan tujuan untuk menumpas pemberontakan.

Kemudian mereka beristirahat dan membuat pertahanan di gunung Kedinding, dan disela sela kegiatan Sultan Hadiwijoyo bertemu seorang wanita yang berasal dari Panolan, wanita tersebut kemudian dijadikan istri selir dan dari perkawinan ini mereka dikaruniai seorang putra bernama Pangeran/Raden Benowo. Sambil beristirahat di Lokasi Gunung Kedinding, beliau menyusun siasat dan strategi untuk menyerang pemberontak yaitu Tumenggung Panolan kala itu Arya Penangsang. Jika dilihat memang letak Puncak Gunung Kedinding lebih tinggi bila dibanding dengan wilayah Jipang Panolan. Jadi seluruh kegiatan yang dilakukan masyarakat Jipang Panolan termasuk gerakan prajurit perangnya dapat dipantau dari atas Puncak Gunung Kedinding imtuk mengambil strategi penyerangan.

Sultan Hadiwijoyo sambil menyusun siasat dan strategi perang, Beliau minta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan semedi, meditasi dan bertapa di Puncak Gunung Kedinding. Dari olah batin tersebut Sultan Hadiwijoyo mendapat wisik dan wangsit untuk menyerang Adipati Arya Penangsang dan memperoleh kemenangan.

Dari laku olah batin yang dilakukan Sultan Hadiwijoyo dalam rangka menentukan strategi menumpas pemberontakan Adipati Arya Penangsang. Karena dahulu permintaan dan wangsit yang diterima adalah misi penyerangan/penghancuran seorang Adipati Arya Penangsang yang notabene pegawai, maka dari itu hingga sekarang sawab atau karomah dari laku spiritual dan olah batin dari Sultan Hadiwijoyo berlaku hingga kepada anak cucu yang bekerja sebagai pegawai. Dari beberapa kejadian dan dikuatkan oleh masyarakat sekitar situs bahwa orang yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai baik tentara, PNS, pegawai swasta tidak boleh masuk ke lokasi situs. Jika masih dipelataran masih tidak apa-apa, namun jika telah menginjak salah satu anak tangga masuk situs maka sawab/karomah dari Sultan Hadiwijoyo akan mengenai. Anak tangga tersebut nampak pada gambar. Namun menurut mitos yang beredar juga, bahwa segala mitos yang berhubungan dengan “pegawai tidak boleh masuk lokasi petilasan dimulai dari anak tangga pertama masuk lokasi petilasan, jika dilanggar maka dengan cepat akan terkena masalah bahkan sampai dipecat” tidak berlaku bagi pegawai yang memiliki darah/tempat lahir dari daerah Tuban – Jawa Timur.

Jika ingin menjadi seorang paranormal akan mudah sekali terkabul dan biasanya menjadi seorang paranormal yang hebat, terkenal dan memiliki ilmu yang tua. Namun biasanya dalam perjanjiannya diberikan batas waktu selama 15 tahun mulai seseorang tersebut mengikat perjanjian. Setelah 15 tahun berlalu maka orang yang mengikat perjanjian akan meninggal. Dinyakini oleh masyarakat Dk. Kedinding bahwa setelah meninggal akan menjadi cantri di Gunung Kedinding.

Waahhh ternyata dahsyat juga ya legendanya :D ini adalah legenda, tidak memaksa anda untuk percaya. Kepercayaan yang utama tetaplah kepada Allah SWT.

]]Lovalia : Berbagai Sumber
Note : karena penulis adalah pemuda yang terlahir di era modern jauh setelah kisah ini terjadi, maka mohon kiranya jika ada kesalahan/ kekurangan dalam penulisan ini pembaca bisa meluruskan dan mengoreksi secara bijak

0 komentar
Label: , ,

LEGENDA BLORA - LEGENDA GOA SENTONO MENDEN KRADENAN

Kawasan Goa Sentono laksana Green Canyon ya :D
Tentang  objek wisata Goa Sentono ini kamu bisa membaca tulisan saya yang berjudul : Goa Sentono Green Canyon Punya Blora .

Nah sekarang saya akan mulai berkisah .... bacanya jangan sambil tidur ya....

Jaman dulu  tersebutlah kisah ada suatu padepokan kecil yang bernama SENTONO, yang dipimpin oleh Blacak Ngilo. Blacak Ngilo adalah bekas prajurit Majapahit yang melarikan diri disaat terjadi perang saudara memperebutkan kekuasaan. Pada mulanya padepokan ini sangat termasyur , sehingga banyak orang berbondong-bondong ke Sentono untuk nyantrik dan berguru ke Blacak Ngilo. Dengan Arif dan bijaksana Blacak Ngilo  mengajarkan berbagai macam ilmu, mulai dari cara bercocok tanam,budi pekerti, spiritual dan olah kanuragan. Daerah Sentono terletak di tepi aliran Bengawan solo, sehingga strategis untuk pertanian. Sehingga tak mengherankan jika Sentono dan sekitarnya mengalami perkembangan yang luar biasa hebat. Bahkan Blacak Ngilo oleh para pengikutnya di perlakukan bak seorang Raja.
Green Canyon Punya Blora Nih :D

Tapi lama-kelamaan perangai  BLACAK NGILO mulai berubah. Dia mulai sewenang-wenang terhadap para pengikutnya. Masyarakat di haruskan untuk menyetorkan separoh lebih dari hasil panennya. Tak hanya itu, dia juga memerintahkan kepada seluruh rakyatnya yang mempunyai anak perawan agar dipersembahkan untuk di jadikan selirnya. Rakyat mulai resah, apalagi setiap malam bulan Purnama harus disediakan darah segar manusia untuk di jadikan tumbal untuk menambah kesaktiannya.
Keresahan Masyarakat ini sampai terdengar oleh Sunan Bonang. ( Wiihh Sunan Bonang jalan-jalan sampai Blora juga ). Kemudian Sunan Bonang mengutus salah seorang santrinya untuk menemui  Blacak Ngilo yang intinya mengingatkan Blacak Ngilo agar tidak lagi sewenang-wenang terhadap rakyatnya, jangan menyembah berhala dan mengikut ajaran Islam dengan lurus dan benar. Mendengar perkataan utusan tadi,  Blacak Ngilo murka, ditebasnya leher utusan Sunan Bonang sampai putus. Tempat pemenggalan leher utusan sunan Bonang ini sampai sekarang di abadikan menjadi sebuah desa bernama Pangulu, berasal dari kata PENGGAL GULU (Penggal Leher, masuk wilayah Kec. Margomulyo, Kab.Bojonegoro - Jatim).
AlamGoa Sentono
Merasa di remehkan, Blacak Ngilo  tidak terima, dia mengirimkan surat tantangan kepada Sunan Bonang agar datang berhadapan dengan dirinya untuk adu kesaktian. Sunan Bonang menyanggupinya, tapi Sunan Bonang minta beberapa syarat, apabila Sunan Bonang kalah dalam pertarungan, beliau rela menjadi pengikut Blacak Ngilo , dan sebaliknya apabila Blacak Ngilo  yang kalah ,  Blacak Ngilo harus meninggalkan semua perbuatan-perbuatan buruknya dan harus masuk Islam. Kedua belah pihak menyetujui perjanjian tersebut.

Pertarungan hebatpun di mulai. Karena sama-sama saktinya, hari pertama, hari kedua bahkan sampai kari keenam belum terlihat siapa yang kalah dan siapa yang menang ( Waduh apa mereka nggak butuh ibadah, mandi, makan dan istirahat ya hihihi ). Pada hari ketujuh  Blacak Ngilo mulai kelelahan. Tapi karena kesombongannya dia tidak mau mengakui kehebatan Sunan Bonang. Timbullah akal licik  Blacak Ngilo untuk melarikan diri dari gelanggang pertarungan. Dengan sisa-sisa kesaktiannya, maka masuklah  Blacak Ngilo kedalam perut bumi untuk melarikan diri. Sunan Bonangpun tidak mau kalah, dikejarnya Blacak Ngilo ke dalam perut bumi, akhirnya terjadi kejar-kejaran di dalam tanah. Setiap kali Ki Sentono alias Blacak Ngilo muncul di permukaan tanah, di situ juga sunan Bonang ada di belakangnya. Bahkan lari ke daerah Tuban (Jawa Timur) pun, Sunan Bonang juga ikut muncul di Tuban.
Kereeennn
Karena Kelelahan  Blacak Ngilo minta kepada Sunan Bonang untuk minta waktu untuk istirahat. Dikabulkannya permohonan  Blacak Ngilo. Tidak menyia-nyiakan waktu,  Blacak Ngilo mencari tempat untuk SEMENDE (senderan). Tempat Semendenya  Blacak Ngilo inilah kemudian lahir nama Desa MENDEN yang berasal dari kata SEMENDEN/SENDEN.

Akhirnya  Blacak Ngilo mengakui kekalahannya, dan akhirnya pula  Blacak Ngilo bersedia masuk Islam menjadi pengikut Sunan Bonang untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah Menden.  Lubang-lubang dalam tanah bekas untuk kejar-kejaran antara Sunan Bonang dan Blacak Ngilo  meninggalkan bekas berupa Goa. Goa inilah kemudian di namakan GOA SENTONO. Dan wilayah d sekitar goa di namakan Dusun Sentono, yang secara administratif masuk wilayah Desa Mendenrejo Kec.Kradenan Kab. Blora.

Demikian sejarah singkat Terjadinya Desa Menden dan Goa Sentono. Tapi dalam Masyarakat, banyak versi cerita yang beredar. Versi lain menyebutkan klo Desa MENDEN berasal dari Sunan Ngudung, Sunan Ngudung itu anak dari Sunan Gresik, cerita bermula saat Sunan Ngudung  perang dengan Malin Kentiri, karena Sunan Ngudung kelelahan, kemudian SEMENDHE/SLENDEN di pohon cempolo yang dibawahnya ada batu rambut, Kemudian Lahir desa MENDEN.

Ada versi Lain tentang terjadinya Desa Pangulu, bahkan Desa Pangulu tidak ada hubungannya dengan Sentono. Konon desa Pangulu dulu bernama JIPANGULU.. Yang artinya JIPANG HULU (ATAS)... JIPANGULU  berhubungan erat  dengan cerita JIPANG PANOLAN. Kerajaan yg di pimpin ARYA PENANGSANG. Itulah versi cerita yang beredar di Masyarakat Menden dan sekitarnya.
Kondisi Situs Bukit Gamping Goa Sentono saat ini

[]Lovalia : Berbagai Sumber
 
Note : karena penulis adalah pemuda yang terlahir di era modern jauh setelah kisah ini terjadi, maka mohon kiranya jika ada kesalahan/ kekurangan dalam penulisan ini pembaca bisa meluruskan dan mengoreksi secara bijak.

6 komentar
Label: ,

WISATA BLORA : ISTANA WISATA MALAM TAMAN 1000 LAMPU CEPU

Suasana Taman Seribu Lampu siang hari
Taman 1000 lampu, begitulah warga kota Cepu menamai taman kota yang berada di Jl. Raya RSU itu. Taman 1000 lampu sebenarnya hanyalah sebuah taman kota yang memisahkan jalan raya RSU menjadi dua jalur yang dengan arah yang berlawanan. Oh ya, meski disebut taman 1000 lampu, jumlah lampu sebenarnya jauh di angka 1000. Ya, mungkin karena saking banyaknya lampu dan gak sempat dihitung berapa jumlahnya, maka biar gampang, warga sekitar menyebutnya taman 1000 lampu. Atau mungkin sama seperti halnya Candi Sewu yang tidak benar-benar terdiri dari 1000 candi, seperti itu pulalah penamaan tempat ini. Ah tak tau lah ... 

Arus kendaraan
Semenjak dilakukan pembangunan oleh pemkab Blora, bentangan area pembatas dua jalur di Jl. Raya RSU itu berubah menjadi taman kota yang menarik.

Jika kita jalan-jalan ke taman itu di siang hari, pastilah biasa aja. Namun jika ke sana di malam hari, apalagi malam minggu, maka lampu-lampu taman akan menyala terang bendera dan … sepanjang taman itu yang mungkin +/- 1 km panjangnya (saya nggak pernah mengukur) penuh dengan para pedagang yang menjual aneka macam dagangan, dari makanan, minuman, VCD, elektronik bahkan taman mainan anakpun ada di sana.  Karena itulah taman ini pantas disebut Istana Wisata malam di kota Cepu, hmmm ada apa saja sih di sana.?
 
 
Dipilih dipilih
1. Wisata Kuliner
Begitu banyak kuliner di sajikan di sana dengan bentuk tempat jualan berupa lesehan. Aneka kuliner dijual di sana. Kuliner khas Taman 1000 lampu Cepu adalah aneka penyetan. Anda bisa menemukan aneka penyetan di sini, mulai dari tempe penyet, ayam penyet, telur penyet, dara penyet, belut penyet, dan lele penyet. Ikan bakar dan kawan-kawannya pun banyak di sini. Selain itu banyak juga jajanan ringan seperti gorengan, martabak, tahu krispy, jamur krispy dan primadonanya adalah Gethuk Taman.

Gethuk taman ini sekedar nama iseng yang saya sebut sendiri mengingat ketika saya masih kecil gethuk ini begitu istimewa bagi saya. Gethuk taman isinya beraneka rupa, mulai dari gethuk serut, cenil, honkwe, ketan, kue mata sapi, saplak dan lain - lain. Hahaha kalian mau makan saplak ?
Untuk minuman ada terdapat kedai lesehan kopi, sekoteng, jahe, stmj, dll. Beberapa tahun terakhir di Cepu mulai menjamur angkringan, tidak terkecuali di Taman Seribu Lampu juga. Hmmm.. buat yang hobby kuliner nih, itu akan menjadi tempat yang asyik untuk bersantap malam .. heheheh…
2. Wahana Permainan Anak
Di taman seribu lampu Cepu  juga terdapat wahana permainan anak seperti istana balon, kereta mini, bianglala mini sampai kereta yang akan membawa kamu keliling kompleks taman dari ujung barat sampai ujung timur. Wahana permainan anak ini dipusatkan di komples taman ujung barat. 
 
3. Becak Galau
Orang lazim menyebutnya becak cinta, tapi saya dan kawan-kawan lebih suka menyebutnya becak galau. Karena kami sering naik becak ini rame-rame ketika galau. Satu tahun yang lalu becak ini booming banget di Cepu, tapi sekarang tinggal beberapa saja yang masih beroperasi. Tapi jangan khawatir, kalian tetap bisa bersantai mengayuh becak ini kalau berkunjung ke Taman Seribu Lampu Cepu.

4. Simpang Pitu dan Tugu Kuda, tempat kumpulnya komunitas anak muda
Tugu Kuda kian eksotis di malam hari
Kalau Semarang punya Simpang lima, Cepu nggak tanggung-tanggung punya Simpang Pitu. Kalau Semarang punya Tugu Muda, Cepu punya lebih sangar karena punya Tugu Kuda. Yups, Tugu Kuda ini adalah icon Kota Cepu. Konon kuda ini adalah kuda gagak rimang milik Adipati Aryo Penangsang. Tapi ada juga yang menyebut kuda ini adalah milik Ronggolawe. Sekolah Tinggi Teknik Ronggolawe Cepu menggunakan lambang serupa. Ah, saya nggak tau kuda ini milik siapa dan kenapa bisa nangkring di atas sana. Saya nggak punya foto tugu ini di malam hari, makanya saya cari dari internet biar kalian tau
 
Simpang Pitu dan Tugu Kuda selalu menjadi tempat favorit bagi anak muda Cepu di malam hari ataupun pagi hari. bahkan komunitas seperti komunitas sepeda, komunitas motor dan lain-lain sering menjadikan tempat ini sebagai "posko" mereka.

Nah itu sedikit yang bisa saya ceritakan tentang Taman Seribu Lampu Cepu. kalau mau yang lebih banyak dan lengkap datang aja ke sana. By the way ... saya berharap pemerintah setempat memperhatikan taman ini. Karena kini tinggal lokal sebelah barat saja yang ramai oleh pengunjung, sementara lokal timur suasananya gelap karena lampu banyak yang mati.

[]Lovalia
 
 









2 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters