Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah - Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah - Kuliner. Tampilkan semua postingan
Label: ,

Leeeeekkkk ... Tumbaass Pentol

 Nama yang unik, begitu anda mendengar nama makanan ini. Mungkin anda sudah tau makanan apa yang saya maksud karena keberadaannya pun sudah lama dikenal masyarakat. Disebut pentol karena bentuknya yang bulat-bulat menyerupai pentolan (orang Jawa bilang gitu). Di tempat lain biasanya disebut cilok. 
Makanan ini berbahan tepung aci (kanji) yang dibentuk bulat seperti bakso kadang di dalamnya diberi isi telur puyuh atau irisan daging. Tetapi biasanya dibuat tanpa isi atau dimasukkan ke dalam tahu. Pento dimasak dengan direbus dan diberi bumbu saos biasanya ditambahkan kecap dan kacang tanah agar lebih mak nyuss. Pada saat saya masih SD dulu penyajian ditusuk dengan lidi kemudian dicelup ke dalam saos. Namun, sekarang banyak yang disajikan dengan Kuah yang tak kalah lezat dengan kuah bakso. Yang suka pedas bisa ditambahkan sambal rawit.Untuk rasa juga unik seperti bakso namun ini lebih kenyal.
Makanan ini biasanya dijajakan berkeliling, penjualnya naik motor atau sepeda. Selain itu banyak ditemui di lingkungan sekolah dengan harga yang tentu saja terjangkau. Sekarang ada inovasi terbaru pentok bakar dan pentol goreng. Setelah dibentuk bulat-bulat dan dikukus setengah matang, pentol ditusuk seperti sate kemudian digoreng atau dibakar. 

Penjual pentol zaman saya SD sampai sekarang yang masih eksis adalah Lek Isroh, Lek Basri dan Lek Sugeng. :D sebenernya ada juga yang masih saya ingat yaiutu Lek Waluyo, tetapi sekarang sudah tidak jualan. Kamu suka?

[]Lovalia

0 komentar
Label: , ,

Kuliner Blora : Sensasi Kopi Kothok Khas Cepu

Gambar terkaitJika anda berkunjung ke Kota Cepu jangan lupa mencicipi kopi kothk yang banyak dijual di warung-warung kopi atau warung tenda di berbagai penjuru kota minyak ini. Ada yang bilang kalau ke Cepu belum menikmati Kopi Kothok, berarti belum ke Cepu. Orang-orang Cepu yakin kopi kothok adalah kopi khas kota minyak ini, meskipun di berbagai daerah sekarang juga populer. Jangan ngaku orang Cepu kalau tidak kenal dengan minuman yang satu ini.

So, apa sih kopi kothok itu ?

Kopi kothok. Secara penampilannya ini tidak terlalu istimewa. Berwarna hitam dan terlihat panas. Tapi simpan pendapat anda sampai lidah dan atap mulut anda menahan hangatnya si hitam. Entah rasa apa, saya sendiri selalu gagal mendefinisikan. Mungkin bagi lidah awam (yang tidak biasa minum kopi), rasanya tidak lebih dari kopi seduh kebanyakan. Manis, pahit, dan hangat. Tapi jika mau meresapi sejenak, berbeda sekali.

Pada dasarnya sebenarnya kopi kothok ini sama dengan kopi-kopi yang ada ditoko-toko swalayan disekitar kita hanya ada beda beberapa hal :
  • Kopi kothok ditaman biasanya dari bijikopi, kopi digoreng sendiri sehingga lebih menunjukkan rasa kesungguhan dalam penyajian ke konsumen,tentunya sewaktu menggoreng sambilberdoa agar kopi yang dihasilkan menjadi sangat enak.
  • Sewaktu menggoreng dapat dicampur dengan aneka bumbu penyedap sesuan dengan keinginan pelanggan.Pelanggan yang inginkopi yang pahit bisa dicampur dengan buah jambe,dan yang ingin manisgurih dicampur garam dan coklat.
  • Setelah menjadi bubuk, untuk menggodoknya memakai sistem langsung atau disebut juga dikothok dengan panci atau kothokan kopi yang sudah ada dipasar.
  • Campuran kopi, gula,dan airsesuan dengan kebiasaan biasanya 0.5 sendokmakan gula: 1 sendok makan kopiuntuk 1 cangkir air.
  • Panas yang ada tidak ditentukan yang jelas diatas100 derajat celciushanya memakai prinsip bau yang ada, bilabaunya sudah muncul,harum untuk ukuran kopi itu berarti kopi sudah siap disajikan.
Pengalaman menarik tentang kopi kothok ini sering saya jumpai. Beberapa orang di sekitar saya biasanya kembung jika meminum kopi seduh. Aneh sekali. Entahlah, barangkali terlalu sering menikmati kopi dengan dikothok. Hingga saat ini saya tidak mengetahui penyebab pastinya secara ilmiah. Tidak pernah ada penelitian tentang ini. Karena memang bukan hal yang penting untuk diteliti.

Di Cepu sendiri kopi kothok identik dengan warung tenda di pinggir jalan. Betapa tidak, memang ada puluhan tenda cangkrukan (tongkrongan) yang menu utamanya kopi kothok tersebar di kota kecil ini. Pusatnya berada di taman kota “Taman Sewu Lampu”. Jadi jangan heran jika anda berkeliling kota Cepu pada malam hari, anda akan menjumpai warung kopi kothok sepanjang jalan. Menarik sekali. Pemandangan yang hanya pernah saya temukan di Cepu.

[]Lovalia , dengan memadukan berbagai sumber

0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters