Tampilkan postingan dengan label Wisata - Museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata - Museum. Tampilkan semua postingan
Label: , , , , ,

Wisata Blora : Museum Mahameru Blora

Blora sebenarnya memiliki beberapa objek wisata yang mengagumkan. Namun hanya segelintir orang yang tahu, salah satu adalah Museum Mahameru ini yang dekat dengan lokasi alun-alun Blora yang sangat mudah dijangkau oleh transportasi. Sempat miir sih kenapa namanya museum Mahameru, kenapa bukan museum Mustika ya biar terasa mBlora tenan, haha sudahlah ...

Bernama lengkap Museum Mahameru Kabupaten Blora, berdiri di tengah riuh rindang daun-daun pohon glodogan di tepi Jembatan Kaliwangan. Museum sendiri menempati bangunan berlantai dua yang relatif sederhana dengan aneka koleksi asal Kabupaten Blora. Dari pecahan batu meteor yang jatuh di Desa Menden hingga arca-arca asal abad X-XIII temuan penggarap sawah Desa Kamolan di kedalaman satu meter.

Hasil gambar untuk museum mahameru blora
Koleksi paleontologi terdiri dari fragmen fosil gajah purba, maupun kerbau purba yang merupakan nenek moyang banteng jawa dan kerbau sekarang. Kabupaten Blora memang kondang sebagai salah satu daerah sebaran fosil di Jawa Tengah. Oleh sebab itu ditetapkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional sebagai kawasan studi purba.

Terbaru dari cerita fosil Blora adalah penemuan fosil gajah purba di Desa Medalem oleh Tim Vertebrata, Museum Geologi, Bandung pada tahun 2009. Boleh dibanggakan karena ini temuan terlengkap selama seratus tahun terakhir. Satu dari dua replika diserahkan kepada Pemkab Blora pada saat peringatan ulang tahun Museum Geologi ke-85 baru-baru ini.

Selain gajah dan kerbau purba, juga dipamerkan beliung persegi berusia 20.000 tahun ditemukan di Hutan Bogo, Randublatung mengungkap jejak manusia purba. Bagaimana yah caranya mengetahui usia beliung persegi. Terus alat ini digunakan untuk apa oleh manusia purba.

Sebuah replika tulang tengkorak manusia purba asal Ngandong tentu akan memantapkan Koleksi Blora di Museum Mahameru. Mengapa. Karena Desa Ngandong termasuk Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora alias manusia purba yang kini diidentifikasi sebagai Homo erectus soloensis berasal dari bumi Blora.Tengkorak yang sempat ikut GHR von Koenigswald melalang buana, kini disimpan di Universitas Gajah Mada. Carl Swisher dan kolega dari Berkeley Geochronology Center, Universitas California, memperkirakan manusia ngandong berumur 53.000-27.000 tahun. Artinya, mereka pernah ada bersama Homo sapiens di Pulau Jawa?

Koleksi keris disertai penjelasan tahapan pembuatan keris. Dimulai dari membesot (membersihkan besi dengan cara pembakaran dan penempaan), mencampur besi dan nikel menjadi lapisan pamor, membuat kodokan bilah keris, membentuk bakalan keris, grabahi yaitu membuat ricikan dan cembung cekungnya bilah keris, menghaluskan keris, menyepuh yaitu membuat besi menjadi kelihatan tua dan menjadi keras, terakhir adalah marangi agar keris tidak mudah berkarat.

Tentang keris sekali diceritakan Pram yang ternyata lahir di Blora. Saat pendudukan, keris dan pedang dirampas Jepang. Dia lalu disuruh ayahnya menyerahkan keris ke kantor asisten wedana. 'Di sana aku lihat satu ruangan telah penuh dengan keris,' tutur Pram. Namun ketika 'Keris Tuan Toer' diserahkan, si pejabat menyuruh Pram membawanya kembali. 'Kyai Bedor tidak disita,' kenangnya dalam Nyanyi Sunyi Seorang Bisu.

Koleksi dari Negeri Tiongkok yang jauh adalah guci masa Dinasti Song (960-1279). Sebuah dinasti yang berakhir karena ditaklukkan oleh Kubilai Khan, selanjutnya mendirikan Dinasti Yuan yang berkuasa sekitar satu abad (1271-1368). Sejarah kita pernah berhampiran dengan Khan. Pada tahun 1293, Khan mengirim seribu kapal perang ke Jawa sebagai jawaban atas tantangan dan penghinaan yang dilakukan Kertanegara, raja terakhir Singasari, terhadap utusan sebelumnya yang menuntut upeti tanda takluk. Sebuah ekspedisi yang tak dinyana mengambil bagian dari berdirinya Majapahit oleh Raden Wijaya. Kerajaan besar di masa lalu Indonesia yang mampu bertahan selama 234 tahun (1293-1527). Toh seperti lahir-mati, jaya dan runtuh itu.

Sebuah patung Dewa Shouxing (The Old Man of the South Pole) adalah satu-satunya koleksi yang mewakili hutan jati Blora yang terkenal. 

[]Lovalia
dengan memadukan berbagai sumber yang ada 

0 komentar
Label: , , ,

WISATA KOTA TUA JAKARTA


Yeaayyy ... akhirnya , kesempatan untuk mengunjungi kota kelahiran datang lagi. Kali ini saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk jalan-jalan. Tujuan saya pastinya .... KOTA TUA JAKARTA. Yups , saya memang mencintai tempat-tempat yang penuh nuansa sejarah.


BAGAIMANA AKSES MENUJU KE SANA ?

Banyak sekali aksesnya. Saya sarankan yang termudah- commuter line. Naiklah commuter line dengan tujuan Jakarta Kota. Juga terdapat halte bus TransJakarta khusus untuk Jakarta Kota. Untuk kereta dari Bekasi ke Jakarta Kota, hanya 30 menit saja.
Harga tiket commuter line: Rp3.500,00
Harga TransJakarta: Rp3.500,00 

Atau kalau kamu sedang ingin benar-benar menikmati jakarta naiklah BAJAJ. :D Yapss .. bajaj.




TEMPAT BELAJAR SEJARAH

Untuk kali ini, saya banyak mengutip wikipedia.org untuk mengetahui betapa menyenangkannya belajar sejarah dengan melihat langsung!

Kota Tua Jakarta terbentang seluas 1,3 kilometer persegi di antara Jakarta Utara hingga Jakarta Barat. Mendapat julukan "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa karena dianggap sebagai pusat perdagangan untuk Asia, yang lokasinya strategis dengan sumber daya yang melimpah. 

Ketika anda ke sini menggunakan kereta, anda akan turun di Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos. 
Stasiun ini adalah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan akhir), yang tidak memiliki kelanjutan jalur. Banyak versi tentang makna Beos, yang pertama Beos adalah kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain, Beos berasal dari kataBatavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, di mana berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi),Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.

Stasiun Beos merupakan karya agung Ghijsels yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Karya beliau lainnya yang anda dapat lihat adalah gedung Departemen Perhubungan Laut di Medan Merdeka Timur, Rumah Sakit PELNI di Petamburan yang keduanya di Jakarta dan Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta. Dari stasiun Beos, anda tinggal berjalan lurus saja untuk masuk ke area Kota Tua 


TANAH DERETAN MUSEUM 

Inilah ikon Kota Tua, Museum Fatahillah. Nama resminya adalah Museum Sejarah Jakarta. Nama Fatahillah menjadi terkenal karena museum ini berlokasi di Jalan Taman Fatahillah no. 1. Dulunya tempat ini bernama Staadhuis. Museum Sejarah Jakarta saat ini sedang dalam tahap renovasi dan akan dibuka kembali pada Januari 2015. Museum ini adalah salah satu dari beberapa museum yang ada di kota Tua. Cobalah untuk masuk ke Museum Wayang yang terletak di seberang, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Syahbandar, dan Museum Bahari.

Rata-rata tiket museum adalah Rp5.000,00. 
Semua museum libur pada hari Senin dan buka hanya hingga pukul 3 sore.







MAKANAN YANG SATU ZAMAN

Semua mengenal kerak telor sebagai makanan khas Jakarta atau suku Betawi, namun, apakah anda tahu Selendang Mayang? Selendang Mayang adalah es. 

Minuman ini sering disajikan pada Lebaran Betawi dengan label "minuman Betawi jadul". Tidak hanya menyegarkan, es Selendang Mayang juga mengurangi rasa lapar karena dibuat dengan bahan dasar tepung beras. Beberapa penjual di kota tua membuat minuman ini dengan bahan dasar tepung hunkwe dengan alasan lebih mudah dan efisien. Harga es selendang mayang: Rp5.000,00 


FOTO DULU

Fasilitas ini sering digunakan untuk foto sebagai bukti pernah mengunjungi Kota Tua. Sepeda jadul dan topi untuk wanita seperti masa 1800an. Dengan dua puluh ribu rupiah, anda dapat menggunakan sepeda ini berboncengan selama 30 menit. 

Beberapa ikon menarik lainnya adalah tokoh-tokoh zaman dahulu yang dihidupkan oleh seniman jalanan. Mereka berdandan menyerupai pejuang dan masyarakat zaman dahulu. Anda dapat berfoto bersama mereka dan memberikan uang seikhlas anda. Ada pula pertunjukkan pantomim yang dapat menghibur secara gratis.




TELUSURI KESELURUHAN TEMPAT

Kota Tua tidak hanya sebatas lapangan besar di depan Museum Fatahilah. Berjalanlah kaki lebih banyak, menyusuri gang-gang antara bangunan tua. Anda mungkin saja menemukan pameran gratis, pusat pernak-pernik, restoran, dan bangunan-bangunan usang. Semuanya pas untuk diabadikan dengan kamera.





[]Lovalia 

0 komentar
Label: , , ,

WISATA MUSEUM BANK INDONESIA , KOTA TUA, JAKARTA

Berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat, museum ini ada di depan stasiun kereta Beos Kota, tepat di samping Museum Bank Mandiri. Awalnya, di atas lahan ini berdiri rumah sakit Binnen Hospitaal, lalu sejak 8 April 1828 beralih fungsi menjadi bank, De Javasche Bank. Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1953 bank ini dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia. Kantor Bank Indonesia lalu berpindah ke gedung baru pada tahun 1962, sedangkan gedung lamanya yang penuh nilai sejarah itu dilestarikan menjadi Museum Bank Indonesia.

Peresmiannya terbagi dalam dua tahap. Peresmian tahap pertama (soft opening) pada 15 Desember 2006 dilakukan oleh Burhanudin Abdullah, gubernur Bank Indonesia saat itu. Sedangkan peresmian tahap berikutnya (grand opening) oleh Susilo Bambang Yudhoyono, presiden RI, pada 1 Juli 2009.

Hasil gambar

Ngga seperti museum pada umumnya yang terkesan suram dan agak spooky, Museum Bank Indonesia sangat memikat bahkan sejak saya masih berada di halamannya. Gedung museum yang bergaya arsitektur neo-klasik Eropa ini tampak kokoh dan megah. Gedung dibangun pada 1910 (80 tahun setelah berdirinya De Javasche Bank) dan dirancang oleh biro arsitek Cuypers & Hulswit.

Hasil gambarSebelum memasuki gedung, saya dipersilakan oleh penjaga keamanan untuk melewati detektor logam terlebih dulu. Lalu saya menitipkan tas kepada petugas di lobi, dan memperoleh selembar tiket masuk. Tiketnya ternyata tidak dipungut biaya alias gratis lho. Catet ya!

Memasuki ruangan-ruangan berikutnya, saya asyik menelusuri sejarah perbankan Indonesia sejak masa berjayanya kerajaan-kerajaan Nusantara hingga pasca terbentuknya Bank Indonesia. Semua disajikan apik melalui teknologi modern dan multimedia, seperti proyektor, layar sentuh, televisi plasma, pemutaran film dan diorama. Sama sekali ngga membosankan! 

Ngga perlu kuatir bakal nyasar, karena ada panah petunjuk di lorong-lorong penghubung antar ruangan, dan petugas-petugas yang siap membantu kamu. Di sebuah ruangan, ada proyektor khusus yang menampilkan animasi uang jatuh. Coba deh tangkap satu koin. Selanjutnya akan muncul informasi seputar sejarah koin itu. Keren. 

Buat kamu yang ingin menonton film tentang serba-serbi Bank Indonesia, mulai dari sejarahnya sampai peran dan kebijakannya di dunia moneter Indonesia, simak aja pengumuman dari pengeras suara ya. Biasanya petugas akan memberitahukan bahwa akan ada pemutaran film di ruang teater. Selain itu, ada brankas berpintu baja yang di dalamnya terdapat ruang numismatik. Di sini, saya bisa mengamati koleksi alat tukar menukar di Indonesia sepuasnya. Ada uang kertas, ada juga yang terbuat dari logam. Ternyata ukurannya ada yang sekecil kancing baju lho. Masing-masing koleksi dilengkapi dengan secarik informasi dan kaca pembesar, jadi kalau kamu mau memelototi detil-detil bentuk mata uang, bisa bangetlah. Hehe. 

Selain itu, ada juga berbagai diorama yang menampilkan transaksi-transaksi keuangan dan perdagangan di Indonesia. Ada diorama berupa pelabuhan Batavia, diorama berupa loket teller bank tempo dulu, dan lain-lain. Di luar ruangan, saya sempat berfoto wajah di replika raksasa uang kertas pecahan sepuluhribu rupiah. Terakhir, di dekat pintu keluar ada toko cinderamata lho buat pengunjung yang tertarik dengan suvenir khas Museum Bank Indonesia.

Singkat kata, museum ini keren banget dan terpelihara. Alangkah baiknya jika kita sebagai pengunjung ikut menjaga kebersihan dan keutuhan museum, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan mengindahkan larangan yang ada seperti larangan memotret dengan lampu kilat di ruangan-ruangan tertentu, atau larangan menduduki bangku properti museum di ruang rapat. 

Saya dengar, museum ini telah menambah berbagai fasilitas baru sejak peresmiannya tahun 2009 lalu. Antara lain perluasan ruang numismatik, penambahan ruang baru seperti ruang kerja direktur De Javasche Bank, ruang koleksi buku dan ruang pencetakan dan pengedaran uang. 

Aaah, saya jadi pingin ke sana lagi! Yuk. :D 


Museum Bank Indonesia
Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat
Telp : (021) 2600158 Ext 8111, 8102, 8100
Jam Buka :
Selasa – Kamis : 08.30 – 14.30
Jumat : 08.30 – 11.00
Sabtu – Minggu : 09.00 – 16.00
Senin & hari libur nasional : Tutup

[]Lovalia 
Dengan memadukan beberapa sumber 

0 komentar
Label: , , ,

WISATA MUSEUM BANK MANDIRI , KOTA TUA , JAKARTA

Sejarah Singkat Museum Bank Mandiri
Berangkat dari rangkaian sejarah bank-bank pendahulu maupun bank-bank merger yang melebur menjadi PT Bank Mandiri, maka diperlukan upaya untuk menjaga agar rangkaian sejarah tersebut tidak terputus dan terlupakan begitu saja. Hal ini dilakukan dengan cara mengabadikan koleksi perkembangan sejarah Bank Mandiri secara utuh.
Diharapkan, paparan sejarah tersebut akan bermanfaat, tidak saja untuk mengenang kembali nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya, tetapi juga sebagai pemicu kemajuan dunia perbankan nasional pada umumnya.
Gagasan tersebut di atas menjadi pertimbangan Manajemen Bank Mandiri dalam merencanakan sebuah museum yang menyajikan sejarah perkembangan terbentuknya Bank Mandiri. Lokasi yang diperuntukan sebagai museum adalah aset gedung di Jalan Lapangan Stasiun Nomor 1 Jakarta-Kota, yang juga merupakan Bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993.
Visi yang diemban oleh Museum Bank Mandiri adalah menjadi museum perbankan yang berstandar internasional yang informatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Adapun misinya adalah mengembangkan Museum Bank Mandiri sebagai pusat dokumentasi sejarah Bank, sebagai sarana kultural-edukatif dan rekreatif bagi masyarakat, pengelolaan museum dengan manajemen profesional, turut berpartisipasi dalam revitalisasi bangunan bersejarah di kawasan “Kota Tua Jakarta” sebagai tempat tujuan wisata, serta menjalin kerja sama dengan semua pihak dalam rangka pengembangan museum.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta No. 237 tahun 2005, tanggal 19 Desember 2005 Gedung Museum Bank Mandiri mendapatkan penghargaan ”Sadar Pelestarian Bangunan Cagar Budaya tahun 2005” di wilayah DKI Jakarta.

Sejarah Gedung
Museum Bank Mandiri yang terletak di Jalan Lapangan Stasiun Nomor 1 (Stationsplein 1 – Binnen Niuewpoortstraat) merupakan bangunan peninggalan masa kolonial. Dahulunya berada dalam satu taman yang menyatu dengan Stasiun Kereta Api Jakarta-Kota atau Beos (Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij).
Awal sejarahnya bangunan ini merupakan Kantor Wilayah Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) di Hindia Timur yang lebih dikenal dengan nama de Factorij Batavia.
Bangunan ini dirancang oleh arsitek NHM, J.J.J. de Bruyn bekerja sama dengan arsitek Belanda lainnya, A.P. Smits dan C. van de Linde yang keduanya bekerja pada biro arsitek Hulswit, Fermont and Ed. Cuipers.
Gedung berdiri di atas lahan seluas 10.039 M2 ini, diresmikan pada 14 Januari 1933, oleh C.J. Karel van Aalst, Presiden NHM ke-10. Pemancangan diawali dengan tiang beton bulan Juli 1929 oleh biro konstruksi NV Nedam (Nederlandse Aanneming Maatshappij).
Arsitektur gedung berlantai empat seluas 21.509 M2 ini cenderung sederhana, berbentuk simetris dengan keberadaan taman di tengah gedung, dan main entrance tepat di tengah bagian depan bangunan. Lantai dasar gedung ini dibuat lebih tinggi dari jalan raya, sehingga kesan entrance-nya terasa anggun. Lantai lobi, ruang rapat, dan ruang direksinya memakai bahan mozaik keramik bercampur kaca (glasmozaiek-tegels). Sedangkan ruangan yang lain memakai tegel ubin (vloertegels) berwarna hitam, abu-abu dan merah.
Dengan lahirnya Bank Mandiri tanggal 2 Oktober 1998 dan bergabungnya empat bank pemerintah: Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri, maka gedung warisan sejarah ini pun beralih menjadi salah satu aset Bank Mandiri.

Lokasi Museum Bank Mandiri
Museum Bank Mandiri bisa dicapai dengan berbagai cara. Cara termudah adalah menggunakan bus Transjakarta. Museum Bank Mandiri persis berada di seberang terminal pemberhentian terakhir bus Transjakarta.
Bila menggunakan kereta api, Museum Bank Mandiri juga berseberangan lokasinya dengan Stasiun Jakarta Kota atau populer disebut Stasiun Beos.
Banyak museum di kawasan ini. Ada juga Museum Bank Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Seni Rupa. Museum-museum ini saling berdekatan letaknya. Jadi manfaatkanlah waktu Anda sebaik mungkin di kawasan ini.


Koleksi Museum Bank Mandiri
Persyaratan bagi materi koleksi museum adalah benda asli, reproduksi atau miniatur. Benda-benda ini pun harus mempunyai nilai sejarah, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Harus pula mencerminkan proses perkembangan lahirnya Bank Mandiri. Bahkan keberadaannya harus merupakan bukti pelaksanaan fungsi dan kegiatan bank yang mewakili suatu fenomena atau kecenderungan tertentu serta dapat diidentifikasi asal-usul, tipe/gaya, periode waktu, maupun fungsi kegunaannya sehingga dapat dijadikan suatu monumen sejarah atau diperkirakan menjadi monumen sejarah di masa depan.
Materi koleksi yang ada di Museum Bank Mandiri terdiri atas jenis perlengkapan operasional bank, surat berharga, numismatik, arsip sejarah, dan jenis koleksi lainnya seperti perlengkapan pendukung operasional bank dan bahan pustaka.


Koleksi perlengkapan operasional bank tempo dulu yang unik, antara lain:
* peti uang,
* mesin hitung uang mekanik,
* kalkulator,
* mesin pembukuan,
* mesin cetak,
* alat pres bendel,
* seal press,
* brandkast,
* safe deposit box,
* anak kunci lemari/pintu besi serta aneka surat berharga, seperti bilyet deposito, sertifikat deposito, cek, obligasi dan saham.
Ornamen bangunan, interior, dan furnitur asli dari gedung museum yang merupakan benda cagar budaya juga merupakan bagian dari koleksi yang perlu dilestarikan.
Adapun koleksi pendukung operasional lainnya adalah sarana promosi, komunikasi, ekspedisi dan kesekretariatan, seragam pegawai dan perlengkapannya, peralatan teknologi informasi, komponen bangunan dan miniatur gedung kantor, serta perlengkapan sekuriti dan rumah tangga lainnya.
Sesuai kurun waktunya, koleksi Museum Bank Mandiri dapat dikelompokkan berdasarkan periode bank-bank pendahulu mulai tahun 1826-1959/1960 dengan koleksi berasal dari masa NHM, Escomptobank, NIHB/NHB dan BIN, periode bank-bank bergabung tahun 1959/1960-1998 masa BBD, BDN, Bank Exim dan Bapindo, serta periode awal merger Bank Mandiri sampai dengan go public tahun 1999-2003.

Jam Buka dan Tiket Masuk
Selasa – Minggu: Pukul 09.00 – 16.00
Senin & Hari libur nasional: Tutup
Dewasa: Rp 2.000
Anak-anak: Gratis
Nasabah Bank Mandiri: Gratis

Alamat Museum Bank Mandiri

Jalan Lapangan Stasiun 1*, Jakarta Barat 11110
Telepon: +62 21 690-2000 
email: museum@bankmandiri.co.id
*disebut juga Jalan Pintu Besar Utara 1

[]Lovalia
Artikel : https://jakartalama.wordpress.com
Foto : Koleksi Pribadi

0 komentar
Label: , ,

WISATA TAMAN MINI INDONESIA INDAH (PART 1)

Teater Keong Mas
Meskipun bukan pertama kalinya, tapi memang baru kali ini sempat menulskan di blog nih tentan pengalaman wisata ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kebetulan moment kali ini bertepata dengan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah k-19 di Jkarta, so... let's go grebek TMM barng konco-konco IPM Jateng hehee
 Kita semua tahu, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau, berbagai suku, bahasa, adat, Tradisi, agama dan kebudayaan yang berbeda-beda.  Keanekaragaman tersebut terdapat di berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai kebiasaan hidup yang berbeda-beda. Kebiasaan hidup itu menjadi budaya serta ciri khas suku bangsa tertentu. Demi persatuan dan kesatuan, seharusnya kita menyadari dan menghargai keanekaragaman tersebut sehingga dapat menjadi satu bangsa yang tangguh. Dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, kita jadikan keragaman suku bangsa dan budaya sebagai salah satu modal dasar dalam pembangunan. Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertahun tahun tinggal di indonesia dan menikmati berbagai macam keindahan panorama, keberagaman budaya, dan macam macam kuliner. saya merasa bersyukur dengan anugerah yang Tuhan telah berikan kepada negara ini sehingga Indonesia menjadi negara kaya yang memiliki berbagai macam corak kebudayaan dan tradisi. Sehingga inilah saatnya kita sebagai generasi muda meneruskan kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.
            Kumpulan keberagaman Indonesia yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat sehingga anda bisa mengunjungi berbagai kebudayaan Indonesia dalam satu waktu kunjungan. Miniatur Indonesia atau Taman Mini Indonesia Indah adalah tempat wisata yang digagaskan oleh ibu Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Jadi bagi siapa saja yang ingin melihat berbagai macam kebudayaan Indonesia tanpa harus menjelajahi setiap budaya satu per satu dari satu wilayah ke wilayah lain yang akan menghabiskan banyak waktu dan juga biaya.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berlokasi di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah, JL. Dukuh, 13550 Jakarta-Timur . TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Area seluas 150 hektar yang dipenuhi berbagai macam corak kebudayaan yang mencerminan ciri khas Indonesia. Diantaranya, anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Selain itu di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan  kepulauan Indonesia dalam bentuk mini dari sabang hingga merauke di tengahnya, berbagai museum, kereta gantung, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku.  Harga tiket yang harus anda keluarkan relative murah yaitu Rp. 9.000/ orang. Selain itu, Taman Mini Indonesia Indah juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang dekat dengan lokasi, seperti Taman Mini (Tamini) Square yang didukung oleh tenant-tenant besar (antara lain : Carrefour, McDonald's, Hanamasa, Pizza Hut dan Tamini 21). Tidak hanya mall, fasilitas lain seperti Bakmi Japos, Holland Bakery, Poli Klinik Marga Bakti, Poli Klinik Karya Bhakti juga hadir sebagai pelengkap sarana disekitar lokasi. Jam buka dari pukul 07.00 – 21.00.
Berdasarkan pengalaman saya saat mengunjungi TMII, objek wisata yang menarik perhatian saya pertama kali masuk kedalamnya yaitu danau buatan yang ditengahnya berisikan pulau-pulau Indonesia dalam versi kecil. Dan apabila kita ingin menikmati keindahannya disediakan pula kereta gantung yang bisa kita sewa seharga Rp.30.000 / satu kali perjalanan. Jadi kita bisa melihat pemandangan TMII secara keseluruhan dari atas. Bagi anda yang lebih tertarik menggunakan transportasi air disini juga tersedia penyewaan perahu angsa atau yang biasa disebut dengan bebek-bebekan. Tak hanya itu, masih ada banyak kebudayaan khas tiap provinsi di Indonesia yang dipamerkan di sini mulai dari tarian daerah, pakaian adat, rumah ibadah tiap agama resmi di Indonesia, berbagai museum dan lain-lain. Di Anjungan Daerah, Anda bisa melihat kebudayaan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Banten, Bangka Belitung, Papua Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo Kepulauan Riau Dan lain-lain
 Setiap provinsi memiliki anjungan yang menampilkan bangunan atau rumah adat, pakaian tradisi Dan di setiap anjungan terdapat panggung untuk menampilkan pertunjukan tarian tradisional, upacara adat dan juga pertunjukan musik khas daerah masing-masing. Pertunjukan budaya ini biasa dilakukan pada hari Minggu, saat jumlah pengunjung mengalami kenaikan dibanding hari-hari biasa. Ada pula toko suvenir yang menjual berbagai macam suvenir berupa kerajinan tangan tiap daerah, pakaian adat sampai aksesoris khas daerah.
 
Bangunan rumah ibadah setiap agama resmi di Indonesia yang masih aktif digunakan di Taman Mini Indonesia Indah: Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Panataran Agung Kertabumi, Vihara Arya Dwipa Arama, Kuil Konghucu Kong Miao, Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawan. Jadi bagi anda yang ingin melakukan ibadah tidak perlu khawatir karna  TMII juga menyediakan tempat peribadatan sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Sarana Rekreasi lainnya yaitu istana boneka, wahana ini merupakan wahana favorit anak-anak yang mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Di sini, anak-anak bisa menyimak dongeng-dongeng dunia dan cerita rakyat dari Indonesia. Snow Bay merupakan kolam renang dan wahana permainan air di Taman Mini Indonesia Indah. beragam karya IPTEK dan juga melakukan percobaan ringan. Harga tiket masuk adalah 17.000 Rupiah per orang. Lalu juga ada banyak taman di Taman Mini Indonesia Indah yang berisi koleksi flora dan fauna Indonesia yang beragam. Di antara taman-taman tersebut adalahTaman Anggrek, Taman Apotek Hidup, Taman Kaktus, Taman Melati, Taman bunga Keong Mas, Taman Bekisar,Taman Burung

Selain itu, Terdapat Berbagai museum yang bisa menambah pengetahuan kita, hitung-hitung sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui, Diantaranya: Museum Keprajuritan, Museum Perangk, Museum Pusaka , Museum Transportasi , Museum Listrik dan Energi Baru,,Museum Minyak dan Gas Bumi DLL. Nah, bagi anda pencinta teater atau film, TMII juga menyediakan sarana yang tidak kalah bagusnya dengan sarana yang berada kota-kota besar lainnya seperti: Teater IMAX Keong Mas, Teater 4D dan Teater Tanah Airku. Setelah lelah seharian berkeliling akhirnya saya pun memutuskan untuk pulang kerumah. Walaupun tak sempat mengunjungi semua tempat di TMII ini saya merasa puas dan senang karna mendapatkan pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia tanpa mengurangi sedikitpun nilai awal tujuan saya untuk berwisata.

[]Lovalia

0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters