Tampilkan postingan dengan label Petualangan - Danau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petualangan - Danau. Tampilkan semua postingan
Label: , ,

WISATA BLORA : SURGA KEDUNG BANYU BIRU

banyu biru todanan(1) copy
Kecamatan Todanan tidak habis-habisnya memanjakan wisatawan dengan keindahan alam. Selain keberadaan Goa Terawang yang begitu eksotis dengan masih banyaknya hewan-hewan yang membuat indah suasana, kali ini wisatawan dimanjakan dengan keberadaan Kedung Banyu Biru.

Meski kemarau melanda keindahan danau yang terletak di kawasan persemaian bibit jati BKPH Kalonan KPH Blora di Desa Gayam tak luntur. Terlebih, dilokasi itu terdapat sungai yang airnya tak mengering dalam kondisi apapun.

Bagi yang ingin ke sana aksesnya cukup mudah. Apalagi jalan desa yang menjadi akses utama sudah sudah. Bagi yang berasal dari arah Semarang bisa langsung mengambil arah Purwodadi-Wirosari menuju ke Kunduran dan berhenti di pertigaan gagakan depan Puskesmas Kunduran. Dari situ Kadung Biru bisa ditempuh dengan jarak kira-kira 8 kilometer.

Kawasan Banyu biru atau banyu biru persis pada sebelah persemaian jati milik BKPH Kalonan KPH blorayang berjarak 150 meter dari BKPH Kalonan KPH blora.

Sementara bagi wisatawan yang berasal dari Blora, bisa mengambil arah menuju ke pertigaan Pasar Ngawen, kemudian belok ke kanan melintasi jalan menuju ke Japah, Padaan, Ngapus, hingga tiba di Todanan.

Hampir tiap hari, terutama hari libur dipastikan banyak orang yang ingin menikmati pesona keindahan alam gunung pencu. Hanya dengan membayar parkir 10000/orang pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Blora bagian barat itu.

Di sisi lain, keramaian banyu biru memang baru dikenal masyarakat luas sekitar pertengahan Juni lalu. Berawal dari pemuda Blora yang advanture kelokasi itu. Kemudian, para pemuda itu mengabadikan gambar sungai tersebut dan mengupload-nya ke media sosial.

Sontak, para nitizen penasaran dengan gambar itu dari foto itulah pengunjung mulai banyak. Bahkan, jika hari libur pengunjung sampai 500 orang lebih. Pengunjung lebih didominasi oleh kaum remaja.

Saat mengunjungi banyu biru itu suara gemericik air sudah terdengar 50 meter sebelum titik lokasi. Gemericik air dan hijaunya tumbuhan di sekitar lokasi membuat suasana semakin adem. Apalagi, ditambah dengan semilir angin alam yang bersih menambah para pengunung betah untuk menikmati ciptaan sang kuasa.

Sungai yang lebarnya kurang lebih 5 meter dan bebatuan khas sungai menjadikan suasana tampak indah. Selain itu hal yang menarik terdapat air terjun kecil yang menjadi sumber gemricik air itu. Dengan ketinggiannya, sekitar satu meter dan aliran air tak begitu deras membuat pemandangan di banyu biru terlihat indah.

Untuk masuk ke banyu biru hanya ada retribusi parkir di dekat area penyemaian. Lalu, pengunjung menyusuri jalan setelah sekitar 150 meter untuk sampai disungai tersebut.

Nah, kebayang bukan indahnya pesona alam yang ada tersebut. Bahkan, para remaja tentunya tak akan lengkap jika belum menikmati indahnya pesona alam tersebut sambil mengabadikan momen bersama keluarga maupun bersama teman-teman sebaya.

[]Lovalia - Berbagai Sumber

2 komentar
Label: , , , , ,

WISATA BLORA : WADUK BENTOLO


Obyek Wisata Waduk Bentolo terletak di wilayah Kecamatan Todanan + 0,5 Km kearah selatan dari Goa Terawang atau + 34 Km kearah barat kota Blora, mudah dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
 
Obyek Wisata Waduk Bentolo adalah obyek wisata alam buatan berupa waduk yang di bangun Pemerintah Kabupaten Blora yang mempunyai fungsi utama yaiut sebagai irigasi tanah pertanian. Luas areal Obyek Wisata Waduk Bentolo + 270.795 m².
 
Karena letaknya yang cukup strategis , dengan alamnya yang indah dan menawan serta tiupan angin yang nyaman membuat Waduk Bentolo mempunyai daya tarik tersendiri , sehingga di samping sebagai fungsi irigasi Waduk Bentolo juga mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai tempat penggondokan bagi pramuka (Lembaga Candika Pancasona) dan juga tak kalah pentingnya sebagai fungsi kepariwisataan. Obyek Wisata ini sering di kunjungi oleh masyarakat/anak-anak muda dari luar daerah untuk sejenak bersantai atau untuk menyalurkan hobi memancing.

Buat kamu yang datang kesini, kamu bisa refreshing atau melepas penat sambil mancing ikan gaes. Pengunjung disini berasal dari Blora dan wilayah sekitarnya. Seperti kawasan wisata Blora pada umumnya, kamu akan menjumpai nuansa hijau di sekitar waduk yang menyebabkan warna air menjadi hijau karena terkena panyulan sinar matahari. 

Nah, buat kamu yang lagi ada di dekat kawasan ini, tidak ada salahnya untuk mampir dan mengabadikan beberapa momen keren disini. Selamat berkunjung !

NOTE :
Waduk ini, pada tahun 2014-sekarang, sempat timbul polemik karena airnya dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan di dekat waduk. Namun warga merasa rugi dan akhirnya mencari solusi bersama pemerintah.
 
 
[]LOVALIA : Berbagai Sumber
 

0 komentar
Label: , , , , , ,

LEGENDA BLORA : LEGENDA KEDUNGPUTRI RANDUBLATUNG

Konon ini adalah tempat mandi Putri Citrowati
Kedung Putri adalah suatu situs budaya yang pada masa lalu sampai sekarang banyak menyimpan misteri, bahkan berbau mistik yang konon menurut cerita tempat ini sering dipakai mandi oleh Citro Wati putri raja Purwocarito yang cantik Jelita.
Kedung Putri terletak di sebelah utara Kecamatan Randublatung, kurang lebih 10 km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di hutan petak 52 RPH Gumeng BKPH Temanjang, KPH Randublatung. Secara administrative turut wilayah Desa Tanggel Kecamatan Randubaltung Kab. Blora.
Begitu kentalnya muatan mistik di lokasi ini menjadikannya cukup terkenal di Randublatung. Legenda Kedung Putri dimulai pada jaman dulu dimana terdapat suatu daerah yang bernama Negara Purwocarito (sekarang Desa Gumeng) yang dipimpin oleh seorang raja bernama Dian Gondo Kusumo dengan permaisuri Loro Girah, Pasangan raja dan permaisuri ini dikarunia 3 orang  anak yaitu  Citro Menggolo, Citro Kusumo dan Citro Wati.
Masing-masing keturunan raja Dian Gondo Kusumo diberikan kekuasaan untuk memimpin tiga kerajaan. Masing-masing adalah Citro Menggolo kerajaanya di Mlumpang (sekarang Desa Trembes), Citro Kusumo kerajaannya di Bale Kambang (sekarang Desa Temetes) dan Citro Wati kerajaanya di Purwocarito (sekarang Desa Gumeng).
Salah seorang dari ke tiga anaknya yaitu Citro Wati mempunyai paras yang  cantik jelita. Karena kecantikannya itu maka banyak putra raja yang lain atau dari golongan bangsawan tertarik dan ingin meminang Citro Wati. Sampai pada akhirnya Putri Citro Wati  dilamar oleh 2  raja, yaitu Begede Katong dari kerajaan Pandan (Sekarang Desa Njetak Wanger,Ngawen) dan Jonggrang Prayungan dari kerajaan Atas Angin. Kedua raja tersebut akhirnya perang untuk merebutkan Cito Wati. Keduanya belum ada yang kalah dan menang dalam peperangan tersebut. Akhirnya Citro Wati datang dan menolak keduanya (Begede Katong dan Jonggrang Prayungan).
Karena merasa ditolak, Begede Katong marah dan mendatangkan angin ribut untuk menghancurkan negara Purwocarito. Akibatnya negara Purwocarito luluh lantah rata dengan tanah.
Situs Banyu Tes
Beberapa hari kemudian Begede Katong tidak putus asa walapun cintanya di tolak. Dia tetap berangkat menuju kerajaan Purwocarito untuk melamar Citro wati. Sesampainya di suatu tempat dataran tinggi, Begede Katong melihat Citrowati sedang mandi di sendang, begitu melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Citrowati, birahi Begede Katong memuncak dan meneteslah air maninya, yang sekarang menjadi Banyu Tes, di dukuh Temetes. ”Sendang tetes” tersebut sampai sekarang dipercaya oleh masyarakat bisa menyembuhkan impotensi dan membangkitkan libido bagi kaum pria apabila mandi di tempat tersebut.
Jati Denok
Setelah itu Begede Katong melanjutkan perjalan kembali. Sesampainya di Gunung Serangkang, dia bertemu dengan Jonggrang Prayungan musuh bebuyutannya, dan keduanya saling berperang lagi. Keduanya berperang saling membunuh sehingga menyebabkan semua perangkat untuk melamar yang dibawa oleh Begede Katong berserakan dan terlempar jauh ke tempat lain. Tempat upeti (Bokor Kencono) terlempar ke Desa Pengkol (Kec. Banjarejo) yang dinamakan Kedung Bokor, Sirih (bahasa jawanya Suruh) terlempar ke Desa Banyuurip yang dinamakan Suruhan, Gemblongnya (dodol) yang teriris–iris terlempar ke Desa Temetes yang dinamakan Tiris, sedangkan emban yang membawa Bokor Kencono bernama Denok meninggal dan dikubur dengan di tandai Pohon jati yang sampai sekarang jati tersebut masih hidup dan dinamakan “Jati Denok”. Walaupun Begede Katong memaksa melamar, Cito Wati tetap tidak mau menerima lamaran Begede Katong. Meskipun ditolak cintanya, Begede Katong tidak mau kembali ke negaranya. Gilaaa setia bangeetttt
Citro Wati mempunyai kebiasaan yang setiap hari tidak pernah ditinggalkannya yaitu mandi di sungai (Kedung) yang sekarang dinamakan Kedung Putri. Begede katong memanfaatkan situasi tersebut yaitu dengan merubah dirinya menjadi ikan gabus (Kutuk) dan masuk ke dalam sungai. Pada saat Citro Wati mandi di sungai, ia melihat ikan gabus (kutuk) yang sebenarnya adalah  jelmaan Begede Katong. Citro Wati sangat  senang melihat ikan tersebut dan ia pun bermain di sungai (kedung) itu tanpa curiga sedikitpun akan keberadaan ikan tersebut. Karena seringnya bermain dengan  ikan gabus (kutuk) tersebut, tanpa disadari ia bercinta dengan ikan gabus jelmaan Begede katong yang pada akhirnya menyebabkan Citro Wati hamil.
Citro Kusumo kakak Citro Wati marah melihat adiknya hamil tanpa diketahui siapa yang menghamili adiknya. Citro Wati tidak boleh melahirkan secara normal tetapi harus melalui perut sebelah kiri. Perut Citro Wati ditusuk dengan keris oleh Citro Kusumo dan keluarlah dari perut Citro Wati anak ikan gabus (Kutuk). Keanehan yang terjadi pada anak Citro Wati  menjadikannya sebuah larangan bagi masyarakat dusun Gumeng bahwa mereka tidak boleh makan ikan gabus (kutuk) karena itu merupakan darah dagingnya Citro Wati. Karena ditusuk perutnya, Citro Wati pingsan dan tidak sadarkan diri. Citro Wati diseret oleh Cito Kusumo dan di siram air. Akhirnya Citro Wati sadar dan air yang dipakai untuk menyiram Citro Wati dinamakan Banyuurip.
Banyu Urip
Sampai sekarang banyuurip masih tetap ada dan selalu dijaga keberadaanya karena dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit.
Setelah kejadian itu, Citro Wati berjanji tidak akan kawin sebelum ketemu Joko Sayuto dengan pengapit Joko Santoso. Citro Wati semedi di sungai (kedung Putri) sambil menunggu Joko Sayuto dan Joko Santoso.
Cerita Legenda yang masih melekat pada Kedung Putri, bagi masyarakat dusun Gumeng merupakan salah satu peninggalan sejarah yang harus dijaga, baik lokasi, peninggalan-peninggalannya maupun nilai-nilai spiritualnya.
Saat ini, tradisi yang dilakukan masyarakat dusun Gumeng di Kedung Putri adalah upacara sedekah bumi. Tujuannya adalah untuk meminta berkah dan keselamatan bagi dusun Gumeng dan daerah sekitarnya. Terkadang ada juga yang melakukan ritual khusus di tempat ini yaitu memberikan sesaji yang tujuannya untuk meminta kekayaan (pesugihan)
[]Lovalia : Berbagai Sumber
Note : karena penulis adalah pemuda yang terlahir di era modern jauh sebelum kisah ini terjadi, maka mohon kiranya jika ada kesalahan/ kekurangan dalam penulisan ini pembaca bisa meluruskan dan mengoreksi secara bijak

7 komentar
Label: ,

Cantiknya Warna Telaga Warna Dieng


Welcome Telaga Warna Dieng.
Foto langsung jadi cuma Rp 5.000,-
Pergi ke Wonosobo tanpa mampir Dieng sama saja bohong. Pergi ke Dieng tanpa mengunjungi Telaga warna, hmmmm siap-siap saja menyesal yaa hihihi...
Turun dari Gunung Prau, kami memacu motor menuju ke Telaga Warna Dieng yang sempat kami lihat dari puncak. Sampai di lokasi Telaga Warna, hmmm bau belerang serta merta menyerbak menghajar indra penciuman kami. 

Eksotisme Telaga Warna Dieng memang mempesona. Telaga yang memiliki keunikan berupa warna permukaan yang berubah-ubah ini dikelilingi oleh Hutan dan bukit yang masih asri, udara yang segar, serta Pemandangan Khas pegunungan yang membuat siapa saja betah berlama-lama menjelajahi obyek wisata di Dieng yang satu ini.

Telaga Warna masuk wilayah Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa-tengah. Telaga warna Dieng adalah telaga paling sering dikunjungi oleh para wisatawan. selain letaknya yang strategis dan dekat dengan obyek-obyek wisata lain.

Horeeeee ..... 
Telaga ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu warna permukaan telaganya yang kadang berubah sewaktu-waktu dengan dominasi warna hijau kebiruan serta putih yang merupakan refleksi endapan belerang didalamnya.
Selain keindahan Telaganya yang natural dan eksotis, saat berkeliling menyusuri jalan setapak yang mengelilingi Telaga warna, anda juga akan menjumpai Telaga lain yang letaknya tepat di Samping Telaga warna, yaitu Telaga Pengilon. Goa-goa alam yang diselimuti aroma mistis juga bisa anda ditemui di sekeliling Telaga Warna seperti Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran dan lain-lain.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Foto selengkapnya Petualangan di Telaga Warna Dieng ---> Klik di sini

0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters