Tampilkan postingan dengan label Gibranian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gibranian. Tampilkan semua postingan
Label: ,

SEMUA KEGADUHAN INI UNTUK APA SEBENARNYA ?

Semua kegaduhan ini, untuk apa sebenarnya?

-Gibran Rakabumi-

 Sepakat, saya pun selalu bertanya-tanya semua kegaduhan ini untuk apa sebenarnya? Politik Indonesia kian gaduh tidak karu-karuan. Black Campaign menjadi sesuatu yang wajib , bahkan Devide at Impera menjadi barang halal. 



Hiruk-pikuk persaingan antarpartai politik dan suhu tinggi perpolitikan nasional kian meningkat setiap detik . Wacana konsensus politik mengemuka untuk menghindari ekses negatif kegaduhan politik, tapi yang ada malah semakin memperkeruh suasana.

Memang Indonesia telah berada di era baru. Sebuah era di mana kepemimpinan selama satu dasawarsa akan segara digantikan. Pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dengan segenap dinamikanya telah dilampaui. Berbagai kejadian mewarnai potret diri Indonesia. 

Namun, dalam gonjang ganjing politik yang aduhai panasnya ini, berbagai ujian masih menerpa ketahanan dan martabat bangsa ini: bencana alam , konflik horisontal bernuansa SARA dan pertanahan, terorisme, skandal korupsi sejumlah pejabat publik (legislatif dan eksekutif baik di pusat maupun daerah), pertentangan KPK dengan Polri, pertentangan antara DPR RI dan KPK RI,  dan masih banyak lainnya. Hinga kesimpulan mengerucut inilah tahun politik terpanas di Indonesia.

Orang - orang yang katanya ingin mengabdi untuk negeri itu sudah lupa apa makna dari lagu Satu Nusa Satu Bangsa. Mereka juga lupa bagaimana makna yang harus diamalkan dalam lagu Indonesia Raya. Mungkin lagu Kulihat Ibu Pertiwi kini sangat tepat untuk dinyanyikan setiap hari .

Mereka yang katanya berjuang atas nama rakyat demi bangsa dan negara bahkan tidak ingat bagaimana negara ini dimerdekakan dengan penuh perjuangan berpondasikan persatuan dan kesatuan. Meraka saling menghujat, terus menghujat seolah tak rela kalau kelompok lain terlihat baik. Huuhhfff SEMUA KEGADUHAN INI UNTUK APA SEBENARNYA ?



Just Writting From Stalking : Tulisan di blog saya dengan label Gibranian ini hanya pengembangan hasil stalking saya di twitternya @GibranRakabumi. Nggak tau itu twitter asli apa nggak , tapi kalimatnya bagus-bagus, sederhana mengena pokok e. // Mengaku Pengagum sosok Gibran Rakabumi //

0 komentar
Label: ,

NEGERI DANGDUT SEMUA DIGOYANG



 "Ini negeri dangdut, apa sih yang tidak bisa digoyang?" Akhirnya terdakwa paham

-Gibran Rakabumi-



Hmmm ... Dangdut is the music of my country , yes ?
Aduh, kenapa saya malah bertanya dengan kalimat sok English gitu ya ? Mungkin saya sedang terjangkit virus dangdut bahasa, uppss mana ada ? :)

Yups , dangdut musik aseli negeri ini. Siapapun yang mendengar musiknya walaupun malu-malu toh akhirnya bergoyang juga tanpa disadarinya. Tua muda semua kenal dangdut. Mengaku tidak suka dangdut tapi tiap hari asyik - asyik aja dengerin lagi dangdut dari rumah tetangga. Mengatakan dangdut musik kampungan ternyata kalau ada konser dangdut jogetnya paling depan. Dangdut, dangdut, dangdut....

Yah, negeriku negeri dangdut. Dangdut bukan musik kampungan apaagi murahan. Tidak , jangan katakan dangdut sebagai musik murahan, karena saya tidak akan rela anda menyebutnya demikan. Dangdut tidak hanya di panggung desa tapi kini merambah panggung politik juga. Mulai dari kampanye calon wakil rakyat sampai wakil rakyat yang main mata sama artis dangdut, lengkap sudah. Mulai dari kampanye air sampai suapan sendok emas di panggung politik.

Dangdut... dangdut...dangdut.

Padahal Sang Raja Dangdut sendiri telah menciptakan banyak syair lagu dangdut yang maknanya subhanallah begitu dalam dan menyentuh perasaan. Tapi sayangnya beberapa orang dari mereka yang duduk di kursi panas dewan sana lebih memilih untuk bergoyang dengan rupiah haram. kasus suap, korupsi, menjadi tontonan kita sehari - hari .

Lalu sekarang siapa yang kampungan ? Goyangan dangdut ataukah orang-orang yang memaksakan goyangan haram atas negeri ini ?

Ah sudahlah .... saya pun pusing bagaimana cara mengakhiri tulisan ini


 

Just Writting From Stalking : Tulisan di blog saya dengan label Gibranian ini hanya pengembangan hasil stalking saya di twitternya @GibranRakabumi. Nggak tau itu twitter asli apa nggak , tapi kalimatnya bagus-bagus, sederhana mengena pokok e. // Mengaku Pengagum sosok Gibran Rakabumi //

0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters