Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur - Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur - Religi. Tampilkan semua postingan
Label: , ,

WISATA JAWA TIMUR : WISATA RELIGI DI MASJID AGUNG TUBAN

Bukan lagi jualan sandal

Megah Penuh warna
Satu lagi yang menarik dari wisata religi di Tuban adalah mendatangi masjidnya. Masjid Agung Tuban terletak tidak jauh dari alun-alun komplek makam Sunan Bonang dan Museum Kambang Putih. Jangan lupa melancong ke sini! Masjidnya itu subhanallah, indahnya berbeda dengan masjid pada umumnya. Warna warni ada merah, pink, kuning , biru, hijau, putih, hitam cokelat ahhh pokonya kereeennn.
Seperti biasa ketika saya mengunjungi tempat yang luar biasa yang saya cari adalah prasasti sejarahnya. Hmm ternyata awal Masjid Agung Tuban berdiri pada saat Tuban diperintah oleh Raden Ario Tedjo (Syeh Abdurrahman), belum diketahui secara pasti. Pada tahun 1894 saat Tuban diperintah oleh Kusumodigdo Masjid ini mengalami renovasi. Hingga tahun 1985-2004 Masjid Tuban juga mengalami renovasi di beberapa bagian.

Menurut keterangan arkeolog, masjid ini telah mengalami perombakan. Namun sayangnya arsitektur lama yang merupakan kekhasan dari Masjid Tuban tidak dipertahankan dan diubah hingga menjadi seperti saat ini. :( Tapi nggak apa-apa tetap megah dan indah kok.


1 komentar
Label: , ,

WISATA JAWA TIMUR : ADA KEPITING RAKSASA DAN NAGA DI KWAN SING BIO

04092013-kelenteng.jpg 

Nah guys, ini tempat wisata terakhir yang kami kunjungi di Tuban hari ini : KLENTENG KWAN SING BIO. Nggak usah mikir aneh-aneh mengira kami mau numpang sholat Ashar di sini, apalagi ngater Sunti ziarah ke tempat leluhurnya... tidaaakk meskipun iya sih, muka Sunti pantes banget masuk sini hahaha piizzzz :D



Nggak seperti Klenteng batu Sam Po Kong, masuk ke Klenteng kwan Sing Bio GRATISSS tidak dipungut biaya. Kamu cukup perlu meninggalkan KTP aja kepada petugas piket di dekat gerbang masuk.

Nah guys saya pernah melihat dari berita media Klenteng Kwan Sing Bio adalah tempat ibadah Tri Darma yang paling banyak dikunjungi olah para wisatawan, baik dari dalam dan luar kota Tuban, seperti Surabaya dan Semarang, atau bahkan pengunjung dari Singapura, Malaysia dan China.  Wooww kenapa coba ? Mungkin karena GRATIS ? :D hahah ngawur


Kelenteng Kwan Sing Bio memang tampak seperti bangunan kelenteng pada umumnya. Didominasi warna merah, kuning dan hijau  yang  terang   pada bangunannya dengan  banyak hiasan Naga, lampion dan  lilin berbagai ukuran. Dan tentu saja   bau dupa dan hio yang senantiasa menguar dari dalam kelenteng.Namun ternyata ada banyak kisah menarik di kelenteng yang berada sekitar 2 km arah barat dari  pusat kota  ini.

Kelenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan  Raya R.E. Martadinata , Tuban – Jawa Timur.  Cukup  mudah menuju  ke kelenteng ini karena lokasinya yang berada di  tepi jalan raya utama jalur Pantai Utara Jawa dengan  banyak angkutan umum yang melintasinya.

Klenteng ini menghadap langsung ke laut lepas dan banyak yang percaya setiap orang yang berdoa di sini akan terkabul doanya. Klenteng Kwan Sing Bio merupakan klenteng yang megah dan salah satu icon di Tuban. Saat Imlek tiba, klenteng ini banyak dikunjungi oleh mereka yang ingin melihat kemeriahan Tahun Baru Cina ini, dimana terdapat pertunjukan barongsai, pertunjukan wayang titi, pesta kembang api hingga atraksi kung fu.



Hiasan Satwa Bermakna Simbolis

Dari banyak artikel yang saya baca Kelenteng Kwan Sing Bio menganut  ajaran Tri Dharma  yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong.  Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong.

Sebelum memasuki kelenteng Kwan Sing Bio, sebuah gerbang dengan bentuk khasnya akan menyambut pengunjung kelenteng. Di bagian atas gerbang itu terdapat hiasan seekor kepiting yang berukuran cukup besar. Di Indonesia, hiasan kepiting itu konon cuma  ada di kelenteng ini. Waah kalau begitu saya harus segera membuat kepiting yang lebih besaaarrrr :D

Hiasan kepiting yang seolah menjadi ikon Kelenteng Kwan Sing Bio itu  ternyata berkaitan dengan sejarah awal  kelenteng yang diperkirakan dibangun pada abad 18 ini.  Karena dulunya , lokasi dibangunnya kelenteng ini adalah daerah tambak dengan banyak hewan kepiting hidup dan berkembang biak di sekitarnya.

“ Untuk mengenang bagian dari sejarah tempat awal dibangunnya kelenteng Kwan Sing Bio itulah  kemudian digunakan hewan kepiting sebagai hiasan di kelenteng , “ ujar salah seorang Bapak yang iseng-iseng saya tanyai.
Kwan Sing Bio
Tak hanya itu, hewan kepiting itu ternyata juga bermakna simbolis karena dipercaya dapat memberi perlindungan  pada kelenteng dan umatnya dari pengaruh unsur-unsur jahat sekaligus mengusirnya.

Makna-makna simbolis tentang nilai-nilai kehidupan itu  juga terdapat pada banyaknya hiasan satwa pada beberapa bagian bangunan kelenteng baik yang berupa relief, patung, lukisan dan sebagainya.

Sekitar 5 meter tepat di belakang gerbang, bangunan utama kelenteng Kwan Sing Bio berdiri dengan anggunnya. Di bagian depan kelenteng dan di dalam bangunan utama pada sebelah kanan dan kiri pintu masuk terdapat sepasang patung singa dengan posisi duduk .  Patung singa ini juga bermakna simbolis sebagai kekuatan dan penjaga kelenteng.  Kenapa mereka nggak sewa satpam aja ya buat jaga ?



Nah karena ketika saya berkunjung ke sana Klenteng sedang dipugar di beberapa tempat dan kita nggak boleh masuk, makanya artikel tentang ruangan-ruangan dalam Klenteng ini saya ambil dari berbagai sumber .  Lumayanlah buat tambahan wacana.

Arca Dewa Kwan Kong

Bangunan utama kelenteng Kwan Sing Bio terbagi menjadi 3  bagian ruangan dengan banyak petugas kelenteng yang hilir mudik membantu keperluan umat kelenteng. Ruangan yang pertama di bagian depan untuk membakar dupa dan hio dengan terdapat banyak lilin berbagai ukuran . Di ruangan ini sambil membakar dupa atau hio, umat  kelenteng bersembahyang dengan menghadap utara, ke arah laut.

Sedangkan di ruangan yang kedua yang berada di bagian tengah digunakan untuk melakukan  sembahyang dan juga menaruh buah-buah persembahannya.

Untuk ruangan ketiga yang terdapat di bagian belakang inilah terdapat Arca Dewa Kwan Kong dan arca dewa-dewa lainnya yang dikeramatkan. Umat dan pengunjung kelenteng dilarang keras untuk memotret ruangan ini dengan segala isinya. Waahhh jadi penasaran :D

Di depan arca Dewa Kwan Kong inilah biasanya umat atau pengnjung kelenteng melakukan ritual jiam sie untuk berbagai keperluan seperti kelancaran usaha, kesehatan dan pengobatan atau sekedar  untuk menerawang peruntungan dan nasib pada karir, jodoh dan sebagainya.  

Kompleks kelenteng Kwan Sing Bio memiliki luas areal  sekitar 4-5 hektar dengan berbagai bangunan dan fungsi,  yang menjadikan kelenteng ini dikenal sebagai kelenteng yang paling besar dan luas di Indonesia.

Di sebelah barat  kelenteng terdapat ruangan untuk  pembaca jiam sie,  kantor, berlatih barongsai dan liang-liong,dan  stand souvenir. Sedangkan di sebelah  timur terdapat  ruangan Altar Tri Nabi untuk beribadah umat Tri Darma. Di ruangan ini  terdapat arca  Nabi Khong Hu Cu, Nabi Lao Tze dan Budha Gautama. Di dekat pintu masuknya terdapat   pajangan seekor harimau yang telah diawetkan. Ada juga  panggung mini untuk pementasan kesenian wayang potehi.


Legenda Sembilan Gada Suci

Di belakang bangunan utama kelenteng terdapat taman yang disebut Taman Dua Naga karena disana terdapat patung sepasang  naga.

Yang menarik, di belakang taman itu terdapat  bangunan  Sembilan  Gada Suci untuk menyimpan bendera dan panji-panji, barongsai, dan liang-liong khusus untuk persembahyangan dan pemujaan Dewa Kwan Kong, Di dalam ruangan yang berkaca ini  juga terdapat patung Dewa Kwan Kong yang berukuran cukup besar.

Sementara di bagian luarnya pada sebelah kanan-kiri dan depan terdapat patung-patung para tokoh  pembesar dalam sejarah dan legenda China. Patung-patung itu ditampilkan dengan penggarapan pada ekspresi, detail  dan  warna yang cukup bagus dan menarik.

Di belakang bangunan  Sembilan Gada Suci terdapat ruangan semacam aula  yang cukup luas dengan relief-relief  berisi kisah legenda China  yang berukuran cukup besar  pada dinding di  bagian barat dan timur.

Pada langit-langit ruangan ini terdapat ornament bergambar lambing umat Tri Darma yaitu Swastika ( Budha ) , Yin dan Yang ( Khong Hucu )  dan Genta Rohani ( Konfusius ). Katanya ruangan ini dulunya digunakan sebagai tempat menginap bagi umat atau pengunjung yang ingin bermalam dengan menggelar karpet atau matras yang disediakan oleh pihak kelenteng.

Welcome to my palace :D
Melangkahkan kaki  keluar dari ruangan ini di bagian belakangnya terdapat halaman yang sangat luas. Di halaman inilah terdapat bangunan yang cukup megah laksana istana kaisar China lengkap dengan gerbang, taman , kolam dan jembatan penghubung .

Keren kan ?

Ini istana pribadi saya haha
Di klenteng ini juga ada bangunan yang cukup menarik dan artistik yang digunakan  sebagai panggung terbuka untuk pentas kesenian ala Tionghoa.  Banyak pengunjung yang masuk ke istana ini untuk menikmati keindahannya sambil tak lupa berfoto ria.

Di sebelah barat terdapat bangunan yang berfungsi sebagai tempat makan dan dapur umum. Siapapun dan kapan pun boleh makan disana secara gratis dengan jenis makanan  yang disediakan oleh pihak kelenteng.
 
Di belakang  bangunan pangggung kesenian  ini  terdapat bangunan bertingkat yang besar dan   megah dengan hiasan kepiting di bagian atasnya . Seolah  belum lengkap, di  kompleks  kelenteng ini  rencananya juga menyusul akan dibangun Pagoda Sembilan Lantai yang sangat megah.

Selain relief dan patung naga dan singa ,pada beberapa bagian bangunan di kelenteng   juga terdapat relief bergambar burung phoenix ( Feng ), kuda bertanduk atau Unicorn ( Kili ), kuda ( Ma), rusa, bangau dan harimau dengan arti filosofisnya masing-masing.  
The Great Wall

Ada hal yang menarik di  lorong pintu masuk di  sebelah barat kelenteng yang terdapat pilar-pilar berhiaskan relief naga dan burung Hong. Selain itu juga terdapat relief berukuran jumbo dengan  nuansa tiga dimensinya. Relief itu bergambar Candi Borobudur dan Peta Indonesia di dinding sebelah barat, kemudian Tembok raksasa dan peta Republik Rakyat China di dinding sebalah Timur. Hmmm .... mungkinkah ini hubungan yang sangat erat antara Indonesia dan China ?? Kebetulan kami masuk dan keluar melalui pintu ini
 
Borobudur

Republik Indonesia

Republik Rakyat China




Ritual Tolak bala

Kelenteng Kwan Sing Bio sering digunakan sebagai tempat untuk  ritual Ciswak atau Fung Shen . Keduanya adalah ritual untuk membuang sial bagi orang yang sedang bermasalah pada kehidupannya  atau yang merasa shio-nya  jiong ( bertentangan)  dengan tahun yang sedang dijalani.

Kedua ritual itu dilakukan dengan membeli seekor atau beberapa ekor penyu atau kura-kura  dan menuliskan doa-doa dan nama yang bersangkutan pada tempurung (karapas) penyu atau kura-kura dalam huruf  Cina. Ritual dilakukan  di halaman kelenteng oleh petugas pembaca Jiam sie.

[]Lovalia : berbagai sumber


0 komentar
Label: , ,

WISATA JAWA TIMUR : GOA AKBAR, LEGENDA MASA LALU DI TUBAN

Goa Akbar. Terik mentari memapar Bumi Tuban, menemani setiap warganya melanjutkan aktivitas. Di Pasar Baru Tuban, riuh rendah percakapan antara penjual dan pembeli terus menggaung bagaikan orkestra kehidupan yang dinamis. Dan di antara riuh rendah kesibukan itu, empat orang anak muda dengan tampang yang mulai kucel memasuki arena parkir Goa Akbar Tuban. Siapa? Ya iyalah siapa lagi kalau bukan saya, Sunti, Gresninda dan Alfian Kami bertekad minimal hari ini harus dapat mengunjungi tiga atau empat objek wisata di Tuban. udah jauh-jauh re -_-
legenda goa akbar
Goa Akbar
Ini kedua kalinya saya berkunjung ke Goa Akbar. Ketika dulu saya berkunjung saya baru saja menyelesaikan ujian akhir di SMP. Hiks jadi kangen gank kesayangan saya : FIVE GIRL.
wisata goa akbar
Indah kan ?
Oke balik lagi... dan ditengah hiruk pikuk itu ada sebuah tempat yang menjanjikan ketenangan, kedamaian, keheningan, atau apapunlah namanya. Tepat di bawah tanah yang kami pijak, tak lebih dari 10 meter dalamnya, ada sebuah goa yang dinding-dindingnya menyimpan rahasia masa lalu. Goa Akbar namanya, dialah saksi bisu segala kedigdayaan kota Seribu Goa tersebut.  
Goa Akbar memiliki luas 1 hektar dan mengandung kisah religi yang sangat tinggi. Diceritakan, dulu Sunan Bonang mengetahui goa ini atas ajakan Sunan Kalijaga yang saat itu masih dikenal sebagai Brandal Lokajaya.Goa Akbar dijadikan sebagai tempat tinggal Brandal Lokajaya setelah diusir oleh ayahnya, Wilotikto, Bupati Tuban ke-9.
Ketika memasuki goa, Sunan Bonang terpesona dan seketika berucap "Allahu Akbar". Sejak itulah goa yang terletak di tengah Kota Tuban itu disebut Goa Akbar. Versi lain diceritakan, bahwa di sekitar goa banyak dijumpai pohon Abar. Masyarakat setempat kemudian menyebutnya Ngabar. Kata "Ngabar" berasal dari bahasa Jawa yang berarti latihan. Tapi ada juga yang mengatakan goa ini disebut Goa Akbar karena memang goa ini sangat luas sekali. Ah, entahlah mana yang benar yang jelas saya hanyalah wisatawan yang berkewajiban menikmati keindahan wisata itu hahah :D

Oke sip, dalam catatan kali ini saya akan menuliskan kembali sejarah yang saya baca di pintu masuk Goa Akbar ya. Agak-agak versi dikit lah yaaa...
Konon, goa ini pernah menjadi tempat latihan ilmu kanuragan prajurit Ronggolawe, yang ketika itu berencana mengadakan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit. Pemberontakan itu disulut oleh ketidakpuasan Ronggolawe atas pelantikan Nambi sebagai Maha Patih Majapahit. Karena seringnya dijadikan tempat latihan, goa dan daerah sekitarnya dijuluki Ngabar, yang kemudian menjadi nama dusun yaitu Dusun Ngabar, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding. Enak banget ya ngasih namanya.
Dahulu, goa yang diperkirakan berusis 20 juta tahun ini sempat dilupakan dan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Namun pada 1998, Pemkab Tuban berinisiatif membersihkan goa ini dan mengelolanya dengan baik.
goa akbar tuban
Pagar Steinless
Kini goa ini diisi berbagai fasilitas. Jauh dari perkiraan wisatawan tentang goa yang gelap dan berbau kotoran kelelawar, kini di dalam goa telah dibangun jalur dari paving block yang dibatasi oleh pagar steinless steel. Selain pagar pembatas, di lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu tertempel larangan balik arah, agar pengunjung tidak sampai kebablasan tanpa memperhitungkan keselamatan. Di sana juga terdapat sumber air yang bernama Kedung Tirta Agung. Walaupun memang di beberapa sudut bau kotoran memang sangat menyegat sih -_-
Ruang dalam goa tampak kian menarik dengan dekorasi lampu hias. Sinar lampu itu membantu menampilkan dimensi bebatuan yang mengagumkan.Sepanjang lintasan ini terdapat setidaknya tiga ruang besar semacam hall. Ruang besar ini kerap menjadi terminal pengunjung untuk bersantai sejenak.
Selain itu, di depan musholla terdapat ruang yang sangat luas yang dikenal sebagai Paseban Para Wali, atau tempat para wali menyampaikan fatwa dan ajaran agama. Paseban itu mirip ruang pertemuan. Stalaktit dan stalagmit juga seakan menjadi hiasan ruangan. Itu ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang, seakan menjadi podium bagi pembicara. Beberapa tempat di Goa Akbar akhirnya dipercaya sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah para sunan.
 
Namun, di balik berbagai cerita-cerita yang merupakan percampuran dari berbagai legenda dan kepercayaan itu, Goa Akbar tetap merupakan tempat yang sangat penting. Di samping sebagai tempat wisata, goa ini juga memiliki arti bagi ilmu pengetahuan, baik sejarah, arkeologi, maupun ziarah agama. Jangan sampai goa ini bernasib sama dengan tempat-tempat bersejarah lain yang penuh dengan grafiti modern, atau coretan-coretan tangan.

[]Lovalia

 

0 komentar
Label: , ,

Kita Perlu Kerja Keras : Untuk Diri Sendiri, Untuk Negeri



Kalau bapak Jokowi yang jadi presiden, saya akan berubah seperti apa ? Kalau bapak Prabowo yang jadi presiden, saya akan berubah seperti apa ?

Saya, sebagaimana sama dengan anda, seorang anak muda bangsa Indonesia yang kadang begitu nyleneh cara berfikirnya. Bukan karena saya malas, tapi karena saya muak dengan semrawutnya keadaan belakang ini. Jabatan diperebutkan. Tahta membuat buta. Inikah bangsa yang katanya merdeka dengan tumpah darah para pejuangnya ? Kini orang berjuang hanya sekedar ATAS NAMA BANGSA tapi TIDAK UNTUK BANGSA.

Itu sebabnya saya tidak mau melarutkan diri dalam perang argumentasi negeri ini. Dua kubu sama-sama kuat , sama-sama menyerang , sama-sama saling menjatuhkan SAMA-SAMA SALAH.


0 komentar
Label:

WISATA JAWA TIMUR : AIR TERJUN PENGANTIN NGAWI


Air Terjun Pengantin - Ngrambe Ngawi
Hai Guys, assalamualaikum....
Masih suka cari referensi wisata dan petualangan di blog saya ? Nih ada satu lagi yang saya mau ceritakan ke kalian.
 
Masih satu paket dengan cerita saya sebelumnya di Kebun Teh Jamus, kali ini cerita saya tentang petualangan di Air Terjun Pengantin Ngawi. Eiittsss guys .... Nama Air Terjun Pengantin ternyata bukan cuma jadi judul film horor yang diperankan Tamara Bleszynski yang sempat eksis 2009 lalu. Di Ngawi, Jatim sungguhan ada Air Terjun Pengantin, tapi tak ada sentuhan kisah horor kaya di film itu. Yang ada justru sebuah kesempurnaan ciptaan Tuhan. Sumpah keren banget karena kamu bisa lihat pelangi di sini... SERIUS !!!Dan sssttt .... katanya kalau yang datang ke tempat ini dengan pasangan bakal ..... bakal apa ya ? Kalian baca aja deh cerita saya :D

Ada pelangi , ASLI BUKAN EDITAN !!!
Air Terjun Pengantin Ngrambe namanya, letaknya tersembunyi di balik Perkebunan Teh Jamus yang jadi primadona wisata Kabupaten Ngawi. Kesegaran air terjun ini masih belum banyak terekspos wisatawan. Di samping itu, kalau Anda ingin menyentuhnya butuh waktu 3 jam dari jantung Ngawi. Di sana ada sepasang air terjun setinggi 12 meter yang mangalir deras ke tanah. Dari situlah nama Air Terjun Pengantin melekat sampai sekarang. Sebelumnya objek wisata ini terkenal dengan nama Air Terjun Jumog.

Biasanya objek wisata air terjun tak jauh-jauh dari kisah mitos dan legenda, sama halnya dengan air terjun ini. Konon sepasang kekasih yang datang ke sana berdua, hubungan mereka malah makin langgeng sampai naik pelaminan. Nah, kalau sepasang suami istri yang menyentuh air terjun ini, hubungan mereka bisa makin awet. Wah saya ke sena dengan sahabat saya, Sunti, so hubungan kita bakal kayak apa ya ... ckckckck :D Yaahh kalau masalah mitos sih percaya nggak percaya itu urusan kalian ya, tapi kalau masalah keindahan tempat ini KALIAN HARUS PERCAYA !!!

Air Terjun Pengantin terlihat dari jembatan bambu
Wisatawan wajib membayar tiket Rp 2.500 per orang sebelum menyaksikan derasnya Air Terjun Pengantin Ngrambe yang tak kalah menawan dengan air terjun lain. Murah bukan? Gemercik air yang turun deras tiada henti mendamaikan diri, apalagi saat penat menyerang. Dan yang lebih menakjubkan, bias air yang deras membentuk lengkung pelangi di bebatuan. Subhanallah ... berapa tahun gue kagak liat pelangi maaaakkk...
Oh iya wisatawan terlebih dulu melewati jalan tanah yang menanjak sebelum bertemu 'sang pengantin' itu. Dan ini membuat saya puas karena seharian ini saya sudah bikin Sunti naik turun naik turun. Hahaha sesekali biar merasakan sensasi pemanasan naik gunung ya Ce. Saat musim hujan area wisata ini tentu menjadi becek penuh lumpur dan tak nyaman dikunjungi. Sebaiknya Anda datang saat musim kemarau tiba agar puas menikmati air terjun dari segala arah. Dan wisatawan pun harus melewati jembatan bambu kecil yang yah , bikin saya jadi kura-kura :o

So, datanglah ke Dusun Besek, Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi kalau ingin menikmati suasana segar ala Air Terjun Pengantin Ngrambe.


0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters