Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah - Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah - Wisata. Tampilkan semua postingan
Label: , , , , , , , ,

Wisata Blora - Monumen Nol Kilometer Cepu Pertamina



Aku memohon perlindungan baginya (Ayatuz Zidni Everesta Apriyonia) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk." (HR. Abu Daud) , Amiin

Moment piknik pertama untuk Zii di tanggal 22 Februari 2021. Piknik tipis-tipis di Kilometer 0 Cepu Pertamina.

Kilometer 0 Cepu Pertamina adalah sebuah objek wisata sejarah berupa monumen yang terletak di Kecamatan Cepu, kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tepatnya di Jl. Gajah Mada, Mentul,  Kelurahan Karangboyo, dekat dengan lapangan Bina Patra.

Monumen ini merupakan pengingat bahwa sejarah dunia industri perminyakan di Indonesia yang dikelola oleh Pertamina itu dimulai dari sebuah sumur minyak yang ada di Cepu ini.

Seperti namanya, Monumen Kilometer 0 Cepu Pertamina ini memang dibangun oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, untuk mengingatkan sejarah perminyakan di Cepu. Karena itu pula, Pertamina EP Aset 4 melengkapi Monumen Kilometer 0 dengan monumen Pompa Unit karena arti tersendiri bagi pergerakan bisnis Pertamina.


Selain itu, Pompa Unit ini bisa dijadikan wahana edukasi bagi masyarakat agar mengetahui tahu proses pengangkatan minyak bumi menuju penampungan menggunakan unit pompa ini. Monumen Kilometer 0 Cepu Pertamina juga memberikan pesan untuk senantiasa mengawali hidup ini, untuk terus belajar dan hidup benar. 

Selain monumen, di sini juga ada taman yang dilengkapi tempat bersantai dan beberapa koleksi burung. Sebelum pandemi mendera, setiap malam minggu sering ada pertunjukan seni di sini lho. Semoga pandemi ini lekas berakhir ya, amiin...


Sudah pernah ke sini kak?

 #PesonaIndonesia

#IndonesiaIndah 

#WonderfulIndonesia 

#IndoTraveller 

#TrueClimber 

#TheROKer

#BloraTheExplorer 

#MyShafarMySyiar 

#DiaryPendaki 

#CatatanPerjalanan 

#BackpackerIndonesia 

#HijabTraveller

#Wisatakuliner

#wisatablora

#Cepueksis

#WisataBelanja

#Kulinerblora

#EksploreBlora

#PasarBlora

#PasarTradisional

#Pertamina

#Patuhprotokolkesehatan

#LawanCorona

#Kedungtuban 

#Blora

#JawaTengah 

#VisitIndonesia 

#Indonesia

#Bayilucu

#MyBaby

0 komentar
Label: , , , ,

Wisata Blora : Puncak Suroyudan , Pesona Kebun Matahari

Matahariku

Satu lagi destinasi wisata lokal Blora yang layak masuk daftar rekomendasi kamu saat hendak berpetualang di Kabupaten Blora. Wisata ini terletak di wilayah utara kecamatan Jepon yang pastinya seru banget untuk dikunjungi. Wisata tersebut digugusan Pegunungan Kendeng dan berada diketinggian sekitar 300 mdpl. 

Lokasi ini merupakan Kebun Bunga Matahari di Puncak Suroyudan. Tepatnya terletak di  Ds Soko di seberang jalan pemandian Sayuran. Tidak perlu bingung mencarinya karena menuju lokasi ada papan penunjuk jalan Lur.

Berasa di negeri dongeng
Murah meriah, cukup bayar parkir Rp 2.000,- anda bisa jalan kaki menyusuri lereng bukit. Jalan menanjak sekitar ketinggian 20 meter dan bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 10 menit. Bunga Matahari yang berada di kebun seluas 3000 meter persegi ini tampak syahdu menyambut kedatangan pengunjung. Lokasi yang indah untu kamu para pecinta fotografi atau yang ingin pre wedding di sini. :D

Bila hendak  berlibur ke Kebun Bunga Matahari nan cantik ini tidak perlu repot bawa bekal aneh aneh. Bila lelah karena kepanasan dan perut kondisi keroncongan, di seberang jalan dari lereng bukit kebun matahari ini ada resto baru yang menawarkan pesona landscape alam Blora yang menakjubkan, yaitu Warung Dhuwur Blora (WDB).

So, selamat liburan Lur ...
Pemandangan Puncak Suroyudan

[]Lovalia 
Berbagai Sumber

0 komentar
Label: ,

Wisata Jawa Tengah : Pulau Panjang, Jepara

Me, Gacez and Danang

Pulau Panjang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas kurang dari 20 hektar, pulau ini berjarak 1,5 mil laut dari Pantai Kartini Jepara.  Untuk sampai di Pulau Panjang kita harus menuju ke Pantai Kartini, Jepara. Dari sana anda dermaga kecil yang khusus melayani rute jarak dekat penyeberangan pulang pergi ke Pulau Panjang. Sebenarnya bisa juga ditempuh melalui dermaga Pantai Bandengan.

Dermaga Pulau Panjang
Kapal baru berangkat kalo udah dalam kondisi penuh, yang artinya kita harus nunggu rombongan lain buat gabung. Sekitar 10 menit kemudian, kapal udah full capacity (20 orang). Kita nyeberang dengan upeti sebesar 15.000 dengan jarak tempuh sekitar 40 menit. Kapal yang dipake masih dalam kondisi bagus.

Di tengah pulau ada makam Syekh Abu Bakar, salah satu tukoh penyebar agama Islam di Jepara dan sekitarnya. Gak heran kalo banyak rombongan peziarah yang biasanya keliatan nyeberang dalam jumlah banyak. Untuk fasilitas, santai aja di sini udah tersedia mushola, sumber air warung makan dan tempat sampah. Saran kalo mau main bawa bekal sendiri aja, biar berasa suasana pikniknya *gelar tiker*

Sampai di Pulau Panjang, waw tempatnya relatif bersih. Pasir putihnya masih bisa dipake buat lari lari gemes. Ombaknya gak terlalu besar dan suasananya juga gak terlalu rame. Kalo dibandingin sama pantai Kartini/ pantai Bandengan yang modelnya wisata keluarga kaya di Ancol, Pulau Panjang ini lebih sepi dan lebih bisa dipake buat merenung. 

Turun dari dermaga kita gak langsung menuju ke bibir pantai, tetapi milih buat mengeksplor sisi kanan pulau. Masuk ke jalan lurus yang berujung ke hutan tropis, kita bisa liat semak-semak perdu, pohon kapuk randu, asam jawa dan beberapa pinus yang dipake sebagai habitat burung berkembang biak. Karena relatif lebat, kita jadi ga kepanasan waktu menelusuri jalan setapak. Udah gitu hutannya instagram banget cuy haha.

Lumayan bikin adem

Niatnya sih pengen muterin pulau, siapa tau nemu spot-spot sepi yang bisa dipake buat leyeh leyeh, tapi kok jauh ya. Setelah neglongok beberapa tepian pulau kita sampe di salah satu sisi yang punya pasir putih. Ngarepnya sih karang atau underwaternya juga keren, soalnya di ujung pantai ada anak-anak kelautan Undip yang lagi melakukan restorasi karang/ ternak rumput laut.

Iseng masuk aer. Apakah bening? Apakah jernih? Apakah memiliki nuansa seperti di Maldives? Ya  jelas enggak lah hehe. Airnya butek. Kalo kata mas Novan yang udah renang sampai ke ujung, visibilitynya emang butek. Karangnya lumayan terjal dan ikannya gak keliatan jelas. Ya jelas lah, wong biasa dipake buat nelayan mancing. 

Meskipun gak menemukan surga underwater yang sekeren Laut Merah, Cayman Island, Great Barrier Reef atau Karimunjawa, tapi kita bisa menemukan ketenangan dengan suasana teduh yang bisa dipake sebagai mini escape kalo lagi suntuk. Pulau ini juga bisa dipake buat acara ngecamp bareng temen-temen kamu. Asal inget ya, gak usah alay dan anarkis coret-coret atau ninggalin sampah di sana.

Setelah puas nikmatin mini spot di sisi kanan pulau, main air, main ombak dan foto-foto, menjelang sore kita balik ke bibir pantai. Spot yang biasa dipake wisatawan buat mancing, berjemur dan renang-renang gemes. Garis pantai yang ada di sisi kiri pulau emang yang paling rame. Ada beberapa bule yang lagi berjemur, sisanya banyak yang lagi pada main air. Karena masih iseng sama underwaternya, kita nyelup lagi. 

Again, underwaternya maish tetep butek. Kebayang gimana arus pantai dan kapal-kapal nelayang yang sering lalu lalang ngebuat para ikan jadi malu buat bikin “lapak”. Meskipun demikian kita masih bisa liat beberapa rumput laut dan ikan-ikan jenis air asin yang lalu lalang. Yang ngeri sih bulu babinya. Visibility yang rendah bikin parno kalo salah injek. 


[]Lovalia

0 komentar
Label: ,

Wisata Jawa Tengah : Pantai Kartini, Jepara


Kota Jepara dikenal dengan kota Kartini karena Kota Jepara adalah kota kelahiran pahlawan R.A Kartini yang kaya akan keindahan wisata dan pesona alamnya. Kota Jepara memiliki banyak objek wisata yang menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Kota ini, dan diantara objek wisata tersebut berupa objek wisata alam yang indah dan asri.

Ada satu objek wisata dikota Jepara yang menduduki tingkat paling atas dengan pengunjung yang begitu banyak yaitu tempat wisata Pantai Kartini. Pantai Kartini terletak sekitar 2 kilometer dari pusat kota Jepara, alamat tepatnya berda di Desa Bulu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Jangan keliru dengan Pantai Kartini yang ada di Rembang ya, kalau di Remang namanya Taman Kartini meskipun lokasinya juga dekat pantai, sedangkan pantainya sendiri bernama Dampo Awang Beach.

Di Pantai Kartini terdapat banyak keindahan dan bangunan seperti bangunan panggung yang biasa digunakan sebagi tempat band – band untuk konser. Selain itu juga ada bangunan yang berbentuk kura – kura raksasa yang dijuluki dengan Kura – kura Ocean Park (KOP). Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama berisi akuarium raksasa sedangkan pada lantai kedua terdapat audio visual 3D. Untuk masuk ke KOP anda cukup membayar tiket masuk Rp. 5000,-/orang pada hari biasa dan pada hari libur anda harus membayar sebesar Rp. 17.500,-/orang.

 Anda bisa melihat pantai kartini dari belakang bangunan kura – kura rakssa tersebut. Menarik bukan? Tempat ini sangat cocok untuk tempat berlibur anda dan tempat ini juga sangat bagus untuk hunting foto. Tetapi anda harus mengantri untuk mendapatkan foto pemandangan yang bagus dan indah, karena banyak juga para pengunjung yang ingin berpose atau mengambil background yang bagus.

Selain dua bangunan tersebut, ada lagi tempat yang bagus dan apik untuk dijadikan objek foto anda karena disini akan kelihatan pantainya yaitu berfoto di Tulisan Pantai Kartini. Untuk menuju tempat wisata Pantai Kartini ini anda dapat memulai perjalanan anda dari terminal Jepara, dari situ untuk menuju lokasi anda bisa menggunakan angkutan umum seperti bus dan anda akan dikenakan tarif sebesar Rp. 4000,-. Karena keindahan alamnya, rasanya tak lengkap jika anda berkunjung ke Kabupaten Jepara tapi tidak mengunjungi Pantai Kartini ini. Semoga informasi Keindahan Wisata Pantai Kartini Jepara Jawa Tengah bermanfaat dan selamat berkunjung ke Pantai Kartini. Terima kasih






0 komentar
Label: ,

Wisata Jawa Tengah : Air Terjun Songgolangit, Jepara

Lokasi Dan Rute Menuju Air Terjun Songgo Langit Jepara

Air terjun ini berada di sisi bagian utara dari kota Jepara, tepatnya di Dukuh Ngelencer, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, terletak kurang lebih 30 kilomater dari pusat kota Jepara. Dari arah kota Jepara, Anda ambil jalur arah utara menuju kabupaten Pati melewati kecamatan MIonggo, kecamatan Bangsri dan kecamatan Kembang.
Jarak dari Jepara ke kecamatan Kembang adalah sekitar 20 kilometer. Dari sini, Anda harus menuju ke arah Desa Cepogo melintasi hutan jati milik Perhutani sepanjang kurang lebih 3 kilometer, hingga Anda menemukan pertigaan dengan papan petunjuk jalan menuju lokasi air terjun. Dari sini perjalanan masih 11 kilometer lagi. Perjalanan berlanjut ke desa Bucu tempat air terjun ini berlokasi,
Akses jalan ke air terjun sudah cukup baik dan dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 maupun roda 2. Anda juga dapat mencapai lokasi ini dengan menggunakan kendaraan umum. Dari terminal bus Jepara, Anda dapat naik bus jurusan Pati atau Bangsri, dan turun di pertigaan arah desa Cepogo. Dari pertigaan ini, Anda dapat melanjutkan  perjalanan dengan ojeg yang banyak terdapat di pertigaan tersebut, menuju lokasi air terjun.

Biaya Dan Tarif Di Air Terjun Songgo Langit Jepara

Harga Tiket Masuk ke lokasi air terjun adalah Rp.1.500,00 pada hari kerja dan Rp. 2.000,00 pada hari libur. Tarif parkir untuk motor Rp. 1.500,00, untuk mobil Rp.3.000,00 sedangkan untuk bus Rp.5.000,00. Bagi Anda  yang menggunakan kendaraan umum, ongkos ojeg dari pertigaan arah desa Cepogo adalah sekitar Rp.20.000,00 sekali jalan.
Area parkir yang tersedia cukup luas, dan terdapat beberapa warung makan serta toilet umum. Hanya saja kondisi toilet disana perlu diperbaiki.
Air terjun ini dinamakan Songgolangit, karena jika kita memang air terjun ini dari bawah, maka posisi tebing nya seolah menyangga langit yang ada diatas. Air terjun ini memiliki ketinggian 80 meter dengan lebar 2 meter dilengkapi kolam air penampungnya yang memiliki kedalaman 3 meter. Di sekitar air terjun ini Anda dapat melihat banyak kupu-kupu indah berwarna-warni.

GADIS SONGGO LANGIT
Air di sini dianggap dapat memberikan khasiat awet muda bagi mereka yang membasuh wajah mereka menggunakan air dari air terjun ini, atau mandi di sini. Namun ada satu hal yang perlu Anda perhatikan, bahwa di dalam kolam air terjun ini terdapat palung sedalam 8 meter dengan resiko sangat tinggi dimana orang bisa terseret ke dalamnya.

Menurut warga sekitar sudah ada beberapa pengunjung yang menjadi korban, sehingga di sekitar kolam air terjun terdapat papan peringatan larangan bagi pengunjung untuk berenang. DIkabarkan sebelumnya terdapat pagar besi melingkar yang membatasi pinggiran kolam disini untuk menjaga keamanan pengunjung, namun sayang pagar besi tersebut saat ini sudah hilang dikarenakan berkali-kali dihantan derasnya aliran dari air terjun ini.

Oh ya, jangan kaget bagi anda pengunjung pria. Biasanya di sekitaran air terjun ini ada serang anak laki-laki yang memiliki kelainan mental. Dia sangat suka mengikuti para pengunjung laki-laki. Tidak usah takut karena dia tidak akan mengganggu anda. Cukup bersikap sewajarnya dan tidak usah berlebihan :D
Disarankan untuk mengunjungi tempat ini tidak pada musim kemarau panjang, karena pada saat kemarau kucuran dari air terjun ini menipis sehingga Anda tidak dapat menikmati keindahan aliran air terjun ini.
[]Lovalia

0 komentar
Label: , , ,

Wisata Blora : Dipo Lokomotif Tua, Cepu

gerbong kereta minyak dan batubara
Kalau kamu berkeliling Kota Cepu, kamu pasti akan menemukan banyak jalur rel yang sudah tidak terpakai. Jika kebetulan kamu penasaran dan mengikuti jalur rel tersebut, kamu akan sampai ke Pusat Diklat Pertamina. Bekas jalur ini dulunya merupakan jalur rel untuk mengangkut minyak dari kilang, tetapi sudah tidak dipakai lagi sejak lama.

ini salah satu kereta yang masih terawat dengan baik
Kemudian kalau kamu ikuti terus, kamu akan menemukan jalur rel lain di sekitar tempat itu. dan tak lama kemudian kamu akan menemukan tempat yang di dalamnya terdapat banyak kereta. Yaps kamu akan tiba di Dipo Loko milik Perhutani yang terkenal hingga mancanegara itu. Dipo ini tepatnya berada di kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. 

Roda-roda kereta tua
Di tempat itu kamu mungkin akan menjumpai beberapa tukang kayu yang sedang mengerjakan pesanan. Sapalah mereka dan mintalah izin masuk ke dipo untuk melihat-lihat apa saja di dalamnya. Terlihat kondisi loko-loko di sini cukup memprihatinkan dan kotor, mungkin karena mahalnya biaya perawatan. Selain itu sudah lama tidak beroperasi karena masih sepi peminat dan kurangnya promosi.

Ini milik kita, bangsa Indonesia
Pak Eko, salah serang pengurus dipo ini mengatakan, “Dulu ada orang dari Jerman datang ke sini, mereka bahkan melepas kaosnya untuk membersihkan loko-loko uap ini, mungkin karena begitu cintanya dengan loko buatan nenek moyang mereka,” beliau bercerita. Bahkan dari beliau kami mendapat info bahwa dulunya loko-loko ini sempat mau diambil oleh orang Jerman, mereka menuntut mau dikembalikan ke sana. Namun, kereta ini khan sekarang sudah menjadi milik bangsa Indonesia, khususnya Perhutani. Akhirnya tidak terjadi karena mereka kalah di pengadilan.

Rel tua yang masih utuh, luar biasa
Sebagaimana Dipo kereta tua lainnya, tempat ini pun konon menyimpan cerita mistis. Tak heran beberapa waktu lalu sempat dijadikan lokasi syuting Mister Tukul Jalan-jalan. Wow...

Pohon beringin yang penuh aura mistis
Tapi, di samping cerita mistisnya, di tempat ini kamu akan merasakan sensasi Indonesia di zaman perjuangan dan mungkin membawa kamu pada nuansa film Kereta Api Terakhir hihi... Tidak usah takut, tempatnya adem, asri dan cocok untuk hunting foto. Ingat ya , tetap jaga kesopanan dan jangan merusak apa yang ada di sini. 

Mari lestarikan aset berharga ini
Naiklah kereta uap ini, karena selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah hutan jati di Cepu, Anda juga ikut serta menjaga kelestarian loko uap ini. 

[]Lovalia

0 komentar
Label: , , , , ,

Wisata Blora : Museum Mahameru Blora

Blora sebenarnya memiliki beberapa objek wisata yang mengagumkan. Namun hanya segelintir orang yang tahu, salah satu adalah Museum Mahameru ini yang dekat dengan lokasi alun-alun Blora yang sangat mudah dijangkau oleh transportasi. Sempat miir sih kenapa namanya museum Mahameru, kenapa bukan museum Mustika ya biar terasa mBlora tenan, haha sudahlah ...

Bernama lengkap Museum Mahameru Kabupaten Blora, berdiri di tengah riuh rindang daun-daun pohon glodogan di tepi Jembatan Kaliwangan. Museum sendiri menempati bangunan berlantai dua yang relatif sederhana dengan aneka koleksi asal Kabupaten Blora. Dari pecahan batu meteor yang jatuh di Desa Menden hingga arca-arca asal abad X-XIII temuan penggarap sawah Desa Kamolan di kedalaman satu meter.

Hasil gambar untuk museum mahameru blora
Koleksi paleontologi terdiri dari fragmen fosil gajah purba, maupun kerbau purba yang merupakan nenek moyang banteng jawa dan kerbau sekarang. Kabupaten Blora memang kondang sebagai salah satu daerah sebaran fosil di Jawa Tengah. Oleh sebab itu ditetapkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional sebagai kawasan studi purba.

Terbaru dari cerita fosil Blora adalah penemuan fosil gajah purba di Desa Medalem oleh Tim Vertebrata, Museum Geologi, Bandung pada tahun 2009. Boleh dibanggakan karena ini temuan terlengkap selama seratus tahun terakhir. Satu dari dua replika diserahkan kepada Pemkab Blora pada saat peringatan ulang tahun Museum Geologi ke-85 baru-baru ini.

Selain gajah dan kerbau purba, juga dipamerkan beliung persegi berusia 20.000 tahun ditemukan di Hutan Bogo, Randublatung mengungkap jejak manusia purba. Bagaimana yah caranya mengetahui usia beliung persegi. Terus alat ini digunakan untuk apa oleh manusia purba.

Sebuah replika tulang tengkorak manusia purba asal Ngandong tentu akan memantapkan Koleksi Blora di Museum Mahameru. Mengapa. Karena Desa Ngandong termasuk Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora alias manusia purba yang kini diidentifikasi sebagai Homo erectus soloensis berasal dari bumi Blora.Tengkorak yang sempat ikut GHR von Koenigswald melalang buana, kini disimpan di Universitas Gajah Mada. Carl Swisher dan kolega dari Berkeley Geochronology Center, Universitas California, memperkirakan manusia ngandong berumur 53.000-27.000 tahun. Artinya, mereka pernah ada bersama Homo sapiens di Pulau Jawa?

Koleksi keris disertai penjelasan tahapan pembuatan keris. Dimulai dari membesot (membersihkan besi dengan cara pembakaran dan penempaan), mencampur besi dan nikel menjadi lapisan pamor, membuat kodokan bilah keris, membentuk bakalan keris, grabahi yaitu membuat ricikan dan cembung cekungnya bilah keris, menghaluskan keris, menyepuh yaitu membuat besi menjadi kelihatan tua dan menjadi keras, terakhir adalah marangi agar keris tidak mudah berkarat.

Tentang keris sekali diceritakan Pram yang ternyata lahir di Blora. Saat pendudukan, keris dan pedang dirampas Jepang. Dia lalu disuruh ayahnya menyerahkan keris ke kantor asisten wedana. 'Di sana aku lihat satu ruangan telah penuh dengan keris,' tutur Pram. Namun ketika 'Keris Tuan Toer' diserahkan, si pejabat menyuruh Pram membawanya kembali. 'Kyai Bedor tidak disita,' kenangnya dalam Nyanyi Sunyi Seorang Bisu.

Koleksi dari Negeri Tiongkok yang jauh adalah guci masa Dinasti Song (960-1279). Sebuah dinasti yang berakhir karena ditaklukkan oleh Kubilai Khan, selanjutnya mendirikan Dinasti Yuan yang berkuasa sekitar satu abad (1271-1368). Sejarah kita pernah berhampiran dengan Khan. Pada tahun 1293, Khan mengirim seribu kapal perang ke Jawa sebagai jawaban atas tantangan dan penghinaan yang dilakukan Kertanegara, raja terakhir Singasari, terhadap utusan sebelumnya yang menuntut upeti tanda takluk. Sebuah ekspedisi yang tak dinyana mengambil bagian dari berdirinya Majapahit oleh Raden Wijaya. Kerajaan besar di masa lalu Indonesia yang mampu bertahan selama 234 tahun (1293-1527). Toh seperti lahir-mati, jaya dan runtuh itu.

Sebuah patung Dewa Shouxing (The Old Man of the South Pole) adalah satu-satunya koleksi yang mewakili hutan jati Blora yang terkenal. 

[]Lovalia
dengan memadukan berbagai sumber yang ada 

0 komentar
Label: , ,

Wisata Blora - Kracakan "Melintas Dasar Bengawan Solo"

Wisata dasar Bengawan Solo perbatasan Jateng Jatim yg hanya bisa dinikmati d musim kemarau ‪#‎DolanBloraYok‬

BLORA - Masyarakat Kecamatan Cepu dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh untuk memilih lokasi wisata alam di musim kemarau. Sebab di kota ini, masyarakat bisa mengunjungi sungai Bengawan Solo. Adapun pilihan lokasinya ada di Desa Ngloram dan Desa Jipang. Dari dua desa itu bisa menikmati grojogan air Bengawan Solo yang mirip seperti air terjun. Bahkan, para pengunjung sering menyebutnya air terjun Niagara lokal. 

Hal ini lantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu menyimpan keindahan tersendiri. Wisata itu seperti menyatukan dua provinsi sekaligus. Sehingga pengunjung bisa mengunjunginya dari dua arah yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak jarang banyak pula pengunjung yang menyebrang dari satu arah ke arah berlawanan dengan berjalan kaki menerjang arus sungai yang surut. 

Kebanyakan para pengunjung menghabiskan waktunya dengan memancing atau hanya sekadar bermain air. Tak ketinggalan mereka juga mengabadikan wisata itu dengan kamera pribadinya.

Cek koleksi foto selengkapnya di sini


[]Lovalia - Koleksi Foto : Pribadi

0 komentar
Label: , , , , ,

WISATA BLORA : WADUK BENTOLO


Obyek Wisata Waduk Bentolo terletak di wilayah Kecamatan Todanan + 0,5 Km kearah selatan dari Goa Terawang atau + 34 Km kearah barat kota Blora, mudah dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
 
Obyek Wisata Waduk Bentolo adalah obyek wisata alam buatan berupa waduk yang di bangun Pemerintah Kabupaten Blora yang mempunyai fungsi utama yaiut sebagai irigasi tanah pertanian. Luas areal Obyek Wisata Waduk Bentolo + 270.795 m².
 
Karena letaknya yang cukup strategis , dengan alamnya yang indah dan menawan serta tiupan angin yang nyaman membuat Waduk Bentolo mempunyai daya tarik tersendiri , sehingga di samping sebagai fungsi irigasi Waduk Bentolo juga mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai tempat penggondokan bagi pramuka (Lembaga Candika Pancasona) dan juga tak kalah pentingnya sebagai fungsi kepariwisataan. Obyek Wisata ini sering di kunjungi oleh masyarakat/anak-anak muda dari luar daerah untuk sejenak bersantai atau untuk menyalurkan hobi memancing.

Buat kamu yang datang kesini, kamu bisa refreshing atau melepas penat sambil mancing ikan gaes. Pengunjung disini berasal dari Blora dan wilayah sekitarnya. Seperti kawasan wisata Blora pada umumnya, kamu akan menjumpai nuansa hijau di sekitar waduk yang menyebabkan warna air menjadi hijau karena terkena panyulan sinar matahari. 

Nah, buat kamu yang lagi ada di dekat kawasan ini, tidak ada salahnya untuk mampir dan mengabadikan beberapa momen keren disini. Selamat berkunjung !

NOTE :
Waduk ini, pada tahun 2014-sekarang, sempat timbul polemik karena airnya dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan di dekat waduk. Namun warga merasa rugi dan akhirnya mencari solusi bersama pemerintah.
 
 
[]LOVALIA : Berbagai Sumber
 

0 komentar
Label: ,

WISATA BLORA : WATER SPLASH TAMAN SARBINI

Objek wisata menarik lainnya, yakni ”water splash” yang berada di jantung Kota Blora, yakni di Jalan A Yani, tepatnya di Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, Blora. Lokasi objek juga dekat gedung DPRD Blora atau sebelah barat lapangan Kridosono.

Sebelum diubah namanya menjadi “water bluster”, lokasi ini dikenal dengan sebutan Taman Sarbini sebagai objek wisata yang sangat strategis dan cocok untuk bersantai serta melepaskan lelah setelah kesibukan sehari-hari, karena kawasan ini berada di pusat kota yang sangat mudah terjangkau masyarakat local maupun dari luar daerah.

Sarana wisata penunjang di kawasan tersebut saat itu, antara lain mainan anak-anak, sepeda roda tiga, mobil anak-anak, patung binatang, perpustakaan serta gelanggang olahraga yang juga sering digunakan sebagai panggung kesenian. Setelah dikelola swasta, namanya diubah menjadi “water splash” sedangkan nama “Taman Sarbini Blora” masih tetap dicantumkan meski ukurannya lebih kecil.

Kini, wahana bermain yang tersedia juga lebih lengkap dan menarik, di antaranya ”water splash” atau istilah umumnya ”water bluster”, otoped, becak air, bianglala, kereta mini, komidi putar, mobil bertenaga baterai, bioskop tiga dimensi, istana balon, bumper boat, kereta wisata, dan lokasi ”outbound” untuk anak.

0 komentar
Label: , , , , , ,

LEGENDA BLORA : LEGENDA KEDUNGPUTRI RANDUBLATUNG

Konon ini adalah tempat mandi Putri Citrowati
Kedung Putri adalah suatu situs budaya yang pada masa lalu sampai sekarang banyak menyimpan misteri, bahkan berbau mistik yang konon menurut cerita tempat ini sering dipakai mandi oleh Citro Wati putri raja Purwocarito yang cantik Jelita.
Kedung Putri terletak di sebelah utara Kecamatan Randublatung, kurang lebih 10 km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di hutan petak 52 RPH Gumeng BKPH Temanjang, KPH Randublatung. Secara administrative turut wilayah Desa Tanggel Kecamatan Randubaltung Kab. Blora.
Begitu kentalnya muatan mistik di lokasi ini menjadikannya cukup terkenal di Randublatung. Legenda Kedung Putri dimulai pada jaman dulu dimana terdapat suatu daerah yang bernama Negara Purwocarito (sekarang Desa Gumeng) yang dipimpin oleh seorang raja bernama Dian Gondo Kusumo dengan permaisuri Loro Girah, Pasangan raja dan permaisuri ini dikarunia 3 orang  anak yaitu  Citro Menggolo, Citro Kusumo dan Citro Wati.
Masing-masing keturunan raja Dian Gondo Kusumo diberikan kekuasaan untuk memimpin tiga kerajaan. Masing-masing adalah Citro Menggolo kerajaanya di Mlumpang (sekarang Desa Trembes), Citro Kusumo kerajaannya di Bale Kambang (sekarang Desa Temetes) dan Citro Wati kerajaanya di Purwocarito (sekarang Desa Gumeng).
Salah seorang dari ke tiga anaknya yaitu Citro Wati mempunyai paras yang  cantik jelita. Karena kecantikannya itu maka banyak putra raja yang lain atau dari golongan bangsawan tertarik dan ingin meminang Citro Wati. Sampai pada akhirnya Putri Citro Wati  dilamar oleh 2  raja, yaitu Begede Katong dari kerajaan Pandan (Sekarang Desa Njetak Wanger,Ngawen) dan Jonggrang Prayungan dari kerajaan Atas Angin. Kedua raja tersebut akhirnya perang untuk merebutkan Cito Wati. Keduanya belum ada yang kalah dan menang dalam peperangan tersebut. Akhirnya Citro Wati datang dan menolak keduanya (Begede Katong dan Jonggrang Prayungan).
Karena merasa ditolak, Begede Katong marah dan mendatangkan angin ribut untuk menghancurkan negara Purwocarito. Akibatnya negara Purwocarito luluh lantah rata dengan tanah.
Situs Banyu Tes
Beberapa hari kemudian Begede Katong tidak putus asa walapun cintanya di tolak. Dia tetap berangkat menuju kerajaan Purwocarito untuk melamar Citro wati. Sesampainya di suatu tempat dataran tinggi, Begede Katong melihat Citrowati sedang mandi di sendang, begitu melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Citrowati, birahi Begede Katong memuncak dan meneteslah air maninya, yang sekarang menjadi Banyu Tes, di dukuh Temetes. ”Sendang tetes” tersebut sampai sekarang dipercaya oleh masyarakat bisa menyembuhkan impotensi dan membangkitkan libido bagi kaum pria apabila mandi di tempat tersebut.
Jati Denok
Setelah itu Begede Katong melanjutkan perjalan kembali. Sesampainya di Gunung Serangkang, dia bertemu dengan Jonggrang Prayungan musuh bebuyutannya, dan keduanya saling berperang lagi. Keduanya berperang saling membunuh sehingga menyebabkan semua perangkat untuk melamar yang dibawa oleh Begede Katong berserakan dan terlempar jauh ke tempat lain. Tempat upeti (Bokor Kencono) terlempar ke Desa Pengkol (Kec. Banjarejo) yang dinamakan Kedung Bokor, Sirih (bahasa jawanya Suruh) terlempar ke Desa Banyuurip yang dinamakan Suruhan, Gemblongnya (dodol) yang teriris–iris terlempar ke Desa Temetes yang dinamakan Tiris, sedangkan emban yang membawa Bokor Kencono bernama Denok meninggal dan dikubur dengan di tandai Pohon jati yang sampai sekarang jati tersebut masih hidup dan dinamakan “Jati Denok”. Walaupun Begede Katong memaksa melamar, Cito Wati tetap tidak mau menerima lamaran Begede Katong. Meskipun ditolak cintanya, Begede Katong tidak mau kembali ke negaranya. Gilaaa setia bangeetttt
Citro Wati mempunyai kebiasaan yang setiap hari tidak pernah ditinggalkannya yaitu mandi di sungai (Kedung) yang sekarang dinamakan Kedung Putri. Begede katong memanfaatkan situasi tersebut yaitu dengan merubah dirinya menjadi ikan gabus (Kutuk) dan masuk ke dalam sungai. Pada saat Citro Wati mandi di sungai, ia melihat ikan gabus (kutuk) yang sebenarnya adalah  jelmaan Begede Katong. Citro Wati sangat  senang melihat ikan tersebut dan ia pun bermain di sungai (kedung) itu tanpa curiga sedikitpun akan keberadaan ikan tersebut. Karena seringnya bermain dengan  ikan gabus (kutuk) tersebut, tanpa disadari ia bercinta dengan ikan gabus jelmaan Begede katong yang pada akhirnya menyebabkan Citro Wati hamil.
Citro Kusumo kakak Citro Wati marah melihat adiknya hamil tanpa diketahui siapa yang menghamili adiknya. Citro Wati tidak boleh melahirkan secara normal tetapi harus melalui perut sebelah kiri. Perut Citro Wati ditusuk dengan keris oleh Citro Kusumo dan keluarlah dari perut Citro Wati anak ikan gabus (Kutuk). Keanehan yang terjadi pada anak Citro Wati  menjadikannya sebuah larangan bagi masyarakat dusun Gumeng bahwa mereka tidak boleh makan ikan gabus (kutuk) karena itu merupakan darah dagingnya Citro Wati. Karena ditusuk perutnya, Citro Wati pingsan dan tidak sadarkan diri. Citro Wati diseret oleh Cito Kusumo dan di siram air. Akhirnya Citro Wati sadar dan air yang dipakai untuk menyiram Citro Wati dinamakan Banyuurip.
Banyu Urip
Sampai sekarang banyuurip masih tetap ada dan selalu dijaga keberadaanya karena dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit.
Setelah kejadian itu, Citro Wati berjanji tidak akan kawin sebelum ketemu Joko Sayuto dengan pengapit Joko Santoso. Citro Wati semedi di sungai (kedung Putri) sambil menunggu Joko Sayuto dan Joko Santoso.
Cerita Legenda yang masih melekat pada Kedung Putri, bagi masyarakat dusun Gumeng merupakan salah satu peninggalan sejarah yang harus dijaga, baik lokasi, peninggalan-peninggalannya maupun nilai-nilai spiritualnya.
Saat ini, tradisi yang dilakukan masyarakat dusun Gumeng di Kedung Putri adalah upacara sedekah bumi. Tujuannya adalah untuk meminta berkah dan keselamatan bagi dusun Gumeng dan daerah sekitarnya. Terkadang ada juga yang melakukan ritual khusus di tempat ini yaitu memberikan sesaji yang tujuannya untuk meminta kekayaan (pesugihan)
[]Lovalia : Berbagai Sumber
Note : karena penulis adalah pemuda yang terlahir di era modern jauh sebelum kisah ini terjadi, maka mohon kiranya jika ada kesalahan/ kekurangan dalam penulisan ini pembaca bisa meluruskan dan mengoreksi secara bijak

7 komentar
Label: ,

Cantiknya Warna Telaga Warna Dieng


Welcome Telaga Warna Dieng.
Foto langsung jadi cuma Rp 5.000,-
Pergi ke Wonosobo tanpa mampir Dieng sama saja bohong. Pergi ke Dieng tanpa mengunjungi Telaga warna, hmmmm siap-siap saja menyesal yaa hihihi...
Turun dari Gunung Prau, kami memacu motor menuju ke Telaga Warna Dieng yang sempat kami lihat dari puncak. Sampai di lokasi Telaga Warna, hmmm bau belerang serta merta menyerbak menghajar indra penciuman kami. 

Eksotisme Telaga Warna Dieng memang mempesona. Telaga yang memiliki keunikan berupa warna permukaan yang berubah-ubah ini dikelilingi oleh Hutan dan bukit yang masih asri, udara yang segar, serta Pemandangan Khas pegunungan yang membuat siapa saja betah berlama-lama menjelajahi obyek wisata di Dieng yang satu ini.

Telaga Warna masuk wilayah Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa-tengah. Telaga warna Dieng adalah telaga paling sering dikunjungi oleh para wisatawan. selain letaknya yang strategis dan dekat dengan obyek-obyek wisata lain.

Horeeeee ..... 
Telaga ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu warna permukaan telaganya yang kadang berubah sewaktu-waktu dengan dominasi warna hijau kebiruan serta putih yang merupakan refleksi endapan belerang didalamnya.
Selain keindahan Telaganya yang natural dan eksotis, saat berkeliling menyusuri jalan setapak yang mengelilingi Telaga warna, anda juga akan menjumpai Telaga lain yang letaknya tepat di Samping Telaga warna, yaitu Telaga Pengilon. Goa-goa alam yang diselimuti aroma mistis juga bisa anda ditemui di sekeliling Telaga Warna seperti Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran dan lain-lain.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Foto selengkapnya Petualangan di Telaga Warna Dieng ---> Klik di sini

0 komentar
Label: ,

Pendakian Gunung Prau 2.565 mdpl Tapal Batas 3 Kabupaten

Welcome Dieng Plateau

Gunung Prau atau Prahu memang pendek, kadang hanya dilirik sebelah mata oleh pendaki Indonesia, tapi coba rasakan sensasi dalam pelukannya, gunung yang terkenal dengan sebutan Gunung Seribu Bukit.

Hanya memiliki ketinggian 2.565 mdpl, memang tergolong pendek dan juga tidak terkenal seperti gunung2 disekitarnya, ada Sindoro,Sumbing, Slamet, Unggaran, dll. Tapi gunung ini memiliki pesona tersendiri yang tidak kalah dengan gunung2 yang lebih terkenal dikalangan pendaki Indonesia.

Karena bentuk gunung ini memanjang, jadi secara administratif Gunung Prau yang berada di Dataran Tinggi Dieng ini meliputi wilayah Kab. Banjarnegara, Kab. Wonosobo, Kab. Batang dan Kab. Kendal. Di Campa reannya pun terdapat patok batas wilayahnya.

Gunung ini dapat ditempuh melalui beberapa Jalur Alternatif Pendakian. Lewat Jalur utara, bisa melalui Kabupaten Kendal, Semisal dari Desa Kenjuran yang berada di Kecamatan Sukoreja. Jarak tempuh perjalanan kurang lebih 6 Jam.

Alternatif lain jalur pendakian bisa dilakukan melalui Jalur selatan, yaitu lewat Dataran Tinggi Dieng atau Desa Patak Banteng. Jalur inirelatif lebih singkat, hanya sekitar 2-3 Jam perjalanan yang jalurnya lumayan terjal. Dan ... taraaa jalur inilah yang menjadi pilihan kami untuk mendaki pada 20-21 September 2014 kemarin :)

Track log diatas adalah hasil tracking dari awal start pendakian sampai turun. Untuk lebih jelasnya lihat dibawah mengenai waypoint-waypoint yang terdapat pada track log diatas.

DESA PATAK BANTENG
Perjalanan panjang dari Cepu 19 September 2014 jam 9 malam dan kami tiba di Wonosobo 20 September 2014 jam 12 siang. Karena rehat dulu di beberapa tempat.

Menuju Desa Patak Banteng dapat dicapai dari kota Wonosobo. Jalur ini yang kami pilih, mengingat jarak tempuh yang singkat untuk sampai ke camp areanya sekitar 3 jam saja. 

POS I : Sikut Dewo
POS I
Pos 1 ditandai dengan papan nama "Sikut Dewo" wuiihhh sikutnya dewa kayak apa ya? Ya mungkin kayak di sini lah ya. Pos 1 Gunung Prau tidak seperti kebanyakan gunung pada umumnya, mengingat ketinggian gunung tidak seberapa, wajar saja kalau dari Pos 1 ini suasana kota masih bisa nampak, bahkan deru kendaraan dan adzan pun sayup-sayup masih terdengar.

POS II
Kira2 berjalan 1 jam yang tidak ada bonusnya, sampailah di Pos II, kondisi pos tidak terdapat bangunan berupa shelter ataupun pondokan


POS III
Tidak jauh dari Pos II sampailah di Pos III, kondisi sama seperti Pos II, tidak terdapat bangunan. Dari Pos III ke camp Area sudah tidak jauh lagi dan jalurnya semakin terjal, lumayan buat menguras tenaga yang kurang tidur nih. Adrenalin yang terpacu seakan bisa ditenangkan oleh bunga-bunga kecil yang bermekaran di sepanjang trek sempit dan curam. Apalagi kami tiba di jalur ini menjelang senja, jadi panorama semakin manis dan eksotis.

My Lovely Team : NGAKAKPALA

CAMP AREA GUNUNG PRAU
Di belakangku ituuu semua tenda, semua manusia , banyaknyaaaa :D
Saya menyebutnya demikian, karena tempat inilah tujuan utama para pendaki, dari camp area ini kita dapat melihat tanpa halangan (kalo ga ada kabut) Gunung Sindoro Sumbing di depan mata, dan dikejauhan Gunung Merapi & Merbabu. Kami tiba di area ini tepat ketika adzan maghrib berkumandang ( Heloo .. sumpah adzannya bener-bener kedengeran dari sini). Ketika kami sampai ratusan tenda sudah berdiri, maklum Gunung Prau memang jadi pilihan utama bagi para pecinta alam di sekitar Dieng Plateau untu menghabiskan weekend. Ehhhh tapi jangan salah, banyak juga yang dari luar provinsi bahkan dari luar pulau lho. Karena meskipun tingginya tidak seberapa, tapi pemandangannya itu lho, kereeeennnn banget. Apalagi ketika pagi tiba. Kami mendirikan tiga tenda, menunaikan ibadah sholat, makan daaan,,,,,,, melihat bintang. Asli, keren banget. 




Kenal nggak kenal asal bawa bendera IPM, ajak foto aja daaahh :D

AREA PADANG SABANA & BUKIT TELETUBIES
Pagi tiba. Apalah yang jadi tujuan para pendaki kalau bukan melihat sunrise dan melihat awan-awan bermunculan laksana di negeri impian. Moment foto-foto, sudah pasti :D Pemandangan yang benar-benar luar biasa. Berbagai puncak seolah saling berlomba untuk terlihat lebih tinggi. Begitu indah, begitu rapi ciptaan Sang Illahi. Setelah puas berfoto-foto, kemudian perjalanan turun. Jalur turun tidak melewati jalur naek, tapi melewati Padang Sabana, Bukit Teletubies, Menara Repeater dan berakhir di Desa Dieng Kulon.


MENARA REPEATER
Kira-kira berjalan sekitar 1 jam, sampailah di Menara Repeater milik pemerintah kab Jawa Tengah, ada yang punya perhutani, operator seluler, dll.

DESA DIENG KULON
Dari Menara Repeater, menuju Desa Dieng Kulon sekitar 1 jam, dengan jalur menurun terus dengan jalur bervariasi dari terjal hingga landai. Dari sini juga dapat melihat Komplek Candi Arjuna Dieng yang terkenal itu.


TELAGA WARNA
Jalan lupa mampir ke Telaga Warna

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Foto selengkapnya Pendakian Gunung Prau ---> Klik di sini

2 komentar
Label: , , ,

WISATA BLORA : SITUS CAGAR BUDAYA PURWOSUCI KEDINDING, KEDUNGTUBAN

Kawasan ini dapat dikategorikan sebagai kawasan wisata spiritual dan arkeologis.  Merupakan sebuah situs cagar budaya yang terletak di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban sekitar 43 Km ke arah tenggara dari Kota Blora, tepatnya di puncak sebuah bukit kecil, tidak jauh dari situs prasejarah yang terletak di bawahnya.

Secara astronomis, situs Purwosuci berada pada 07° 08′ 50,7″ LS dan 111° 3018,0″ BT.  Mudah dijangkau kendaraan roda dua ataupun roda empat sampai ke jalan desa, serta jalan kaki sambil menikmati pemandangan alam untuk mencapai ke makam dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 m karena letaknya berada di puncak perbukitan..

Sumberdaya arkeologi di desa ini meliputi dua situs yang berasal dari kurun waktu yang berbeda, yaitu masa prasejarah dan masa Islam.

Lingkungan situs berupa tegalan yang secara aktif digarap oleh penduduk, dimana pernah ditemukan fosil hewan purba dan budaya manusia purba berupa alat serut dari bahan batu balsedon. Fosil dan budaya manusia purba tersebut berada di lingkungan endapan pasir dengan struktur silang siur di atas lapisan pasir konglomeratan yang merupakan teras sungai. Secara umum, situs yang secara keruangan sangat terbuka ini tidak tampak adanya perawatan maupun perlindungan khusus.

Sedang secara geografis Desa Kedinding berada di lembah dari dua bukit yang berbeda, yaitu Gunung Purwosuci dan Gunung Kedinding.  Di kedua lokasi tersebut, terdapat situs spiritual  yang berbeda sifat mitologisnya yang cukup terkenal dan hingga hari ini masih secara rutin diziarahi oleh masyarakat se-Kabupaten Blora. Makam Purwosuci berbentuk batu dengan ukuran halaman makam ± 49 m berada diatas perbukitan. Bangunan makam dibelilingi oleh dua lapis pagar khas era kerajaan Jawa kuno. Pagar luar berukuran 11 m X 8,80 m dibuat dengan batu-batu berukuran bolder dengan spesi pasir, gamping, dan semen merah.

Sementara pagar dalam berukuran 5,5 m X 4 m dibuat dengan bata berspesi pasir, gamping, dan semen merah. Walaupun telah rusak namun kekunaan makam masih tampak cukup jelas. Jirat makam dibuat dengan balok-balok batu putih, dan pada salah satu makam (sebelah barat) pada bagian sudut dasar jirat dilengkapi dengan ornamen berbentuk seperti antefiks candi. Sementara nisannya terbuat dari batu berbentuk empat persegi panjang dan selalu yang ditutupi/dibungkus dengan kain putih.

Menurut informasi juru kunci makam (plawangan) yaitu P. Rois, tokoh yang dimakamkan di Lokasi ini adalah Hadiwijaya dan istrinya Puspasariraji. Hadiwijaya adalah Tumenggung Panolan semasa Arya jipang (Arya Penangsang). Namun, menurut sumber lain,  makam Purwo Suci adalah makam seorang Adipati Panolan sesudah Ario Penangsang bernama Pangeran Adipati Noto Wijoyo. Di dalam halaman tersebut juga terdapat makam Nyai Tumenggung Noto Wijoyo. Karena jasa-jasanya yang sampai saat ini masih dikunjungi masyarakat untuk tujuan tertentu bahkan pernah dipugar oleh Bupati Blora pada tahun 1864 dengan memakai sandi sengkolo, Karenya Guna Saliro Aji (1864). . Sedangkan di Gunung Kedinding kemungkinan merupakan pagar dari petilasan yang sekarang telah runtuh termakan zaman. Lokasi petilasan disekelilingnya ditumbuhi jenis pohon rimba yang berusia tua dan berdiameter besar dengan kondisi penutupan tajuk yang rapat.
 


Makam Purwo Suci bisa diakses dengan kendaraan roda empat sampai ke jalan desa, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter. Sepanjang perjalanan kita akan ditemani pemandangan alam yang hijau dan asri. Kebun-kebun petani pun telihat sedap dipandang. Sebagian besar petani bertanam ketela pohon dan membuat kita seolah berada di perkebunan di luar daerah Blora.

Sekitar pertengahan tahun 2013 kompleks pemakaman ini mendapat renovasi. Kini makam tidak berada di tempat terbuka melainkan pada sebuah pondok kecil yang dikunci. Hal ini dapat dipahami karena banyak sekali pengunjung yang merusak makam. So... cintai warisan leluhur yaa ... tangannya jangan nakal.

Saya dan kawan-kawan sering sekali hangout ke tempat yang satu ini sekedar untuk hangout atau bahkan kegiatan organisasi.


Lovalia : Berbagai Sumber

0 komentar
 
BOCAH BLORA MUSTIKA © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters